Ilustrasi: Gaya Komunikasi | Sumber: Anna Shvets/Pexels

 

Dalam berkomunikasi, tentunya tiap satu orang dengan yang lainnya akan berbeda. Gaya komunikasi tiap orang juga berbeda, bergantung dengan komunikan yang ia ajak berbicara. Apa saja? 

  1. The Controlling Style

Dalam berkomunikasi menggunakan gaya ini umumnya bersifat untuk mengatur orang lain. Hal ini juga biasa ditemui di atasan karena adanya hierarki atau posisi dari jabatan tertentu. Gaya komunikasi seperti ini juga terdapat strategi tertentu yang dilakukan agar komunikan (bawahan atau karyawan) tidak melakukan kesalahan lagi sebab komunikasi seperti ini bersifat mengendalikan, biasanya ditandai dengan adanya kehendak dari satu pihak. Hal ini dilakukan untuk membatasi, memaksa, hingga mengatur pikiran orang lain. Bisa juga disebut sebagai komunikasi satu arah. Orang yang menggunakan komunikasi jenis ini lebih berfokus pada pesan apa yang mereka sampaikan daripada umpan balik yang diberikan oleh komunikan mereka, kecuali jika umpan balik tersebut menguntungkan mereka. 

  1. The Equalitarian Style

Gaya komunikasi seperti ini berbanding terbalik dengan gaya the controlling style. Dalam gaya ini, komunikasi bersifat menyebar secara dua arah. Komunikasi dilakukan secara terbuka oleh seluruh komunikator, tidak hanya dari satu orang tertentu. Seperti misalnya dalam rapat organisasi, komunikasi bersifat terbuka yang mana semua anggota organisasi boleh menyampaikan pendapatnya. Hal ini dilakukan agar semua orang dapat mengungkapkan pendapatnya dengan berani dan saling memberi umpan balik satu sama lain. 

  1. The Structuring

Gaya komunikasi yang terstruktur ini hampir sama seperti penggabungan dua gaya komunikasi di atas. Dalam gaya ini, pesan dikirim dan disampaikan secara teratur dan sistematis untuk mendapatkan suatu perintah tertentu. Sang komunikator dalam gaya ini lebih berfokus pada perintah, pengaruh terhadap orang lain, dan informasi kepada sang komunikan. Gaya seperti ini biasanya disampaikan dengan membawa pesan dan nama dalam organisasi tertentu agar komunikasi yang terjadi di dalamnya memiliki kedekatan. 

  1. The Dynamic Style

Gaya komunikasi dinamis bisa dikatakan cenderung agresif. Hal ini dikarenakan orientasi utama dari sang pengirim pesan adalah tindakan (act-oriented). Komunikasi ini mudah untuk ditemui di marketing. Tujuan dari komunikasi ini adalah memberikan stimulasi dan rangsangan kepada komunikan untuk bertindak sesuai apa yang diinginkan oleh sang pengirim pesan. Misal, seorang atasan yang memberikan stimulus kepada karyawan jika bekerja seperti ini akan mendapat imbalan yang besar. Maka untuk membuat karyawan bekerja dengan baik, atasan memberikan stimulus berupa imbalan yang bagus. 

  1. The Relinguishing Style

Gaya berkomunikasi seperti ini biasanya digunakan untuk menerima saran, pendapat, atau ide dari orang lain. Mudahnya, gaya komunikasi seperti ini dapat terlihat ketika ada diskusi atau FGD. Seseorang dapat mengutarakan pendapatnya, namun ada satu orang dengan kedudukan tinggi atau yang dipercaya untuk mengatur jalannya diskusi. Hal ini dilakukan karena informasi yang ada dapat dengan baik dan lancar untuk disampaikan oleh komunikan lain jika sang ‘juru diskusi’ memberi kebebasan dalam berpendapat dalam diskusinya. 

  1. The Withdrawal Style

Gaya komunikasi seperti ini tidak cocok untuk digunakan dalam lingkup organisasi. Hal ini karena dalam gaya komunikasi ini, seseorang sudah tidak ingin terlibat dalam komunikasi yang terjadi. Alasannya bisa karena sudah tidak memiliki visi misi yang tidak sejalan atau alasan pribadi lainnya. Ketika semua komunikasi terhenti, maka tidak ada lagi yang bisa didiskusikan dalam komunikasi ini. 

Itulah enam gaya komunikasi yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam berorganisasi atau bekerja. Gaya seperti the equalitarian style of communication memiliki ciri komunikasi yang ideal. Lalu, beberapa gaya seperti  the structuring, dynamic dan relinguishing berfungsi sebagai komunikasi strategis untuk keberlangsungan organisasi. Lalu, untuk komunikasi seperti controlling dan withdrawal cenderung kurang baik untuk interaksi dalam organisasi. Kalau kamu punya gaya komunikasi yang mana?