Sosialisasi Protokol dan Program Pendampingan Pasien Isolasi Mandiri oleh Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra

Melihat munculnya varian baru Covid-19 serta kian memburuknya pertumbuhan kasus Covid-19 di Surabaya, baru-baru ini Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat terkait penanganan pasien Covid-19 saat isolasi mandiri. Pada pidato pembukaan program, dr. Elizabeth S. Nugraheni, MHPE selaku koordinator acara menyampaikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama program pengabdian masyarakat ini. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2021 dan diikuti oleh sepuluh (10) mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra ini memberikan layanan pendampingan pasien isolasi mandiri Covid-19 sekaligus sosialisasi terkait varian Delta yang baru saja masuk ke Indonesia.

Sosialisasi yang dilakukan dalam program ini juga membahas tentang protokol kesehatan sesuai dengan lima (5) level pencegahan Covid-19. Seperti yang disampaikan oleh dr. Imelda Ritunga, M.Med.Ed. selaku Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Universitas Ciputra, terdapat lima (5) hal yang perlu diperhatikan dari sebelum terjangkit hingga setelah terjangkit Covid-19.

[vc_single_image image=”1409″ img_size=”medium” alignment=”center”]

Level pencegahan pertama yang perlu diperhatikan adalah protokol kesehatan yang harus dilakukan di manapun terutama ketika keluar rumah atau sedang menjalani atau mendampingi pasien isolasi mandiri. Protokol kesehatan tersebut meliputi rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, memakai masker, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Pencegahan kedua adalah pencegahan khusus dengan melakukan vaksinasi untuk meningkatkan herd immunity. Herd immunity sendiri adalah kondisi dimana sebagian besar populasi telah kebal terhadap penyakit menular melalui vaksinasi sehingga dapat memberikan perlindungan tidak langsung bagi yang tidak menjalani vaksinasi. Lalu pencegahan ketiga adalah meningkatkan kesadaran terhadap gejala-gejala awal Covid-19 sehingga dapat lebih cepat ditangani bila muncul gejala-gejala tersebut. Hal ini berkaitan dengan langkah selanjutnya yaitu mengetahui kapan gejala yang dimiliki memliki potensi untuk dapat menjadi lebih parah dari sebelumnya. Pencegahan terakhir adalah rehabilitasi, dimana rehablitasi diperlukan untuk memulihkan dan mengoptimalkan kekuatan tubuh setelah sembuh dari Covid-19.

Apabila kita memiliki gejala-gejala Covid-19, maka langkah pertama yang harus diambil selain melakukan tes adalah isolasi mandiri. Apa saja yang harus kita lakukan saat menjalani isolasi mandiri atau mendampingi pasien isoman agar isoman yang kita lakukan efektif? Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra juga melakukan sosialisasi terkait hal ini yang dilakukan melalui video di kanal Youtube Universitas Ciputra.

[vc_single_image image=”1410″ img_size=”medium” alignment=”center”]

Hal pertama dan sekaligus paling penting adalah tetap menjalankan protokol kesehatan oleh seluruh penghuni rumah seperti menggunakan masker (masker harus diganti secara berkala dan dibuang setelah dibersihkan dengan disinfektan), menjaga jarak dan rutin mencuci tangan (terutama sebelum makan dan setelah membuang ingus). Sebisa mungkin melakukan pisah rumah dengan anggota keluarga lain, namun jika tidak memungkinkan maka dapat melakukan isolasi di kamar terpisah. Kemudian pasien harus menjaga asupan nutrisinya dengan memenuhi asupan protein, karbohidrat kompleks, lemak baik, vitamin dan serat. Saat makan pasien tidak boleh berada satu tempat dengan anggota keluarga lain dan menggunakan alat makan yang terpisah. Juga ketika mandi diusahakan pasien menggunakan kamar mandi terpisah, apabila tidak memungkinkan maka pasien diharapkan mandi paling terakhir agar udara dan air dalam kamar mandi untuk keluarga yang sehat tidak terkontaminasi. Selain itu pasien juga harus cek suhu tubuh setiap hari, mengamati gejala batuk dan sesak nafas, olahraga ringan untuk peregangan otot minimal 20 – 30 menit per hari, tidur cukup dan menghindari hoax agar tidak menimbulkan negative thinking. Lalu sebagai pendamping pasien, kita perlu memaksimalkan sirkulasi udara dan sering-sering membersihkan barang yang dipakai bersama dengan disinfektan.

Melalui program pengabdian masyarakat serta sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat terkait Covid-19 dan cara penangannya. Diharapkan juga bagi masyarakat yang terkendala dalam mendampingi anggota keluarganya yang sedang isolasi mandiri menjadi tertolong dan isoman yang dilakukan tetap efektif. Kedepannya Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra akan terus melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan sosialisasi untuk membantu masyarakat dalam menangani masalah-masalah terkait dunia kesehatan agar tercipta masyarakat yang lebih melek literasi kesehatan.

Penulis : Teta Maharani Paramitha

(0106011910432)

 

Artikel lain