{"id":1263,"date":"2021-11-18T09:25:28","date_gmt":"2021-11-18T02:25:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?p=1263"},"modified":"2023-03-20T09:48:59","modified_gmt":"2023-03-20T02:48:59","slug":"mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/","title":{"rendered":"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur"},"content":{"rendered":"<p><strong>[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020]<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_1264\" aria-describedby=\"caption-attachment-1264\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1264\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1708\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg 2560w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-300x200.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-768x512.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-2048x1366.jpg 2048w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-255x170.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1264\" class=\"wp-caption-text\">Ilustrasi: Mengenal Musik Grunge | Sumber: Andrea Piacquadio\/Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian dari kita mungkin sudah paham dan mengenal betul apa itu aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Atau mungkin hanya sekadar tahu bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanyalah salah satu konten yang sering muncul di aplikasi Pinterest. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saat ini memang tidak terlalu dikenal, terlebih meledaknya aliran musik lain seperti <em>K-pop<\/em>, <em>rock<\/em>, atau <em>pop<\/em> yang masih jadi primadona. Meski begitu, aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masih punya penikmatnya tersendiri yang biasanya disebut sebagai \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2019.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nirvana. Banyak orang yang mungkin sering mendengar nama band ini atau bahkan menjadi salah satu penggemarnya. Mungkin, nama Kurt Cobain adalah nama yang terlintas ketika seseorang menyebut nama Nirvana. Yap, nama Nirvana dan Kurt Cobain seolah beriringan ketika ada pembahasan mengenai aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya, aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah aliran musik seperti apa dan bagaimana awal mulanya hingga menjadi suatu kultur?\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Musik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sering juga disebut Seattle Sounds yang termasuk dalam sub-genre Rock Alternatives. Disebut Seattle Sounds karena memang aliran musik ini mulai dikenal di sekitaran kawasan Seattle. Aliran musik ini awalnya hanya terkenal di kawasan lokal Barat Laut,\u00a0 Amerika Serikat di pertengahan tahun 80-an. Lalu, aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mulai meluas dan terkenal di tahun 90-an.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masih menjadi nama yang samar didengar di masyarakat. Berbeda dengan jenis aliran musik lain yang jauh dikenal seperti <em>pop<\/em>, <em>jazz<\/em>, hingga <em>rock<\/em>. Belum diketahui secara pasti siapa pencetus nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada awalnya, namun banyak dipercaya bahwa Mark Arm, seorang vokalis band Green River menggunakan kata ini pertama kali pada tahun 1981.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri khas dari lagu dengan aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa dikenali dari dentuman musik hingga makna liriknya. Distorsi gitar yang keras, riff gitar, hingga beat drum yang kencang menjadi ciri aliran musik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri banyak dipengaruhi oleh beberapa aliran seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">punk rock, heavy metal, hardcore punk, hard rock, alternative rock, trash metal, sludge metal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u00a0 hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">noise rock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Adapun turunan dari aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">post-grunge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nu metal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dari makna liriknya, aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">banyak memiliki arti yang dalam. Dari makna lirik inilah yang membuat nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">turut meluas. Lagu dengan aliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">biasanya memiliki arti yang mendalam karena berisi tentang pengabaian, isu sosial, trauma psikologis, keinginan untuk kebebasan (liberalisme), hingga feminisme.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musik dengan nada yang berbeda, hingga isi lirik yang penuh arti membuat aliran ini mulai digemari di tahun 1990-an. Terlebih ketika Nirvana tampil MTV Unplugged di tahun 1993. Nirvana membawakan album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bleach <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan album kedua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nevermind. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Di album Nirvana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nevermind <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan lagunya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Smells Like Teen Spirit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seolah mewabah hingga mampu menggeser album Michael Jackson yang ada di puncak <em>billboard<\/em> kala itu. Di saat itu juga banyak <em>band <\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mulai bergabung dengan label rekaman komersil. Kesuksesan Nirvana dianggap menjadi motivasi bagi band lainnya untuk bisa memperkenalkan aliran ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa <em>band<\/em> yang dianggap memperkenalkan aliran ini adalah Nirvana, Seattle, dan Green River. Sedangkan, ada lima band lain seperti Soundgarden, Melvins, Malfunkshun, Skin Yard, dan The U-Men yang merilis album kompilasi dengan judul Deep Six di tahun 1986. Dari kompilasi album ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">semakin banyak mendapat perhatian. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya di Barat, Indonesia memiliki beberapa band yang beraliran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tidak kalah bagusnya dengan band yang ada di Barat. Sebut saja, Navicula, Cupumanik, Besok Bubar, Depresi Demon, hingga Ahmad Band. Band-band <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">asal Indonesia banyak yang menyampaikan aspirasinya hingga sindiran politik dalam lagunya. Sebut saja Navicula-Busur Hujan atau Ahmad Band-Distorsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri banyak memiliki makna seperti \u2018sampah\u2019, \u2018kumuh\u2019, hingga \u2018kotoran\u2019. Maka dari itu tak jarang, banyak yang menilai seseorang itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hanya dari pakaiannya. Hal ini dikarenakan banyaknya musisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berpenampilan \u2018gembel\u2019, tak terawat, dengan pakaian serba gelap. Penampilan seperti ini rupanya dianggap sebagai suatu ekspresi oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tampilan apa adanya dan semaunya dianngap sebagai representasi anak muda yang ingin kebebasan tanpa terikat aturan tertentu.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Rupanya, aliran musik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mulai redup di tahun 1994 ketika Kurt Cobain meninggal dunia. Meninggalnya Kurt Cobain seolah menjadi akhir dari kepopuleran musik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena banyaknya band dengan aliran sama namun tidak bisa sesukses Nirvana. Meski begitu, aliran musik ini mempunyai turunan dan kultur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tetap eksis hingga saat ini meski banyak perubahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bermula dari aliran musik, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seolah menjadi gaya hidup anak muda kala itu. Meski saat ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masih ada, namun tentunya berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di awal ketenaran di tahun 80-an. Saat itu anak muda yang hidup dengan kultur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">benar-benar menjadi orang yang sangat tidak tertata dan berpenampilan sangat kumuh. Berbeda dengan zaman masa kini yang menjadikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">salah satu tampilan mode. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi dicirikan sebagai pakaian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gothic <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan nuansa gelap. Tak hanya di busana, berbagai bentuk riasan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">a la Grunge<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga banyak dibuat oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">content creator. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Meski berbeda dengan konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada awalnya, kultur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">masa kini menjadi bukti bahwa kultur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tetap memberikan corak tersendiri terlepas peminatnya yang tidak terlalu banyak dibandingkan kultur lainnya yang selalu eksis seperti <em>reggae<\/em>, <em>ska<\/em>, atau <em>K-pop<\/em>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak penikmat musik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tidak ingin disebut sebagau g<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rungies. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya penikmat namun juga musisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grunge <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti Nirvana tidak ingin disebut sebagai seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini disebabkan karena mereka tidak bangga dengan gaya hidup seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kotor, kumuh, suka merampok, narkoba, dan hal dengan stigma negative lainnya. Saat itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grungies <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga kerap dianggap meresahkan karena setiap adanya acara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gigs <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka akan membuat formasi untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">moshing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibawah pengaruh alcohol tanpa tahu isi lagu dan makna dari lagu yang dibawakan. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020] Sebagian dari kita mungkin sudah paham dan mengenal betul apa itu aliran grunge? Atau mungkin hanya sekadar tahu bahwa grunge hanyalah salah satu konten yang sering muncul di aplikasi Pinterest. Grunge saat ini memang tidak terlalu dikenal, terlebih meledaknya aliran musik lain seperti K-pop, rock, atau pop&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1264,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,1,8],"tags":[55,155,177,63,176,175,20],"class_list":["post-1263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-banner","category-latest-news-latest-news","category-latest-news","tag-fikom","tag-fikomrade","tag-grunge","tag-ilmu-komunikasi","tag-musik","tag-trivia","tag-universitas-ciputra"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020] Sebagian dari kita mungkin sudah paham dan mengenal betul apa itu aliran grunge? Atau mungkin hanya sekadar tahu bahwa grunge hanyalah salah satu konten yang sering muncul di aplikasi Pinterest. Grunge saat ini memang tidak terlalu dikenal, terlebih meledaknya aliran musik lain seperti K-pop, rock, atau pop...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-11-18T02:25:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-20T02:48:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1708\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gabriela Swastika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gabriela Swastika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Gabriela Swastika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec\"},\"headline\":\"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur\",\"datePublished\":\"2021-11-18T02:25:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-20T02:48:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/\"},\"wordCount\":879,\"commentCount\":2,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/11\\\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"FIKOM\",\"FIKOMRADE\",\"grunge\",\"ilmu komunikasi\",\"musik\",\"trivia\",\"Universitas Ciputra\"],\"articleSection\":[\"Banner\",\"Latest News\",\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/\",\"name\":\"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/11\\\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2021-11-18T02:25:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-20T02:48:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/11\\\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/11\\\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1708,\"caption\":\"Ilustrasi: Mengenal Musik Grunge | Sumber: Andrea Piacquadio\\\/Pexels\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec\",\"name\":\"Gabriela Swastika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Gabriela Swastika\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/author\\\/gabriela-swastikaciputra-ac-id\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur - Universitas Ciputra","og_description":"[Ditulis oleh Hadjar Chanissa Nur Malika, FIKOM 2020] Sebagian dari kita mungkin sudah paham dan mengenal betul apa itu aliran grunge? Atau mungkin hanya sekadar tahu bahwa grunge hanyalah salah satu konten yang sering muncul di aplikasi Pinterest. Grunge saat ini memang tidak terlalu dikenal, terlebih meledaknya aliran musik lain seperti K-pop, rock, atau pop...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2021-11-18T02:25:28+00:00","article_modified_time":"2023-03-20T02:48:59+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1708,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gabriela Swastika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Gabriela Swastika","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/"},"author":{"name":"Gabriela Swastika","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec"},"headline":"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur","datePublished":"2021-11-18T02:25:28+00:00","dateModified":"2023-03-20T02:48:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/"},"wordCount":879,"commentCount":2,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg","keywords":["FIKOM","FIKOMRADE","grunge","ilmu komunikasi","musik","trivia","Universitas Ciputra"],"articleSection":["Banner","Latest News","Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/","name":"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg","datePublished":"2021-11-18T02:25:28+00:00","dateModified":"2023-03-20T02:48:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/11\/pic1-Mengenal-Aliran-Grunge-scaled.jpg","width":2560,"height":1708,"caption":"Ilustrasi: Mengenal Musik Grunge | Sumber: Andrea Piacquadio\/Pexels"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/mengenal-aliran-grunge-bermula-dari-musik-hingga-kultur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Aliran Grunge: Bermula Dari Musik Hingga Kultur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec","name":"Gabriela Swastika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g","caption":"Gabriela Swastika"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/author\/gabriela-swastikaciputra-ac-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1263"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1855,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1263\/revisions\/1855"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}