COM-IRC
Di tengah dunia yang semakin terhubung tanpa batas, persaingan tidak lagi terjadi hanya di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga global. Negara, korporasi, organisasi internasional, bahkan individu saat ini harus mampu menavigasi lanskap politik dan komunikasi yang kompleks. Peminatan International Relations & Communication (COM IRC) hadir untuk menjawab tantangan tersebut.
Keunggulan
Mahasiswa akan mengasah lima kompetensi utama berikut melalui pendekatan pembelajaran berbasis kasus nyata, simulasi diplomasi, proyek kolaborasi internasional, magang di lembaga global, serta studi lapangan lintas budaya:
Komunikasi Global dan Diplomasi
Mahasiswa dibekali pemahaman tentang teori dan praktik diplomasi modern—tidak hanya diplomasi klasik antarnegara, tetapi juga diplomasi publik (public diplomacy), diplomasi digital, dan diplomasi ekonomi. Mereka belajar bagaimana membangun citra positif suatu negara atau organisasi di mata komunitas internasional, mengelola hubungan dengan aktor-aktor global (termasuk organisasi multilateral seperti PBB, WTO, ASEAN), serta menyusun pesan strategis yang efektif melintasi batas-batas geografis dan budaya.
Kemampuan Melakukan Analisis Isu Global
Dunia dipenuhi dengan isu kompleks yang saling terkait: perubahan iklim, perdagangan internasional, konflik bersenjata, migrasi global, keamanan siber, hingga ketimpangan ekonomi. Mahasiswa dilatih untuk membaca, menganalisis, dan menginterpretasikan isu-isu ini secara kritis dan multidimensi. Mereka menguasai kerangka analisis hubungan internasional (realisme, liberalisme, konstruktivisme, dll.) serta mampu menggunakan data dan sumber informasi global untuk menyusun rekomendasi kebijakan atau strategi komunikasi yang tepat.
Kemampuan Komunikasi Strategis Internasional
Berbicara di panggung global membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan bahasa asing. Mahasiswa belajar merancang pesan yang dapat diterima oleh audiens dari berbagai latar belakang budaya, memilih saluran komunikasi yang paling efektif (dari media internasional hingga platform digital global), serta mengelola reputasi lintas batas. Mereka juga memahami prinsip-prinsip strategic communication dalam konteks negosiasi perdagangan, kampanye advokasi global, hingga manajemen krisis internasional.
Manajemen Komunikasi Global Berbasis Data
Di era informasi, komunikasi global tidak bisa mengandalkan intuisi semata. Mahasiswa dibekali keterampilan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data dari berbagai sumber global (media internasional, media sosial, laporan lembaga survei global, data perdagangan, dll.) guna memahami sentimen publik lintas negara, mengidentifikasi tren isu global, serta mengukur efektivitas kampanye komunikasi internasional. Penguasaan alat analitik digital dan pemahaman tentang etika data dalam konteks lintas batas menjadi bagian penting dari kompetensi ini.
Negosiasi dan Kompetensi Lintas Budaya dalam Konteks Internasional
Negosiasi global tidak pernah sekadar tentang angka atau posisi tawar—tetapi tentang pemahaman budaya, nilai, dan ekspektasi yang berbeda. Mahasiswa belajar teknik negosiasi tingkat lanjut yang digunakan dalam diplomasi, perdagangan internasional, dan kerja sama lintas negara. Mereka juga mengasah intercultural competence: kemampuan membaca isyarat lintas budaya, beradaptasi dengan gaya komunikasi yang berbeda, serta membangun hubungan dan kepercayaan dengan mitra dari berbagai belahan dunia.
Kami mencetak lulusan yang tidak hanya memahami teori hubungan internasional, tetapi juga mahir dalam praktik komunikasi strategis lintas negara dan budaya. Dengan pendekatan interdisipliner yang memadukan ilmu politik, diplomasi, komunikasi, dan negosiasi global, mahasiswa dipersiapkan menjadi komunikator yang efektif yang mampu membangun jembatan antarbangsa, mengelola reputasi di panggung global, serta mempengaruhi kebijakan dan opini publik internasional.
Sebagai kampus yang berbasis entrepreneurship, kami juga menanamkan jiwa wirausaha dalam setiap pembelajaran. Lulusan tidak hanya siap bekerja di lembaga diplomatik atau organisasi internasional, tetapi juga mampu menciptakan peluang bisnis lintas negara, menjadi konsultan hubungan internasional independen, atau mendirikan lembaga kajian strategis dan advokasi global.
- Diplomatic Communication Officer
- International Public Relations Specialist
- Global Corporate Communication
- Staf Organisasi Internasional / NGO
- Media & Global Affairs Analyst
- Communication Officer di lembaga internasional
- Konsultan komunikasi lintas budaya
- Indonesia Foreign Policy
- International Law
- International Relation Studies: Diplomacy and Negotiation Skill
- Global Social Movement
- Public Speaking and Persuasive Communication
- International Political Economy
- Globalization and Pop Culture
- Global Media and Communication


