{"id":1750,"date":"2022-11-08T08:38:53","date_gmt":"2022-11-08T01:38:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?p=1750"},"modified":"2022-11-08T08:38:53","modified_gmt":"2022-11-08T01:38:53","slug":"foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/","title":{"rendered":"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_1751\" aria-describedby=\"caption-attachment-1751\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1751 size-large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-1024x576.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-300x169.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-200x113.png 200w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-100x56.png 100w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-75x42.png 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1-50x28.png 50w, https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1751\" class=\"wp-caption-text\">Dokumentasi Pribadi<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada salah satu makanan yang menjadi primadona di kala cuaca dingin atau musim hujan selain wedang ronde, yakni tauwa. Tauwa memiliki istilah yang berbeda di tiap daerah. Misalnya, penyebutan tahok di Surakarta, tahua di Surabaya, wedang tahu di Semarang, dan kembang tahu di daerah Sumatera dan Jakarta. Nama aslinya adalah <em>tauhue<\/em> atau <em>tauhua<\/em> dengan tulisan ejaan hanyu pinyin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">douhua. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini juga disebut sebagai kembang tahu karena cara pembuatannya dan bahan bakunya berasal dari kedelai. Makanan yang kerap populer di Jawa ini sebetulnya adalah makanan khas Tionghoa. Bahkan, pada awalnya makanan ini disajikan seperti sup, bukan untuk camilan. Lalu bagaimana tauwa bisa berkembang dan menjadi populer di masyarakat sebagai kudapan manis anti-dingin?\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Sejarah Singkat\u00a0<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tauwa yang berbahan dasar tahu ini diperkirakan berasal dari Tiongkok pada masa Dinasti Han Barat. Pada masa itu, tahu merupakan makanan yang tidak sengaja ditemukan oleh Pangeran Liu An, seorang cucu Kaisar Liu Bang. Pangeran Liu An yang ingin mempelajari seni magis keabadian dengan memurnikan pil abadi berakhir gagal karena pil yang ia buat menghasilkan tumpukan putih yang lembut. Penemuannya yang gagal ini justru menjadi tahu yang kita kenal sekarang ini. Sejarah lain menyebutkan, bahwa masuknya tahu ke Indonesia bermula pada pasukan Kubilai Khan yang masuk ke Kediri yang mana peranakan Tionghoa menetap dan mengenalkan tahu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bukunya <em>Kuliner Semarangan-Menikmati Rasa di Sepanjang Pesisir Utara Jawa, Mengecap Kelezatan Cita Rasanya<\/em> oleh Murdijati Gardjito, dkk. (2019)\u00a0 menyebut bahwa awal mula munculnya tauwa ini pada sekitar abad ke-19 yang pertama kali dibawa oleh seorang imigran Cina. Namun, pada saat itu tauwa yang ada berbeda dengan tauwa yang kita kenal saat ini. Wedang tahu di Tiongkok disajikan dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> topping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> gurih seperti udang atau rebon kering dengan tambahan sayuran asin, kecap asin, ditabur dengan daun bawang. Untuk makanan pendampingnya, wedang tahu asin ala Tiongkok ini juga kerap ditemani dengan mantau atau cakwe. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Peranakan Tionghoa merupakan salah satu komunitas yang dapat kita temui di berbagai belahan negara manapun. Maka tak heran, jika keberadaan wedang tahu ini tak hanya ada di Tiongkok atau Indonesia, namun beberapa negara di Asia juga memiliki hidangan serupa dengan nama yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Tiongkok\u00a0<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tauwa di Tiongkok memiliki berbagai nama dan versi yang berbeda di tiap daerahnya. Di Tiongkok Utara <em>douhua<\/em> biasa disajikan gurih dengan kecap, di daerah Kanton (Hongkong) hampir mirip seperti Indonesia yang disajikan dengan manis. <em>Douhua<\/em> di Hongkong umumnya disajikan dengan sirup jahe manis, pasta kacang hitam, atau terkadang santan. Di Taiwan sendiri, <em>douhua<\/em> disajikan manis dengan <em>topping<\/em> yang lebih lengkap seperti membuat es campur. Pelengkap dari <em>douhua<\/em> khas Taiwan antara lain, kacang tanah, kacang azuki, oatmeal masak, tapioka, kacang hijau, sirup jahe atau almond. Meski memiliki cita rasa hangat pedas dari jahe, sajian ini juga populer dimakan di musim panas dengan menambahkan es serut di dalam <em>douhua.<\/em>\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Asia Tenggara<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan Tiongkok, tauwa yang disajikan di Asia Tenggara umumnya disajikan dengan manis. Di Thailand, tauwa disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tao huai <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan penyajian dingin bersama susu dan salad buah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tao huai <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga dapat disajikan hangat dengan tambahan sirup jahe. Di Vietnam, tauwa disajikan manis namun dengan topping berbeda di tiap wilayahnya. Di wilayah utara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">t\u00e0u h\u0169 n\u01b0\u1edbc \u0111\u01b0\u1eddng <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dikonsumsi dengan gula dan biji kaktus, di wilayah tengah dikonsumsi dengan jahe dan gula, sedangkan di wilayah selatan dikonsumsi dengan leci air kelapa, dan terkadang ditambahkan juga dengan jahe. Lalu, di Malaysia dan Singapura biasanya disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tow huay <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam dialek Hokkien. Sama seperti negara di Asia Tenggara lainnya, penyajian kembang tahu ini dibuat manis dengan tambahan sirup gula yang diberi biji ginkgo atau sirup gula dengan tambahan perisa pandan. Terkadang, kembang tahu khas Malaysia dan Singapura ini diberi cincau untuk memperkaya rasa. Di Filipina, makanan ini disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tah\u00f4<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang disajikan manis dengan sirup warna coklat bersama dengan bola-bola dari tepung sagu.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>Tauwa di Indonesia\u00a0<\/b><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tauwa sendiri di Indonesia salah satu merupakan hidangan populer yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Tak kalah hanya nikmat , tauwa juga ampuh untuk mengusir hawa dingin pada tubuh karena adanya kandungan jahe yang ada di dalam tauwa. Meski populer dengan versi sajian hangat, tauwa juga dapat disajikan dingin dengan tambahan es batu. Umunya, tauwa di Indonesia disajikan dengan sirup jahe dengan campuran perisa daun pandan. Namun, ada juga tauwa yang disajikan bersama santan untuk memberi rasa gurih, kacang tanah, pasta kacang hijau, bahkan cakwe. Beberapa penjual terkadang menjual terpisah untuk beberapa bagian seperti kuah kacang dan cakwe.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual tauwa mudah untuk ditemukan. Ada yang menjual dengan gerobak, bersepeda, atau kaki lima. Untuk jam berjualan, pedagang tauwa bermacam-macam dan tidak berpaku pada rentang waktu tertentu. Ada pedagang yang berjualan di pagi hari yang mana cocok untuk mengisi perut di pagi hari yang terkadang masih berudara dingin. Di siang hari, pedagang tauwa masih berjualan yang mana konsumen umumnya meminta tauwa dengan sajian dingin, lalu untuk sore hingga malam hari, pedagang tauwa tentu masih menjadi primadona untuk dicari sebagai penghalau hawa dingin. Umumnya harga yang ditawarkan tergolong murah dan termasuk terjangkau. Tauwa bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp 5.000-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Murah dan enak, tauwa juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Tauwa mengandung protein yang tinggi yakni sekitar 90 kkal per 100 gram. Lalu, ada protein 10,7 gr; lemak 4 gr; karbohidrat 4,7 gr; dan kalsium 85 mg. Karena kandungan gizi dan juga rasa hangat dari jahe, tauwa dapat meringankan gejala sakit yang diakibatkan cuaca dingin seperti pilek, batu, hingga masuk angin. Tauwa juga dapat melancarkan ASI dan cocok dimakan oleh ibu yang baru saja melahirkan. Bahkan, tauwa juga mampu menurunkan risiko diabetes dan kolesterol.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di beberapa tempat sendiri masih ada beberapa tempat untuk menikmati sajian tauwa yang lezat seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahwa Mas Agus di Jalan Aries Munandar No.20, Kidul Dalem, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wedang Tahu Bu Sukardi di Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tauwa Cak Yudi CS di Jalan Raya Darmo Harapan, Tanjungsari, Kec. Sukomanunggal, Kota SBY, Jawa Timur 60187<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski banyak orang memilih untuk membeli tauwa karena dianggap mudah dan murah, tak ada salahnya membuat tauwa sendiri di rumah meski beberapa orang menilai pembuatan tauwa rumit. Berikut resep tauwa sederhana yang bisa dicoba dari laman Merdeka.com.<\/span><\/p>\n<p><strong>Resep Tahu Sutera:<\/strong><br \/>\n1000 cc susu kedelai<br \/>\n125 gram gula pasir<br \/>\n4 gram agar-agar putih bubuk, cairkan dengan 50 ml air<br \/>\n1\/2 sendok teh garam<\/p>\n<p><strong>Kuah Jahe:<\/strong><br \/>\n1000 cc air<br \/>\n250 gram gula pasir<br \/>\n100 gram gula merah<br \/>\n150 gram jahe, memarkan<br \/>\n3 lembar daun pandan<br \/>\n2 lembar daun jeruk<br \/>\n3 cm kayu manis<br \/>\n3 butir cengkeh<br \/>\n1\/4 sendok teh garam<\/p>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Rebus susu kedelai hingga mendidih, lalu tambahkan agar-agar, gula, dan garam hingga mendidih. Diamkan hingga membeku.<\/li>\n<li>Rebus gula merah, gula pasir, jahe, daun pandan, daun jeruk, kayu manis, cengkeh, dan garam hingga gula larut dan wangi. Saring agar hasil akhir kuah jahe bening.<\/li>\n<li>Sajikan tahu sutera dengan kuah jahe yang sudah dibuat dalam keadaan hangat. Bisa juga dilengkapi kacang tanah goreng dan cakue<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Ada salah satu makanan yang menjadi primadona di kala cuaca dingin atau musim hujan selain wedang ronde, yakni tauwa. Tauwa memiliki istilah yang berbeda di tiap daerah. Misalnya, penyebutan tahok di Surakarta, tahua di Surabaya, wedang tahu di Semarang, dan kembang tahu di daerah Sumatera dan Jakarta. Nama aslinya adalah tauhue atau tauhua dengan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":1751,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,1],"tags":[253,198,250,63,249,248,251,252,20],"class_list":["post-1750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news","category-latest-news-latest-news","tag-cina","tag-fikom-uc","tag-food","tag-ilmu-komunikasi","tag-makanan","tag-sejarah","tag-tauwa","tag-tiongkok","tag-universitas-ciputra"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Ada salah satu makanan yang menjadi primadona di kala cuaca dingin atau musim hujan selain wedang ronde, yakni tauwa. Tauwa memiliki istilah yang berbeda di tiap daerah. Misalnya, penyebutan tahok di Surakarta, tahua di Surabaya, wedang tahu di Semarang, dan kembang tahu di daerah Sumatera dan Jakarta. Nama aslinya adalah tauhue atau tauhua dengan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-08T01:38:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"UC FIKOM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"UC FIKOM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"UC FIKOM\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333\"},\"headline\":\"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa\",\"datePublished\":\"2022-11-08T01:38:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/\"},\"wordCount\":1120,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/11\\\/PIC-1.png\",\"keywords\":[\"Cina\",\"FIKOM UC\",\"food\",\"ilmu komunikasi\",\"makanan\",\"sejarah\",\"tauwa\",\"Tiongkok\",\"Universitas Ciputra\"],\"articleSection\":[\"Latest News\",\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/\",\"name\":\"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/11\\\/PIC-1.png\",\"datePublished\":\"2022-11-08T01:38:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/11\\\/PIC-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/fikom\\\/2022\\\/11\\\/PIC-1.png\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Dokumentasi Pribadi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333\",\"name\":\"UC FIKOM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"UC FIKOM\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fikom\\\/author\\\/fikomoffice\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa - Universitas Ciputra","og_description":"&nbsp; Ada salah satu makanan yang menjadi primadona di kala cuaca dingin atau musim hujan selain wedang ronde, yakni tauwa. Tauwa memiliki istilah yang berbeda di tiap daerah. Misalnya, penyebutan tahok di Surakarta, tahua di Surabaya, wedang tahu di Semarang, dan kembang tahu di daerah Sumatera dan Jakarta. Nama aslinya adalah tauhue atau tauhua dengan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2022-11-08T01:38:53+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png","type":"image\/png"}],"author":"UC FIKOM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"UC FIKOM","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/"},"author":{"name":"UC FIKOM","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333"},"headline":"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa","datePublished":"2022-11-08T01:38:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/"},"wordCount":1120,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png","keywords":["Cina","FIKOM UC","food","ilmu komunikasi","makanan","sejarah","tauwa","Tiongkok","Universitas Ciputra"],"articleSection":["Latest News","Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/","name":"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png","datePublished":"2022-11-08T01:38:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/fikom\/2022\/11\/PIC-1.png","width":1920,"height":1080,"caption":"Dokumentasi Pribadi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/foodlore-menikmati-hangat-dan-manisnya-sajian-tauwa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"#FOODLORE Menikmati Hangat dan Manisnya Sajian Tauwa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/#\/schema\/person\/36911e0f30e08b8ef21cdc310c883333","name":"UC FIKOM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0c96d36b35cfdf1760c00b8a91bf5085e41406597e4d6d399f9329d86353fb06?s=96&d=mm&r=g","caption":"UC FIKOM"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/author\/fikomoffice\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1750"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1750\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1752,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1750\/revisions\/1752"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fikom\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}