Sekolah lain yang juga dikunjungi tim SEA MCm di pulau Celebes ini adalah SMA Kristen Gamaliel. Bangunan sekolah yang memiliki dominan warna biru ini membuat kesan tenang bagi kami yang berkunjung ke sekolah tersebut. Acara workshop tanggal 28 Februari 2015 ini pun diadakan di aula yang dapat menampung 126 anak kelas XII IPA maupun IPS beserta tim jurnalistik yang bertugas meliput acara ini.
Tak kenal maka tak sayang, sama seperti di sekolah yang lain, perkenalan dari tim SEA MCm mulai dari pembicara serta tujuan diadakannya workshop ini menjadi acara pembukaan. Karena jumlah anak yang banyak, kami perlu membuat kesepakatan bersama agar acara dapat berlangsung dengan baik. Kendala mic yang suaranya memantul ternyata malah membuat keuntungan bagi kami. Tanpa menggunakan mic tentunya anak-anak akan lebih fokus mendengarkan suara pemimpin workshop saat itu.
Wakil siswa yang menunjukkan cara presentasi tentang keunggulan sekolah mereka
Permainan “Blind Fold Communication” yang dipandu oleh Ibu Hilda serta menyusun puzzle yang dipandu oleh Bapak Lucky tetap menjadi acara inti tim SEA MCm untuk mengarahkan peserta agar menemukan pentingnya Entrepreneurial Communication bagi masa depan mereka. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang dirancang dengan konsep fun namun pesan yang ingin disampaikan dapat tercapai.

Briefing permainan Blind Fold Communication

Berbaris sesuai tanggal lahir sebelum dibentuk kelompok
Sungguh menarik bahwa ada kelompok yang sangat cepat menyelesaikan puzzle tersebut. Saat sharing mereka mengungkapkan bahwa kelompoknya menyusun puzzle secara bersama dulu, setelah tahu bagian mana yang tidak sesuai, mereka langsung membagi tugas. Begitu pula saat mau bernegosiasi, mereka mendengar dulu apa yang dibutuhkan oleh kelompok lain. Bila kelompok lain tersebut memiliki potongan puzzle yang mereka butuhkan maka mereka akan menukar puzzle dan berjanji membantu sampai kelompok itu menemukan potongan puzzle yang mereka butuhkan. Anak-anak dapat menemukan bahwa dalam Entrepreneurial Communication selain butuh kreatif dan usaha keras, dibutuhkan adanya kemampuan persuasi yang baik sehingga muncul trust atau kepercayaan.

Cara bernegosiasi pun penting supaya bisa dapat potongan puzzle yang dibutuhkan


Berbagai momen saat menyusun puzzle
Sebagai penutup, semua peserta diajak merefleksikan kegiatan yang sudah mereka lakukan selama workshop dan dilanjutkan berdiskusi bersama. Dengan adanya kegiatan workshop ini, para siswa mendapat pengalaman untuk belajar mengenai dasar-dasar ilmu komunikasi, sehingga dapat meningkatkan efektivitas proses komunikasi dan dapat diterapkan dalam kehidupan maupun pergaulan sehari-hari. Lebih dalam lagi, kegiatan workshop ini melibatkan peserta dalam pembelajaran dan diskusi mengenai kepentingan komunikasi yang efektif bagi masa depan mereka. (hy)

Refleksi sebelum workshop berakhir


