Sikap kepemimpinan bukan hanya dapat diasah melalui permainan fisik, namun juga dapat diasah melalui permainan yang menggunakan diskusi dan pemikiran. Permainan-permainan yang kami coba susun melibatkan lebih banyak diskusi, refleksi, dan pemikiran strategis.

Hanya sebagai saran, sebaiknya permainan jenis ini dilakukan pada malam hari dengan suasana yang hening dan kondisi gelap total. Selama permainan ini berlangsung, peserta dilarang berbicara dengan teman atau kelompok lain tanpa seizin fasilitator. Berikut akan dipaparkan permainan yang telah kami susun, beserta dengan tujuan dari setiap permainan.

[1] Giras Cak

Peralatan: obor, kompor lapangan, gas, panci, air jahe, jamu brotowali, teh manis, gelas plastik (30 buah), sedotan plastik (77 buah). Aturan main: (a) Kelompok mendapat jatah minuman 3 gelas yang harus dihabiskan bersama. Gelas 1 berisi teh manis, gelas 2 berisi air jahe, sementara gelas 3 berisi brotowali. (b) Semua anggota kelompok harus meminum habis cairan dalam gelas. (c) Semua anggota kelompok harus merasakan ketiga minuman tersebut. Tujuan:Permainan pada pos awal ini bertujuan untuk membuat peserta sadar, bahwa dalam sebuah tim mereka harus bisa berbagi rasa. Bila satu merasa susah, maka semua juga akan susah. Pahit dan manisnya proses harus dinikmati bersama. Selain itu, pemilihan minuman juga memiliki alasan. Teh manis bertujuan untuk memberikan energi tambahan agar dapat beraktivitas malam hari. Air jahe untuk memberikan kehangatan. Sementara jamu brotowali dapat membantu menjaga kesehatan.

[2] Flesh or Flash

Peralatan: obor atau senter 11 buah. Aturan main: (a) Kelompok diberi pilihan untuk melakukan barter dengan penjaga pos. (b) Ketentuan barter adalah menukarkan 1 anggota kelompok dengan 1 senter atau obor. Tujuan permainan: Permainan ini menguji keteguhan tim untuk tetap kompak dan bersatu. Mereka tidak boleh mengorbankan salah satu anggota hanya untuk kepentingan atau keselamatan pribadi.

[3] Grepe-grepe

Peralatan: obor dan slayer sebanyak 2 buah. Aturan main: (a) Kelompok diminta untuk memilih 2 anggota kelompok yang akan menjadi penentu jalannya permainan. (b) Anggota kelompok yang terpilih akan ditutup matanya. (c) Penjaga pos kemudian akan memilih anggota kelompok lain secara acak untuk dikenali oleh peserta yang matanya ditutup. (d) Selama proses mengenali, peserta hanya diijinkan meraba wajah dan tangan. (e) Dilarang bersuara selama permainan, kecuali peserta dengan mata tertutup. Tujuan permainan: Melalui permainan ini, peserta akan diuji pengenalannya terhadap satu sama lain. Apakah mereka benar-benar mengenali kawan satu timnya atau tidak.

[4] Truth or Dare

Peralatan: obor. Aturan main: (a) Seluruh anggota kelompok diminta untuk berbaris menyamping. (b) Satu per satu peserta diminta untuk menyebutkan siapa anggota kelompok yang menurut mereka paling membebani beserta alasannya. Tujuan permainan: Ujian dalam permainan ini mengajarkan peserta untuk berani mengkomunikasikan keluh kesahnya, menegur anggota tim yang memang dirasa kurang berkontribusi, atau memiliki kinerja kurang. Mereka juga belajar untuk menerima kritik dan saran dari orang lain, serta merefleksikannya. Harapannya, peserta dapat berkembang bersama dan memperbaiki kekurangan masing-masing.

[5] Do or Die

Peralatan: obor, bola ping pong, pipa, ember, gelas plastik. Aturan main: (a) Kelompok akan mendapat brief permainan atau tantangan yang harus mereka selesaikan malam itu. (b) Tantangannya adalah, kelompok diminta untuk mengambilkan bola ping pong yang terdapat di tengah kolam ikan. (c) Kelompok mendapat bantuan berupa pipa, ember, dan gelas plastik. (d) Alat bantu boleh digunakan atau tidak, kelompok bebas memilih. (e) Kelompok diberi pilihan untuk bermain, hanya melewati pos, atau langsung mengakhiri perjalanan (kembali ke kamar dan tidur). (f) Bila kelompok memilih untuk bermain, maka kelompok langsung dinyatakan menang, bahkan tanpa benar-benar bermain. Bila kelompok memilih untuk mengakhiri perjalanan, maka kelompok dinyatakan kalah. Bila kelompok memilih untuk melewati pos dan melakukan perjalanan ke pos berikutnya, maka kelompok dinyatakan seri atau draw. Tujuan permainan: Berani menerima tantangan adalah satu-satunya tujuan dari permainan ini. Keberanian tim untuk menerima tantangan menunjukkan sikap seorang pemimpin yang pantang menyerah, dan berani mengambil resiko untuk mencapai sebuah tujuan.

Melalui permainan malam hari ini, diharapkan peserta
mampu semakin menyadari kemampuan dirinya, baik kelebihan maupun kekurangan.
Dengan demikian, peserta juga dapat menerima kekurangan orang lain, serta
mengelolah sumber daya manusia dalam timnya dengan baik. Peserta juga diuji dan
semakin diteguhkan atas hasil refleksi permainan fisik sebelumnya. Pada
dasarnya permainan malam hari ini tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 5
menit untuk setiap jenis permainan.

Perlu menjadi perhatian bahwa durasi dari permainan malam ini sangat bergantung dengan besaran jumlah anggota kelompok yang ada. Sebagai catatan tambahan, perlengkapan obor yang ada pada setiap jenis permainan, merupakan penanda sebuah pos atau lokasi permainan berada. Selain itu, obor juga berfungsi sebagai penerang bagi penjaga pos atau fasilitator yang bertugas. [Artikel ini ditulis oleh pengajar Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media, Louisa Christine Hartanto, S.I.Kom., M.Si., dan mahasiswa FIKOM 2018, Peter Anggorojati]