Menelisik Kelebihan dan Prioritas Kegiatan Manakah yang Penting Bagi Mahasiswa
[Ditulis oleh Kirana Ratu Sekar Kedaton, FIKOM 2020]

Dunia perkuliahan memang tampak menyenangkan dan bebas di mata kita sebelum terjun di dalamnya. Stigma dan perspektif yang didapat di bangku SMA oleh karena tayangan media atau cerita dalam novel remaja membuat para remaja mengalami culture shock setelah masuk di dunia perkuliahan. Bagaimana tidak, lingkungan yang sangat berbeda dan memang bertujuan untuk mendewasakan pemikiran dan tindakan individu ini secara tidak langsung membuat seseorang dipaksa untuk berubah mengikuti lingkungan barunya.
Kebiasaan berupa diperhatikan di berbagai bidang seperti penugasan, ujian harian, atau kiat-kiat lain di masa SMA tidak akan diingatkan lagi di masa perkuliahan. Individu yang dianggap telah dewasa dan mampu menentukan sendiri bagaimana mereka harus bertindak menyebabkan beberapa siswa yang notabene dianggap manja akan kesulitan di fase perkuliahan. Tak ayal beberapa mahasiswa mungkin akan mudah dengan keluar dari kampus untuk memilih bekerja atau berpindah kampus karena merasakan perlakuan yang berbeda atau tidak nyaman di lingkungan barunya. Ketidakmampuan dalam beradaptasi inilah yang perlu diingat terutama di masa depan, sebab kita akan selalu dihadapkan dengan kondisi semacam itu khususnya di dunia kerja. Ketika kita tidak dapat survive dan memilih menunda untuk menghadapi tantangan tersebut, maka kalian tidak akan bisa menghadapi dunia yang lebih kejam di luar sana.
Berbicara soal kuliah, mungkin dari beberapa dari kita telah memiliki tujuan masing-masing mengapa memilih untuk berkuliah setelah lulus SMA. Namun, beberapa perspektif yang harus diluruskan ketika berkuliah adalah kondisi lulus langsung kerja. Lalu mengapa? Bukannya dengan lulus sarjana seseorang akan langsung mendapatkan pekerjaan idaman? Jawabannya adalah salah. Di era digital yang semakin mempersempit peluang manusia untuk berpartisipasi karena telah digantikan oleh kecerdasan buatan manusia, maka peranan manusia untuk bekerja semakin kecil. Seseorang yang akan mendapatkan porsi dalam dunia kerja adalah mereka yang memiliki kelebihan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Pengalaman yang menjanjikan dan karya yang telah terpublikasi serta diakui menjadi nilai tambah untuk memperoleh pekerjaan idaman setelah lulus sarjana. Lalu apakah yang bisa dilakukan oleh mahasiswa?
Beberapa hal yang dapat kalian lakukan adalah mengikuti kegiatan relawan (volunteer), magang, mengikuti kegiatan organisasi baik di dalam maupun di luar kampus, atau memulai bisnis kecil-kecilan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat kalian lakukan untuk mempercantik CV (Curriculum Vitae) di depan HRD nanti. Akan tetapi, apakah seluruh kegiatan tersebut dapat dilakukan secara bersamaan mengingat kegiatan perkuliahan yang sangat padat? Jawabannya adalah sangat bisa dan memerlukan strategi penjadwalan agar bisa tereksekusi seluruhnya. Masing-masing kegiatan tersebut memiliki bobot kesulitan yang berbeda dan membutuhkan kualifikasi tertentu terutama bagi magang. Lalu bagaimana tips untuk mengatur kegiatan-kegiatan tersebut dengan padatnya jadwal perkuliahan agar bisa terlaksana dengan baik? Apakah boleh hanya memilih salah satu atau dua dari kegiatan tersebut?
Sebelum beranjak lebih jauh cara melakukan manajemen waktu yang tepat, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa sih tujuan dan manfaat mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Mulai dari yang pertama yaitu magang, menurut kamus internasional (The International Volunteer Directory) adalah kegiatan untuk mengasah kemampuan profesional. Magang dekat dengan dunia kerja dan beberapa dari magang memiliki kelebihan tersendiri yaitu mendapatkan insentif (sesuai kebijakan instansi). Magang biasanya akan dilakukan selama 3-6 bulan sesuai dengan kebijakan masing-masing instansi. Kegiatan ini biasanya telah difasilitasi kampus dalam bentuk mata kuliah yang wajib ditempuh. Manfaat yang akan kita dapatkan ketika mengikuti kegiatan magang adalah memahami lebih banyak dunia kerja, membuka peluang untuk direkrut menjadi pegawai tetap pada instansi tempat magang kita, melatih kemampuan dan keterampilan di bidang akademik yang dipelajari, dan memiliki relasi kompeten di tempat tersebut.
Kegiatan kedua yaitu menjadi volunteer, dimana kegiatan yang dikatakan lebih ringan daripada magang. Aktivitas sukarelawan ini akan membetuk rasa empati yang tinggi terhadap masalah yang terjadi di masyarakat. Personal branding yang akan tercipta bagi kalian tidak akan main-main, karena kalian akan dicap sebagai seorang yang berada di pihak masyarakat sehingga secara otomatis, reputasi baik akan terbangun dalam ruang publik untuk kalian. Kemudian, berorganisasi adalah hal yang sudah tidak asing di telinga kita sejak duduk di bangku SMA. Melalui mengikuti kepengurusan organisasi atau kepanitiaan, mahasiswa akan mengenal dunia kampus lebih luas. Kalian juga akan memiliki skill problem solving yang tinggi terlihat dari bagaimana cara kalian mengeksekusi sebuah kegiatan. Dari sini pula, kita diajarkan untuk belajar mengatur waktu dengan baik antara kuliah dan organisasi. Selain itu, kita juga mendapatkan relasi yang handal dan melatih cara kita berpikir dan berkomunikasi yang baik.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap aktivitas memiliki kelebihan dan tujuan yang berbeda. Bagaimana cara kita memprioritaskan untuk mengeksekusi kegiatan tersebut tergantung pada bagaimana kita ingin dipandang oleh orang lain. Ketika kalian ingin untuk dipandang sebagai expertise di bidang keilmuan yang dipelajari makan memprioritaskan magang lebih penting. Akan tetapi, ketika pekerjaan yang ingin kalian dapatkan merupakan instansi yang lebih banyak berkecimpung di dunia sosial, maka akan ada lebih baiknya ketika rekam jejak anda lebih banyak di dunia volunteer. Sementara itu, ketika kalian adalah sosok yang menyukai tantangan dan masalah yang ingin dicapai dan diinginkan oleh masyarakat kampus, maka mengikuti organisasi akan mengasah kemampuan kalian yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan pula.
Oleh sebab itu, ketiganya memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan mahasiswa. Ada kalanya ketika ketiganya dapat kalian lakukan dengan baik, maka keseluruhan skill akan melekat pada diri kita dan memberikan citra yang baik bagi diri kita sendiri. Memang untuk menyelesaikan seluruh kegiatan tersebut akan terasa sangat sulit apabila dibayangkan sejak dini, mulai dari persiapan berkas, mental, latihan soal, dan berbagai pertimbangan lain. Maka dari itu, kalian bisa menyiasatinya dengan membuat jadwal dengan membagi timeline kuliah menjadi 4 sub. Di tahun pertama, kalian bisa mengikuti kegiatan organisasi berupa UKM ataupun HIMA (apabila sudah memenuhi kualifikasi). Tahun berikutnya adalah waktu yang tepat bagi kalian mengasah lebih dalam aktivitas organisasi kalian sekaligus mengikuti kegiatan volunteer baik di dalam ataupun luar kampus.
Di semester V dan VI, kalian bisa mendalami dunia magang atau mungkin mencari beasiswa untuk mempercantik CV kalian. Sebab pada semester-semester tersebut, akan banyak sekali program yang sesuai dengan kualifikasi kalian. Dan di tahun terakhir, secara otomatis kalian telah memperoleh sertifikasi dari kegiatan yang telah kalian lakukan tiga tahun lalu dan mulai fokus pada penugasan akhir. Akan tetapi tidak salah juga ketika kalian menyelipkan aktivitas perlombaan atau menambah penghasilan dengan membuat startup kecil-kecilan atau mungkin bekerja freelance. Sebab kedua aktivitas tersebut juga mampu mendongkrak citra kalian di depan HRD karena kalian dinilai sebagai aktivis yang berkarya dan memiliki manajemen waktu yang baik. Maka dari itu, bagaimana kalian ingin dikenal oleh orang lain? Segera tentukan pilihan kalian teman-teman, sebab berpikir saja akan menghabiskan waktu dan menunda kesuksesan kalian. Tentukan pilihan kalian sekarang FIKOMRADE, semangat!
