Tak terasa perjalanan menempuh semester 2 hampir usai. Pada tanggal 20 Juni-28 Juni 2016, mahasiswa/i MCM mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi ujian akhir di semester ini. Karena mata kuliah yang diambil cukup banyak, tentu mahasiswa/i mulai memikirkannya dengan serius. Salah satunya adalah untuk mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (IAD) atau yang sering disebut dengan BNS ( Basic Natural Science). Dalam mata kuliah ini, mereka diminta untuk menganalisa masalah yang terjadi di lingkungan sekitar mereka. Semua mahasiswa/i yang tergabung dalam kelas ini tentu sibuk memikirkan masalah apa yang sedang genting dan perlu diselesaikan dengan solusi. Hal itu juga dirasakan oleh Emanuelle Dea, Jesselyn Laurentsia dan David Sutanto yang tergabung dalam satu kelompok Back to Nature untuk memecahkan suatu masalah lingkungan. Awalnya, mereka sempat ingin mengatasi masalah karcis parkir di sekitar Universitas Ciputra, namun ternyata masalah itu sudah pernah diangkat. Dengan berbagai survei dan observasi, mereka akhirnya mengangkat suatu masalah yaitu “Penggunaan Kertas Bekas yang Kurang Maksimal”. Mereka mengambil masalah ini dengan didasari karena melihat bahwa kertas merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam kegiatan sehari-hari yang digunakan untuk buku, fotokopi dan kertas cetak. Kertas hasil dari percetakan tersebut setelah tidak terpakai, biasanya ditumpuk atau dibuang. Sampah kertas mungkin memang terlihat tidak terlalu berat, namun penggunaan kertas yang terlalu banyak di masyarakat akan membuat sampah kertas menjadi masalah besar apabila tidak ditangani dengan serius. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya mereka memberikan solusi yaitu dengan menciptakan sesuatu benda baru yang bermanfaat tentunya dengan modal yang tidak terlalu besar karena bahan baku utamanya adalah sampah kertas yaitu dengan membuat kreativitas dan memberi edukasi tentang penggunaan kertas.

Realisasi Ide Pengolahan Kertas Bekas
Realisasi Ide Pengolahan Kertas Bekas

 

Implementasi tersebut berhasil direalisasikan dengan penyuluhan dan pengajaran pembuatan kreativitas ke Panti Asuhan Samaria dan orang di sekitar kos. Masalah kertas bekas dan solusi yang ditawarkan dari kelompok Back to Nature ini mendapat respon yang sangat baik dari dosen maupun teman-teman. Respon yang baik ini membawa kelompok Back to Nature menjadi salah satu tim yang mendapat kesempatan untuk melakukan pameran di plaza Universitas Ciputra dalam acara BNS “Green Life Style” pada tanggal 20 Juni 2016. Dengan usaha dan kerja keras Elle, Jesselyn, dan David, mereka berhasil membuat berbagai kerajinan dari kertas bekas yang serta menampilkan video (youtube keyword: Paper Handycraft – Kreasi kertas bekas) yang mampu menarik perhatian para pengunjung acara tersebut. Semua usaha itu ternyata tidak sia-sia, dalam acara ini, mereka berhasil menang dari 10 tim lainnya dan mendapatkan penghargaan sebagai “Favorite Project”.

Kelompok Back To Nature (ki-ka : Jesselyn, Elle, & David) dengan Piagam Penghargaan Mereka
Kelompok Back To Nature (ki-ka : Jesselyn, Elle, & David) dengan Piagam Penghargaan Mereka

 

“Untuk bisa mendapatkan penghargaan tersebut tentu tidak mudah, kami perlu meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran yang lebih dari teman-teman kami agar berhasil menyelesaikan project ini. Lelah dan capek itu pasti, kadang karena hal itu pun kami sempat bertikai. Namun kita perlu ingat, nothing worth having comes easy.” itulah pesan yang bisa mereka sampaikan untuk kita semua (El).

FullSizeRender
“Nothing Worth Having Comes Easy”