{"id":1287,"date":"2021-12-15T09:14:37","date_gmt":"2021-12-15T02:14:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?p=1287"},"modified":"2022-09-26T11:36:05","modified_gmt":"2022-09-26T04:36:05","slug":"representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/","title":{"rendered":"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak!"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1291\" aria-describedby=\"caption-attachment-1291\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1291\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg 1280w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca-300x169.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca-768x432.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca-255x143.jpg 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1291\" class=\"wp-caption-text\"><em>Mobile Legends<\/em> Rilis Karakter Gatotkaca | Sumber: esportku.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>[Ditulis oleh: Hadjar Chanissa Nur Malika, Louisa Christine Hartanto, Monika Teguh]<\/strong><\/p>\n<p>Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah surganya budaya. Kepulauan yang bergugusan dari ujung Sabang sampai Merauke menghasilkan budaya mereka dengan ciri khas masing-masing. Tentunya hal ini turut dilatar belakangi oleh adat, agama, dan berbagai faktor lainnya. Di masa yang cepat ini, globalisasi sepertinya turut berperan dalam lunturnya kebudayaan bangsa Indonesia. Arus masuknya budaya asing yang terbuka lebar dan rasa gengsi terhadap budaya sendiri turut memengaruhi luntur bahkan hilangnya budaya di Indonesia. Bahkan, budaya asli Indonesia terkadang turut diklaim oleh pihak lain yang merasa bahwa ia telah memiliki dan mempelajari budaya tersebut. Inilah tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Bagaimana kita bisa menjaga dan melestarikan budaya yang masih ada di tengah gempuran budaya asing yang masuk? Banyaknya budaya asing yang masuk tanpa dibentengi dengan pelestarian terhadap budaya asli akan melunturkan budaya bangsa dan menghilangkan identitas asli bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Berbagai cara telah diupayakan berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan agar tidak pudar. Mulai dari instansi pemerintah hingga lembaga swasta, mereka melakukan berbagai program kerja dan kampanye untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda masa kini. Bukan tanpa alasan, generasi muda yang saat ini lebih banyak terpapar teknologi membuat mereka semakin abai terhadap kebudayaannya sendiri. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan pendekatan khusus untuk menarik minat dan memberikan pengetahuan seputar budaya asli Indonesia. Salah satunya adalah representasi budaya Indonesia melalui karakter Gatotkaca di<em> game<\/em> <em>Mobile Legend: Bang-Bang<\/em> (MLBB). Dalam jurnal yang ditulis oleh Hartanto, Teguh, dan Thie (2021) menyebutkan bahwa MLBB adalah salah satu <em>mobile game<\/em> yang mempresentasikan budaya Indonesia melalui penyampaian pesan dari salah satu karakternya.<\/p>\n<p>MLBB menyebutkan bahwa karakter <em>hero<\/em> Gatotkaca yang mereka rilis pada tahun 2017 adalah Gatotkaca yang berasal dari budaya Indonesia. Lalu, apakah representasi pesan budaya yang ada dalam karakter Gatotkaca MLBB sudah cukup untuk mengenalkan budaya Indonesia di kalangan anak muda? Seperti yang sudah tertulis dalam jurnal penelitian Hartanto, Teguh, dan Thie (2021), bahwa dalam penelitian ini menunjukkan karakter Gatotkaca dalam MLBB merepresentasikan kearifan dan karakter Gatotkaca dalam bingkai budaya Indonesia. Karakter ini juga dinilai cukup baik untuk mewakili kearifan dan karakter yang dikemas dalam bentuk <em>hero game<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut penulis, munculnya karakter <em>game<\/em> yang diadaptasi dari sosok gatotkaca adalah salah satu pendekatan yang bagus dalam mengenalkan kebudayaan asli Indonesia. Tidak hanya untuk warga Indonesia saja, kemunculan karakter ini juga turut mengenalkan budaya Indonesia ke kancah yang lebih luas hingga mancanegara. Deskripsi karakter yang disampaikan dalam game juga sesuai dengan karakter Gatotkaca dalam cerita aslinya, kuat, pantang meyerah, gagah, dan memiliki sifat patriotisme yang kuat. Selain Gatotkaca, karakter lain yang dianggap berasal dari mitos budaya Indonesia adalah Kadita. Kadita adalah representasi dari Ratu Pantai Selatan, yakni Nyi Roro Kidul. Hal ini juga disampaikan oleh Lius Andre dalam\u00a0 (Alfarizi, 2018) bahwa alasan Moonton merilis hero yang terinspirasi dari legenda di Indonesia adalah karena ingin memberikan apresiasi pada antusiasme gamers MLBB Indonesia.<\/p>\n<p>Tentunya, pendekatan seperti inilah yang harus sering digalakkan agar budaya bangsa tidak hanya lenyap ditelan zaman. Selain dikenal, budaya Indonesia juga menjadi lebih menarik jika dikemas dengan hal yang berhubungan dengan generasi muda saat ini.<\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Alfarizi, M. K. (2018, 12 22). <em>Tekno Tempo<\/em>. Retrieved from Tekno Tempo: https:\/\/tekno.tempo.co\/read\/1157665\/jadi-hero-mobile-legends-simak-mitologi-tentang-kadita-ini\/full&amp;view=ok<\/li>\n<li>Hartanto, L. C., Teguh, M., &amp; Thie, R. T. (2021). Gatotkaca in Mobile Legend: Bang-Bang Game as Representation of Indonesia Culture. <em>Atlantis Press<\/em>, 2<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[Ditulis oleh: Hadjar Chanissa Nur Malika, Louisa Christine Hartanto, Monika Teguh] Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah surganya budaya. Kepulauan yang bergugusan dari ujung Sabang sampai Merauke menghasilkan budaya mereka dengan ciri khas masing-masing. Tentunya hal ini turut dilatar belakangi oleh adat, agama, dan berbagai faktor lainnya. Di masa yang cepat ini, globalisasi sepertinya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1291,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,7,1,8],"tags":[55,155,184,186,63,185,183,20],"class_list":["post-1287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-achievements","category-research","category-latest-news-latest-news","category-latest-news","tag-fikom","tag-fikomrade","tag-game","tag-gatotkaca","tag-ilmu-komunikasi","tag-mobile-legends","tag-penelitian","tag-universitas-ciputra"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak! - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak! - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"[Ditulis oleh: Hadjar Chanissa Nur Malika, Louisa Christine Hartanto, Monika Teguh] Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah surganya budaya. Kepulauan yang bergugusan dari ujung Sabang sampai Merauke menghasilkan budaya mereka dengan ciri khas masing-masing. Tentunya hal ini turut dilatar belakangi oleh adat, agama, dan berbagai faktor lainnya. Di masa yang cepat ini, globalisasi sepertinya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-15T02:14:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-26T04:36:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gabriela Swastika\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gabriela Swastika\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Gabriela Swastika\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec\"},\"headline\":\"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak!\",\"datePublished\":\"2021-12-15T02:14:37+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-26T04:36:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/\"},\"wordCount\":570,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/12\\\/Gatotkaca.jpg\",\"keywords\":[\"FIKOM\",\"FIKOMRADE\",\"game\",\"Gatotkaca\",\"ilmu komunikasi\",\"Mobile Legends\",\"penelitian\",\"Universitas Ciputra\"],\"articleSection\":[\"Achievements\",\"Class Activities\",\"Latest News\",\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/\",\"name\":\"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak! - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/12\\\/Gatotkaca.jpg\",\"datePublished\":\"2021-12-15T02:14:37+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-26T04:36:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/12\\\/Gatotkaca.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2021\\\/12\\\/Gatotkaca.jpg\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"Mobile Legends Rilis Karakter Gatotkaca | Sumber: esportku.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec\",\"name\":\"Gabriela Swastika\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Gabriela Swastika\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/author\\\/gabriela-swastikaciputra-ac-id\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak! - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak! - Universitas Ciputra","og_description":"[Ditulis oleh: Hadjar Chanissa Nur Malika, Louisa Christine Hartanto, Monika Teguh] Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia adalah surganya budaya. Kepulauan yang bergugusan dari ujung Sabang sampai Merauke menghasilkan budaya mereka dengan ciri khas masing-masing. Tentunya hal ini turut dilatar belakangi oleh adat, agama, dan berbagai faktor lainnya. Di masa yang cepat ini, globalisasi sepertinya...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2021-12-15T02:14:37+00:00","article_modified_time":"2022-09-26T04:36:05+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gabriela Swastika","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Gabriela Swastika","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/"},"author":{"name":"Gabriela Swastika","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec"},"headline":"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak!","datePublished":"2021-12-15T02:14:37+00:00","dateModified":"2022-09-26T04:36:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/"},"wordCount":570,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg","keywords":["FIKOM","FIKOMRADE","game","Gatotkaca","ilmu komunikasi","Mobile Legends","penelitian","Universitas Ciputra"],"articleSection":["Achievements","Class Activities","Latest News","Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/","name":"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak! - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg","datePublished":"2021-12-15T02:14:37+00:00","dateModified":"2022-09-26T04:36:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2021\/12\/Gatotkaca.jpg","width":1280,"height":720,"caption":"Mobile Legends Rilis Karakter Gatotkaca | Sumber: esportku.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/representasi-budaya-indonesia-dengan-karakter-game-mengapa-tidak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Representasi Budaya Indonesia Dengan Karakter Game? Mengapa Tidak!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/da325f24ac3a3eda247e3c5f80e2e5ec","name":"Gabriela Swastika","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6b03edf7d3db51d89227cb8bf1fc214f4b0c1a98372e0e1cee65ff467f9b31be?s=96&d=mm&r=g","caption":"Gabriela Swastika"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/author\/gabriela-swastikaciputra-ac-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1287"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1293,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1287\/revisions\/1293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}