Pernahkah Anda berpikir, mengapa sih saya kalau berbicara tidak bisa lemah lembut seperti teman saya? Atau mungkin mengapa saya kok kalau bicara tidak bisa tertata? Kenapa dia bisa percaya diri begitu ngomong di depan umum, aku kok susyah ya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kali ini saya akan mengajak Anda untuk berkaca pada sebuah film berjudul The Grinch yang ditayangkan pada akhir 2018 lalu.

The Grinch adalah film animasi untuk menyambut natal. Film ini mengisahkan kehidupan di Whoville, sebuah desa kecil di daerah yang bersalju, di mana para humanoid yang disebut para Who tinggal dengan bahagia. Para Who sangat menyukai Natal, mereka selalu menyambut Natal dengan meriah dan bahagia. Sayangnya ada satu makhluk yang bernama Grinch yang tidak menyukai Natal karena masa lalunya. Singkat cerita, Grinch berusaha mengacaukan Natal di Whoville, namun malah mendapatkan pelajaran berharga yang tidak dia bayangkan sebelumnya (untuk kisah lengkapnya, silakan nonton filmnya ya, tidak akan dibahas di sini karena ini bukan tulisan spoiler). Namun untuk menjawab pertanyaan yang saya sebutkan di awal, saya tidak akan berfokus pada tokoh Grinch, namun pada dua tokoh utama lain di film itu, yaitu Donna Lou Who dan Cindy Lou Who.

Donna Luo adalah seorang single-mother dengan 3 orang anak. Dia bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, sedangkan Cindy Lou adalah anak tertua dari Donna Lou. Cindy Lou masih berusia 6 tahun, namun dia sangat peduli pada ibunya. Dia dapat dikatakan berpikiran lebih dewasa dari teman-teman seusianya di mana dia sudah mengerti kesusahan ibunya dan tidak ingin ibunya bekerja terlalu keras lagi. Di sepanjang film Anda juga dapat melihat bagaimana Cindy Lou mampu berkomunikasi dengan baik. Dia bisa memimpin dan membujuk teman-temannya dengan sangat meyakinkan, dan tentu saja dia adalah satu-satunya tokoh dalam kisah ini yang akhirnya mengajak Grinch yang terkucilkan berkomunikasi.
Mungkin sekarang Anda berpikir bagaimana seorang anak dapat memiliki kemampuan komunikasi yang sebaik itu? Apakah itu karena dia terlahir begitu? Atau dia mungkin berbakat dalam berkomunikasi? Jawabannya Bukan. Tidak ada seorangpun, secara normal, terlahir dapat berkomunikasi dengan baik. Hal itu terbentuk dari lingkungannya atau yang dalam ilmu komunikasi kita kenal dengan konsep diri. Jika Anda mengamati dengan teliti dalam film The Grinch, dalam salah satu scene ketika Cindy Lou meminta izin untuk keluar rumah kepada ibunya, Donna Lou memberikan satu wejangan penting. Donna berkata, “Don’t do something I wouldn’t do”, yang artinya jangan lakukan hal yang tidak akan kulakukan (sayangnya kalau Anda menonton ini di bioskop-bioskop kesayangan Anda, entah mengapa para subber mengartikannya menjadi “Jangan Nakal”, padahal arti aslinya jauh berbeda #sigh). Dari kalimat Donna Lou ini, kita dapat belajar tentang konsep diri. Kepribadian Cindy Lou yang akhirnya tentu saja berimbas pada gaya berkomunikasinya terpengaruh oleh “teladan” ibunya. Kita manusia berkomunikasi dengan gaya sesuai dengan konsep diri kita, dan konsep diri kita terbentuk dari informasi yang kita serap dari orang-orang di sekitar kita.

Perlu kita ketahui bahwa konsep diri terbentuk dari bagaimana perilaku kita mendapatkan umpan balik dari orang lain. Jadi jika sedari kanak-kanak orang-orang disekitar kita menunjukkan hal-hal positif terhadap perilaku kita yang positif, kita juga terbiasa berperilaku positif. Lalu bagaimana jika mungkin masa kecil kita tidak seindah Cindy Lou? Ingatlah bahwa proses pembentukan diri kita bersifat dinamis dan berlangsung terus menerus. Maka dari itu Anda dapat memilih dengan siapa Anda berinteraksi. Jika Anda ingin memiliki gaya komunikasi yang positif, mulailah dari mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berperilaku positif, seraplah informasi yang positif dan lindungi diri Anda sediri dari berbagai pengaruh negatif. Nah sekarang mari kita kembangkan konsep diri yang positif dengan terus menerus berinteraksi secara positif. Jangan lupa juga bantu orang disekitar Anda memperoleh konsep diri yang positif dengan memberikan umpan balik yang positif kepada mereka juga ya. Selamat berkembang dalam berkomunikasi. (Monika Teguh)
