{"id":1685,"date":"2022-09-30T09:07:59","date_gmt":"2022-09-30T02:07:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?p=1685"},"modified":"2022-09-30T09:07:59","modified_gmt":"2022-09-30T02:07:59","slug":"siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/","title":{"rendered":"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio?"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1686\" aria-describedby=\"caption-attachment-1686\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-1686\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-200x113.jpg 200w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-100x56.jpg 100w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-75x42.jpg 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1-50x28.jpg 50w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1686\" class=\"wp-caption-text\">Akankan Siniar Menggantikan Radio? | Sumber: Pixabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tak asing dengan nama Rintik Sedu? Podkesmas? Atau Raditya Dika barangkali?\u00a0 Nama-nama tersebut tentu tak asing bagi para pendengar setia siniar atau yang populer disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Anak muda masa kini banyak yang memilih mendengarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengisi waktu senggangnya atau sekadar menemani beraktivitas alih-alih mendengarkan informasi melalui radio. Radio sering disebut sebagai media <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">old-school <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang pendengarnya hanyalah kalangan usia dewasa hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">boomer.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Meski <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sangat populer, apakah bisa menggantikan radio yang lebih dulu mengudara?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Radio sudah masuk ke Indonesia sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Diawali dengan radio amatir yang mengudara yakni Radio Vereniging (BRV) di Batavia pada tahun 1925. Hingga akhirnya mulai bermunculan radio-radio besar di Jawa dan juga luar Jawa seperti\u00a0 Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij (NIROM), Vereeniging Omroep Radio Luisteren (VORL) berdiri di Bandung tahun 1934, Mataramshe Vereeniging Radio Omroep (MVRO) berdiri di Yogyakarta tahun 1934 hingga Radio Semarang (RS) berdiri di Semarang tahun 1936. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu, radio tidak hanya sebagai sumber informasi namun juga digunakan oleh Jepang untuk menyebarkan propaganda untuk Indonesia. Di saat terjadinya terjadinya pengeboman terhadap kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang, radio turut menjadi saluran informasi untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring berjalannya waktu, radio turut menemani kiprah industri media di Indonesia. Tidak hanya sebagai pusat informasi, radio juga berfungsi sebagai penghasil konten audio untuk keperluan berbagai hal seperti edukasi dan hiburan. Di tahun 1990 hingga 2000-an, radio musik seolah menjadi primadona bagi muda-mudi karena dapat me-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">request<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lagu kesukaan mereka atau sekadar menitip salam untuk seseorang. Menjadi penyiar radio juga dianggap sebagai pekerjaan yang keren karena dianggap gaul, banyak relasi, dan punya pengetahuan yang luas. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, produksi konten melalui radio juga turut tergerus oleh zaman yang serba cepat ini. Kemunculan siniar atau yang kerap disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">secara tidak langsung menggeser posisi radio sebagai salah satu media hiburan bentuk audio. Di masa kini, radio sering dianggap sebagai gaya hidup yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">old-school<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2018gak kekinian banget\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Generasi Millennial dan Z lebih banyak yang memilih mendengarkan siniar yang dianggap sebagai gaya hidup masa kini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama-sama memproduksi konten audio dan rasa kedekatan kepada pendengarnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dinilai lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ringkas untuk didengarkan. Konten pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang dibuat lebih variatif dan memiliki pembahasan tertentu dengan waktu yang telah ditentukan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dibanding radio dimana pendengar dapat memilih konten seperti apa yang ingin didengarkan dan memilih durasi waktu yang cocok untuk disesuaikan dengan waktu beraktifitas. Tentu sangat berbeda dengan radio dimana kita harus mengetahui jadwal dari program radio yang sudah ada. Jika terlewat dari jam yang telah ditentukan, jelas kita tidak akan dapat mendengarkan siaran yang sudah lewat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari media penyiarannya, radio dapat dinikmati ke dalam berbagai bentuk frekuensi seperti AM dan FM bahkan melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">streaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> internet, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">umumnya didistribusikan melalui platform media yang membutuhkan internet untuk mengaksesnya, seperti Spotify, Noice, hingga Youtube. Radio tetap dapat didengarkan tanpa bantuan internet selama masih dalam jangkauan frekuensinya, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harus diunduh terlebih dahulu jika ingin didengarkan tanpa internet. Kekurangan dari radio yang didengarkan tanpa internet adalah seringnya muncul hambatan seperti suara bising.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah terlihat kekurangan dan kelebihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan radio, apakah benar jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat dapat menggantikan bahkan mematikan bisnis radio? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menggantikan radio, tentu sudah jelas podcast sudah menggantikan radio untuk kebutuhan audio konten di mana-mana. Bahkan ketika radio sudah banyak yang menyediakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">streaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tetap lebih unggul untuk didengarkan daripada radio. Namun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak dapat dikatakan benar-benar mematikan bisnis radio. Meski kemunculan <em>podcast<\/em> sempat membuat bisnis radio gigit jari, terbukti beberapa stasiun radio masih mampu bertahan di era gempuran konten audio lain seperti<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak hanya mengandalkan pemasukan dari iklan, beberapa radio juga turut membuat bisnis di luar program penyiaran seperti radio Visipro yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">event organizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk pemasukannya. Adapun radio Prambors yang masih sangat eksis di zaman dulu hingga sekarang tetap bertahan karena dapat mengikuti perkembangan pasar dengan baik sehingga tetap memiliki pendengar setia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang dianggap sebagai \u2018barang baru\u2019 yang dinilai lebih baik daripada radio dengan berbagai keunggulan. Meski begitu, ada hal yang tidak dapat dimiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan hanya dimiliki radio. Kecepatan informasi adalah hal yang dimiliki oleh radio. Radio dapat menyiarkan informasi secara cepat bahkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real-time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <em>Podcast<\/em> hanya dapat membahas isu yang sedang viral, namun radio dapat menyiarkan isu tersebut jauh lebih cepat. Radio juga masih menjadi konten audio yang lebih sering didengarkan ketika dalam perjalanan di mobil, terutama bagi pendengar yang memerlukan informasi lalu lintas secara langsung. Tidak hanya itu, jika di tempat dengan akses informasi susah seperti pedesaan, radio akan tetap dianggap sebagai saluran media yang murah dan cepat. Maka dari itu, radio akan tetap selalu memiliki pendengar di tengah gempuran gaya hidup masa kini seperti mendengarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">podcast<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tak asing dengan nama Rintik Sedu? Podkesmas? Atau Raditya Dika barangkali?\u00a0 Nama-nama tersebut tentu tak asing bagi para pendengar setia siniar atau yang populer disebut dengan podcast. Anak muda masa kini banyak yang memilih mendengarkan podcast untuk mengisi waktu senggangnya atau sekadar menemani beraktivitas alih-alih mendengarkan informasi melalui radio. Radio sering disebut sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":1686,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,1],"tags":[198,63,232,230,231,20],"class_list":["post-1685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news","category-latest-news-latest-news","tag-fikom-uc","tag-ilmu-komunikasi","tag-new-media","tag-podcast","tag-siniar","tag-universitas-ciputra"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio? - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio? - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Siapa yang tak asing dengan nama Rintik Sedu? Podkesmas? Atau Raditya Dika barangkali?\u00a0 Nama-nama tersebut tentu tak asing bagi para pendengar setia siniar atau yang populer disebut dengan podcast. Anak muda masa kini banyak yang memilih mendengarkan podcast untuk mengisi waktu senggangnya atau sekadar menemani beraktivitas alih-alih mendengarkan informasi melalui radio. Radio sering disebut sebagai...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-30T02:07:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"UC FIKOM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"UC FIKOM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"UC FIKOM\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333\"},\"headline\":\"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio?\",\"datePublished\":\"2022-09-30T02:07:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/\"},\"wordCount\":780,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/09\\\/pic-1.jpg\",\"keywords\":[\"FIKOM UC\",\"ilmu komunikasi\",\"new media\",\"podcast\",\"siniar\",\"Universitas Ciputra\"],\"articleSection\":[\"Latest News\",\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/\",\"name\":\"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio? - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/09\\\/pic-1.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-30T02:07:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/09\\\/pic-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/09\\\/pic-1.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Akankan Siniar Menggantikan Radio? | Sumber: Pixabay\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333\",\"name\":\"UC FIKOM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"UC FIKOM\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/author\\\/fikomoffice\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio? - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio? - Universitas Ciputra","og_description":"Siapa yang tak asing dengan nama Rintik Sedu? Podkesmas? Atau Raditya Dika barangkali?\u00a0 Nama-nama tersebut tentu tak asing bagi para pendengar setia siniar atau yang populer disebut dengan podcast. Anak muda masa kini banyak yang memilih mendengarkan podcast untuk mengisi waktu senggangnya atau sekadar menemani beraktivitas alih-alih mendengarkan informasi melalui radio. Radio sering disebut sebagai...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2022-09-30T02:07:59+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"UC FIKOM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"UC FIKOM","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/"},"author":{"name":"UC FIKOM","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333"},"headline":"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio?","datePublished":"2022-09-30T02:07:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/"},"wordCount":780,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg","keywords":["FIKOM UC","ilmu komunikasi","new media","podcast","siniar","Universitas Ciputra"],"articleSection":["Latest News","Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/","name":"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio? - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg","datePublished":"2022-09-30T02:07:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/09\/pic-1.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Akankan Siniar Menggantikan Radio? | Sumber: Pixabay"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/siniar-merajalela-akankah-menggantikan-radio\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siniar Merajalela, Akankah Menggantikan Radio?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333","name":"UC FIKOM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g","caption":"UC FIKOM"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/author\/fikomoffice\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1685"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1687,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1685\/revisions\/1687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1686"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}