COM-GMC
Peminatan Global Marketing Communication (COM-GMC) hadir untuk menjawab tantangan tersebut. Kami mencetak lulusan yang tidak hanya mengerti teori pemasaran, tetapi juga mampu merancang dan mengelola strategi komunikasi pemasaran lintas batas negara secara efektif.
Keunggulan
Mahasiswa akan mengasah lima kompetensi utama berikut melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek nyata, studi kasus merek global, simulasi ekspansi pasar, magang di agensi atau korporasi multinasional, serta inkubasi merek lintas budaya:
Mengembangkan Strategi Komunikasi Pemasaran untuk Pasar Global
Mahasiswa belajar merancang strategi komunikasi pemasaran yang tidak hanya sekadar menerjemahkan kampanye lokal ke bahasa asing. Mereka memahami konsep glocalization (pemikiran global, eksekusi lokal): bagaimana menciptakan pesan merek yang konsisten secara global tetapi relevan secara lokal. Topik yang dikuasai meliputi segmentasi pasar lintas negara, pemilihan saluran komunikasi yang efektif di berbagai wilayah, alokasi anggaran pemasaran global, hingga penyesuaian bauran promosi (periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan penjualan personal) dalam konteks internasional.
Memahami Perilaku Konsumen Lintas Budaya
Apa yang membuat konsumen di Jepang membeli suatu produk berbeda dengan konsumen di Brasil atau Jerman? Mahasiswa mempelajari psikologi, sosiologi, dan antropologi konsumen dalam perspektif lintas budaya. Mereka memahami bagaimana nilai-nilai budaya (individualisme vs kolektivisme, maskulinitas vs feminitas, penghindaran ketidakpastian, dll.) membentuk preferensi, kebiasaan belanja, dan respons terhadap pesan pemasaran. Mereka juga belajar mengidentifikasi cultural cues yang dapat memperkuat atau justru merusak kampanye merek di pasar tertentu.
Mengelola Brand Positioning di Tingkat Internasional
Membangun merek global bukanlah tentang menjadi “yang terbesar” tetapi “yang paling relevan dan berbeda” di benak konsumen di berbagai negara. Mahasiswa belajar merumuskan brand positioning statement yang kuat namun fleksibel, mengidentifikasi unique selling proposition (USP) yang diterima lintas budaya, serta mengelola brand architecture (apakah merek tunggal global, merek lokal yang terpisah, atau strategi endorsed brand). Mereka juga memahami bagaimana menjaga konsistensi identitas merek (logo, warna, nada bicara) sambil memberikan ruang adaptasi lokal yang cukup.
Merancang Kampanye Terintegrasi (Digital, Media, Experiential)
Kampanye pemasaran global modern tidak bisa mengandalkan satu saluran saja. Mahasiswa belajar merancang kampanye terintegrasi yang memanfaatkan sinergi antara: (a) saluran digital (media sosial global, search engine marketing, influencer lintas negara, konten video viral), (b) media tradisional (televisi internasional, majalah global, radio, luar ruang di kota-kota strategis), dan (c) experiential marketing (aktivasi merek di ajang internasional, pop-up store di pusat perbelanjaan global, partisipasi dalam pameran dagang). Mahasiswa juga memahami bagaimana mengukur efektivitas setiap saluran dan mengalokasikan anggaran secara efisien.
Menggunakan Data dan Insight Pasar untuk Pengambilan Keputusan
Di era pemasaran modern, intuisi tidak cukup—keputusan harus didasarkan pada data. Mahasiswa dibekali keterampilan untuk mengumpulkan, membersihkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data dari berbagai sumber global: data penjualan lintas negara, analisis media sosial global, riset pasar internasional (Nielsen, Euromonitor, Statista), data tren pencarian Google Trends lintas wilayah, serta customer feedback dari berbagai platform. Mereka juga belajar menggunakan alat analitik pemasaran (seperti Google Analytics, platform social listening internasional, dan dashboard visualisasi data) untuk menghasilkan actionable insight yang mendukung keputusan strategis.
Pasar global saat ini bukan lagi monopoli korporasi raksasa. Dengan platform digital, perdagangan lintas batas yang semakin terbuka, dan perubahan perilaku konsumen yang serba cepat, setiap merek—baik lokal maupun internasional—memiliki peluang untuk bersaing di kancah global. Namun, peluang ini juga dibayangi tantangan: perbedaan budaya, preferensi konsumen yang beragam, regulasi yang berbeda-beda, serta persaingan yang sangat ketat.
Sebagai kampus yang berbasis entrepreneurship, kami juga menanamkan jiwa wirausaha dalam setiap pembelajaran. Lulusan tidak hanya siap bekerja di perusahaan multinasional atau agensi pemasaran global, tetapi juga mampu menciptakan merek sendiri yang mendunia, menjadi konsultan pemasaran internasional independen, atau membantu produk lokal go internasional melalui strategi komunikasi yang tepat.
- Brand CommunicationSpecialist
- Marketing Communication Manager
- Digital Marketing Strategist
- International Brand Manager
- Advertising & Campaign Planner
- Market Research & Consumer Insight Analyst
- Profesional di Perusahaan Multinasional
- Advertising Essential
- Customer Behavior
- Customer Relation Management
- Media Planning and Buying
- Social Marketing Communication
- Digital Marketing Communication
- UI/ UX for Marketing Communication
- International Marketing


