Mengenal Lebih Jauh Kelompok Pengguna Media Sosial Berdasarkan Kebiasaannya

[Ditulis Kirana Ratu Sekar Kedaton, FIKOM 2020]
Ilustrasi: Pengguna Media Sosial (Sumber: teknonisme.com)

Berbicara tentang media sosial tidak akan pernah lepas dari kehidupan modern dan digitalisasi yang kerap dikaitkan dengan generasi milenial dan generasi Z. Hampir seluruh manusia yang tergolong dalam generasi tersebut memiliki kecanduan atau kebutuhan khusus dengan menyiapkan sebagian waktunya untuk mengecek apakah yang telah terjadi di kehidupan maya, entah hanya untuk sekadar untuk tahu, mencari pengalaman baru, atau menjadi pereda stress karena didalamnya syarat akan perhatian dan tanggapan dari orang lain.

Sebelum merangkak jauh mengenali kelompok pengguna media sosial, akan lebih menarik ketika kita mengetahui apa itu media sosial dan fungsinya. Media sosial adalah sebuah wadah atau jembatan bagi produsen dan konsumen untuk berbagi data teks, foto, video, dan audio yang tersajikan pada sebuah dasar ideologis website 2.0 yang digunakan untuk bertukar pikiran, penafsiran, atau opini yang mana juga berfungsi sebagai tempat pemasaran baru. Salah satu elemen terjadinya komunikasi ini memiliki peranan yang sangat penting. Dengan hadirnya media sosial, masyarakat dapat saling bertukar informasi, mengutarakan opini, berbagi cerita, personal branding, bernegosiasi, dan tentunya bersosialisasi dengan orang yang tidak terbatas.

Fungsi-fungsi tersebut ditunjang dengan karakteristik media sosial yaitu memberikan wadah untuk seluruh pengguna berpartisipasi, adanya ruang terbuka seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa harus melalui gatekeeper, ruang untuk berbincang, serta konektivitas yang luas dan tidak terbatas menyebabkan seseorang mampu memberi dan berbagi apapun dengan sangat mudah. Hal yang akan membahayakan bagi pengguna tersebut adalah ketika karakteristik keterbukaan ini tidak terkontrol dengan baik yaitu dengan membagikan informasi pribadi secara berlebihan. Hal semacam ini akan mengundang berbagai kejahatan siber yang terjadi sangat mulus dan tidak dapat diprediksi oleh masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan Ilmu Psikologi diketahui bahwa manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Level batasan pribadi untuk diketahui oleh orang lain dan tujuan untuk melakukan suatu komunikasi akan berbeda, misalnya orang yang ekstrovert akan berbeda dengan para introvert ketika dihadapkan dalam komunikasi melalui media. Masing-masing pengguna media sosial akan melakukan framing sesuai apa yang mereka inginkan dan butuhkan dari melakukan aktivitas di dunia maya tersebut. Maka dari itu, tidak akan mudah bagi kita untuk mempercayai interaksi dengan individu lain karena tujuan abstrak yang tidak kita ketahui sebelumnya. Lalu bagaimanakah cara sebenarnya untuk berinteraksi di dalam media?

Berdasarkan penggolongan tipe pengguna media sosial, dalam buku Satellite Marketing: Using Social Media to Create Egangement yang dikarang oleh Kevin Popofic (2016), diketahui bahwa terdapat 7 kelompok berbeda dalam penggunaan media. Ketujuh tipe pengguna tersebut di antaranya, yaitu Creator, Conversationalists, Critic, Collector, Joiner, Spectator, dan Inactive. Dimulai dari tipe pertama, Creator adalah golongan pengguna yang mempublikasikan laman website, menulis blog, atau mengunggah foto serta video yang mereka buat untuk diketahui oleh orang lain. Umunya jenis pengguna ini akan lebih aktif di dalam blog, situs web, channel Youtube pribadi untuk membangun personal branding. Tipe kedua, yaitu Conversationalists adalah kelompok yang suka membagikan pemikirannya dan selalu berpartisipasi dalam forum diskusi yang tersedia dalam media sosial. Golongan pengguna tipe ini biasanya akan kita temui di Facebook, Path, dan Twitter yang memberikan ruang yang sangat lebar bagi seluruh pengguna yang tergabung. Tipe ketiga atau Critic adalah seseorang yang cukup berkontribusi dalam sebuah postingan dengan memberikan like, komentar ringan, dan membandingkan hasil yang dia baca secara personal untuk konsumsi pribadi. Tipe berikutnya, yaitu Collector merupakan kelompok yang menggunakan RSS (Rich Site Summary) atau notifikasi dari kanal website dan berlompat dari satu tautan website satu ke website lain untuk mencari informasi.

Joiner adalah kelompok yang menggunakan koneksi multifungsi dari segala macam media untuk memperoleh informasi. Orang dari kelompok ini akan suka berpindah-pindah dari satu medsos ke medsos lain. Jenis tipe pengguna berikutnya adalah Spectator adalah golongan yang hanya membaca tulisan blog, melihat postingan foto, menonton postingan video, dan mendengarkan podcast. Sementara itu, kelompok terakhir yang paling tidak berinteraksi yaitu Inactive, di mana kelompok ini memiliki prfoil di setiap akun media sosial namun tidak melakukan partisipasi apapun atas konsumsi informasi dan konten yang ada di media tersebut. Perbedaan kebiasaan manusia dalam berkomunikasi di dunia maya ini tentunya ditujukan oleh suatu maksud tertentu. Mengingat pula bahwa sejatinya jejak digital tidak akan mudah dihapus. Hal inilah yang mungkin mendasari beberapa khalayak memilih untuk menutupi jati diri yang sebenarnya agar menanggulangi risiko buruk yang akan terjadi.

Namun tidak demikian halnya dengan kelompok seperti golongan Creator dan Conversationalists yang menyukai eksistensi dirinya di kanal media. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi mereka yaitu berupa personal branding yang baik. Konsistensi konten dan komentar yang baik dan terencana serta bertanggungjawab sesuai dengan hukum yang berlaku, akan memberikan dampak yang baik bagi kalangan lain. Di mana melalui hal tersebut, seseorang mampu mendapatkan informasi dan insight baru yang bermanfaat bagi mereka karena mungkin sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan kondisi pengguna di saat itu. Siklus informasi dan konten media ini akan selalu seperti itu, ketika terdapat produsen konten maka akan selalu ada konsumen yang siap menikmati hasil produksi meskipun dalam taraf rentang keaktifan yang berbeda. Maka dari itu keseluruhan tipe pengguna tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan khalayak berhak memilih, seperti apakah mereka ingin dilihat oleh orang lain. Jadi, manakah tipe kebiasaan bermedia sosial kalian?