C-Think 2025: Informatika Universitas Ciputra Pelopori Lomba Computational Thinking Pertama di Indonesia untuk Siswa SMP & SMA

Universitas Ciputra (UC) kembali mengukir sejarah dengan sukses menyelenggarakan National Competition on Computational Thinking (C-Think) 2025. Acara yang diinisiasi oleh School of InformationTechnology (SIFT) UC, bekerja sama dengan Biro Bebras UC, ini menjadi kompetisi Computational Thinking (CT) tingkat nasional pertama di Indonesia yang dilombakan secara resmi dan onsite.

Kompetisi  ni diikuti oleh puluhan tim siswa/i jenjang SMP dan SMA dari berbagai kota, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kota Batu, Pasuruan, dan Lumajang. Mereka berkumpul di UC Corepreneur untuk mengasah keterampilan cara berpikir komputasional.


Peserta yang beradu logika

Satu hal yang membuat C-Think 2025 unik adalah fokusnya. Berbeda dengan olimpiade sains atau matematika, C-Think tidak menguji hafalan rumus, fisika, atau bahkan kemampuan coding.

“Ini sebuah lomba yang fokus ke logical thinking dan problem solving-nya anak-anak,” jelas Laura sebagai PIC Acara. “Bahkan bukan coding. Ini soal logika semua.”

Para peserta dihadapkan pada soal-soal cerita analitis yang menantang kemampuan mereka dalam menganalisis masalah dan menemukan solusi. “Betul, ini semacam soal tes IQ, benar. Kalau orang bilang cuman dites IQ, nah sekarang kita yang dilombakan,” tambahnya.

Kompetisi dibagi menjadi dua babak:

  1. Babak Penyisihan (CT Rally Games): Selama 90 menit, peserta mengerjakan soal logika sebanyak mungkin melalui gawai mereka. Sistem penilaian pun menantang: jawaban benar mendapat poin, namun jawaban salah akan mendapat nilai minus.
  2. Babak Final : Lima tim terbaik dari setiap jenjang maju ke babak final. Di sini, mereka tidak hanya harus menjawab dengan benar, tetapi juga mampu menjelaskan alasan dan alur logika di balik jawaban mereka di hadapan para juri.

Misi UC: Mengasah Logika Sejak Dini

Penyelenggaraan C-Think 2025 adalah langkah strategis dari Universitas Ciputra untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kemampuan berpikir logis sejak usia dini.

Problem solving dan logical thinking itu tidak ada mata pelajarannya, tapi itu penting untuk mendukung anak-anak bisa mengikuti pelajaran dengan lebih baik dan juga untuk di dunia kerja nantinya.” Ungkap Laura.

Keterampilan ini menjadi pondasi utama, terutama bagi mereka yang tertarik pada bidang teknologi. “Terutama di mereka yang mau join Informatika atau Sistem Informasi, logical thinking itu sangat perlu.”

Melalui C-Think, Informatika UC berharap dapat membuat siswa aware terhadap kemampuan ini. Problem Solving dapat menjadi kemampuan yang bisa dilatih dan C-Think menjadi salah satu media untuk melatih kecerdasan otak siswa, bukan hanya menghafal.


Pemanasan Menuju Bebras Challenge Internasional

Selama ini, siswa di Indonesia lebih mengenal Bebras Challenge, sebuah tantangan CT tingkat internasional. Namun, Bebras Challenge murni sebuah “tantangan” untuk mengukur kemampuan siswa di level global, tanpa ada sistem peringkat atau hadiah.

Universitas Ciputra mengambil inisiatif untuk menjadi yang pertama di Indonesia yang memodifikasi konsep tersebut menjadi sebuah kompetisi sesungguhnya yang berhadiah dan diselenggarakan secara onsite.

C-Think 2025 pun menjadi ajang “pemanasan” ideal bagi siswa/i sebelum menghadapi Bebras Challenge 2025 . Antusiasme tinggi dari 60 tim yang berpartisipasi membuktikan adanya kebutuhan akan kompetisi semacam ini.

“Kami berharap lebih banyak lagi sekolah-sekolah yang mau kirim anaknya nanti tahun depan,” tutup Laura dengan optimistis.

Lebih dari sekadar kompetisi, C-Think 2025 adalah komitmen Universitas Ciputra untuk ikut membangun generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tajam dalam logika dan piawai dalam memecahkan masalah.

Wujudkan impian kuliahmu di Universitas Ciputra!

Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.

Artikel lain
WhatsApp