Ilustrasi mesin ketik/ sumber foto: Pixabay

Kegiatan melakukan praktik jurnalisme kini tidak hanya bisa dilakukan oleh jurnalis atau wartawan. Jurnalisme kini bisa dilakukan oleh siapapun dan di mana pun. Terlebih, banyaknya media yang menjamur. Entah media konvensional atau sosial media, ruang untuk melakukan kegiatan jurnalisme kini lebih bebas. Bahkan masyarakat juga bisa melakukan citizen journalism, tanpa harus menjadi jurnalis atau wartawan terlebih dahulu. 

Sebelum melakukan kegiatan jurnalistik, ada 10 elemen yang perlu kita kenali. Apa saja? 

1) Sajikan Kebenaran 

Tugas utama dalam melakukan jurnalisme adalah kebenaran. Apapun yang terjadi di lapangan, beritakan kebenarannya. Kebenaran yang dimaksud disini bukanlah kebenaran dari agama maupun kebenaran filsafat. Kebenaran di sini adalah kebenaran fungsional yang ada di dalam masyarakat. Kebenaran yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, di luar kebenaran agama, filsafat, dan lainnya. Tentunya kebenaran di sini bisa direvisi layaknya sejarah dan ilmu pengetahuan. 

2) Masyarakat = Loyalitas 

Sebagai jurnalis, atau seseorang yang melakukan kegiatan jurnalisme, fokus yang harus diutamakan adalah masyarakat.  Seorang jurnalis harus menempatkan masyarakat sebagai tanggung jawab mereka, di atas tanggung jawab terhadap perusahaan atau pengiklan. Apapun yang terjadi, sudah sepatutnya jurnalis untuk mengedepankan urusan dan kepentingan masyarakat dibanding lainnya. 

3) Esensi Jurnalisme Adalah Verifikasi 

Isi sebenarnya dari jurnalisme adalah data yang valid dan terverifikasi. Data yang digunakan bukanlah khayalan atau fiksi, namun adalah data yang sebenar-benarnya dari narasumber dan fakta di lapangan. Seorang jurnalis harus bersikap transparan dan jujur dalam melakukan metode penggalian data maupun dalam mengeluarkan tulisan liputan. Selalu gunakan prinsip bahwa data dari tangan pertama lebih bisa diandalkan daripada data dari tangan kedua dan seterusnya. 

4) Wartawan Harus Independen 

Menjadi seorang wartawan harus bersikap independen terhadap sosok-sosok yang ia tulis. Baik dan buruknya selama ada data yang sah dan temuan di lapangan tetap harus ditulis. Ketika seorang wartawan mempunyai opini sendiri mengenai sesuatu atau sosok, wartawan masih bisa menuliskan selama ia masih mempunyai fakta dalam data ‘suci’ . 

5) Jurnalisme Memantau Kekuasaan 

Sudah sepatutnya jurnalisme memantau kekuasaan dan berfungsi untuk menyambung suara yang tertindas. Ada tiga macam liputan investigasi: investigasi orisinal, investigation on investigation, interpretative investigation. Dalam melakukan liputan seperti ini, sangat tidak disarankan untuk jurnalis atau wartawan ‘kerdil’. 

6) Jurnalisme Sebagai Forum Publik 

Jurnalisme bukanlah sebuah ruangan privat. Jurnalis harus bisa bisa bertanggung jawab atas semua liputan maupun tulisan yang telah ia buat. Forum jurnalisme dalam publik bisa tercipta di manapun dan kapanpun, bahkan seperti kolom berita yang ada di koran. Saat ini media dan teknologi sudah menjadi bagian yang melekat dalam jurnalisme karena mudah dan cepatnya partisipasi publik dalam menanggapi tulisan atau forum.

7) Jurnalisme Harus Memikat dan Relevan 

Jurnalis kini tidak hanya harus memiliki keterampilan dalam menulis. Jurnalis juga harus mampu mengemas tulisannya menjadi menarik. Menarik di sini tidak hanya dalam artian sensasional, namun menjadi artikel yang penting bagi masyarakat dan juga relevan dengan keadaan di lapangan yang mana harus menarik minat pembaca. Terlebih, saat ini isu selebriti menjadi asupan yang menarik bagi masyarakat daripada berita bisnis dan ekonomi. Maka dari itu jurnalis memiliki PR besar untuk dapat membuat masyarakat memiliki ketertarikan untuk membaca tulisannya. 

8) Berita Harus Proporsional dan Komprehensif 

Pemilihan berita adalah suatu hal yang sangat subyektif. Akibat subjektifnya berita, maka wartawan harus jeli dalam menyajikan suatu berita agar tetap proporsional. Layaknya peta, tidak hanya gambaran kasar, namun di dalamnya juga memuat detail-detail tiap blok, dan juga gambaran lengkap dari suatu daerah. 

9) Mendengarkan Hati Nurani 

Dalam berita, harus ada yang seseorang di puncak organisasi berita yang mengambil keputusan redaksional. Harus ada demokrasi dalam ruang redaksi. Editor juga turut bertanggung jawab dalam produk newsroom. Meski harus ada ruang demokrasi, perlu diperhatikan juga Undang-Undang yang berlaku. Tidak sedikit jurnalis yang tidak memahami aturan yang berlaku, terutama dalam hal pencemaran nama baik dan UU ITE. 

10) Hak dan Kewajiban Terhadap Berita

Saat ini kita sedang berada dalam Revolusi Komunikasi. Jurnalisme bukan lagi sekadar menjadi informasi. Saat ini informasi bebas berkeliaran, bahkan terkadang tidak ada penjaga gawang (gatekeeper) untuk mengawasi informasi yang beredar. Maka kewajiban jurnalisme terhadap berita adalan menangkal informasi salah atau hoax. Demokrasi dan jurnalisme lahir bersamaan, jika salah satu dari keduanya jatuh, maka mereka akan jatuh secara bersamaan. 

Itulah 10 elemen jurnalisme yang wajib kita ketahui sebagai jurnalis maupun yang ingin melakukan kegiatan jurnalisme. Adapun referensi yang bisa dibaca adalah buku dari Bill Kovach dan Tom Rosenstiel yang berjudul “The Elements of Journalism”.

Buku untuk referensi elemen jurnalisme/ Sumber: Amazon