{"id":4001,"date":"2026-04-20T10:45:58","date_gmt":"2026-04-20T03:45:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/?p=4001"},"modified":"2026-04-20T10:46:18","modified_gmt":"2026-04-20T03:46:18","slug":"std-gonore-kencing-nanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/","title":{"rendered":"STD Gonore (Kencing Nanah)"},"content":{"rendered":"<p><b><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4002\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"436\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg 800w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore-300x164.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore-200x109.jpg 200w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore-100x55.jpg 100w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore-75x41.jpg 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore-50x27.jpg 50w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore-400x218.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/b><\/p>\n<p><b>PENGERTIAN<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gonore (kencing nanah) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Neisseria gonorrhoeae. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks oral, vaginal, atau anal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>FAKTOR RESIKO<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor Individual<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usia muda (&lt; 25 tahun)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas seksual sejak usia dini<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berganti-ganti pasangan seksual \/ multiple partners<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Status belum menikah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Riwayat infeksi gonore sebelumnya (reinfection tinggi)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja seks komersial (PSK)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyalahgunaan NAPZA<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Status sosial ekonomi dan pendidikan rendah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan kondom yang tidak konsisten<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Penggunaan kondom konsisten menurunkan risiko)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Faktor Eksternal (Lingkungan &amp; Sosial)<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor sosial dan budaya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaruh globalisasi dan perubahan gaya hidup<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Faktor Biologis<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor genetik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan sistem imun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit menular seksual lain (misalnya sifilis, klamidia, herpes genital, trikomoniasis, bacterial vaginosis) yang meningkatkan risiko infeksi dan transmisi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>TANDA DAN GEJALA<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala Gonore (Kencing Nanah) biasanya muncul dalam kurun waktu 1 hingga 14 hari setelah terjadi kontak seksual dengan penderita.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala pada Pria<\/span>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa perih atau sensasi terbakar saat buang air kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Testis yang terasa sakit atau membengkak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala pada Wanita<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Keputihan atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya pendarahan di luar masa menstruasi atau saat sedang berhubungan intim.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi pada Bagian Tubuh Lain<\/span>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Anus (Dubur): Baik pria maupun wanita dapat mengalami gatal-gatal, keluarnya cairan, pendarahan, nyeri di area dubur, hingga rasa sakit saat buang air besar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Tenggorokan: Sering kali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, jika ada, biasanya berupa sakit tenggorokan, kemerahan, dan rasa nyeri.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak pada Bayi Baru Lahir<\/span>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu yang terinfeksi dapat menularkan bakteri ini kepada bayinya saat proses persalinan. Hal ini dapat memicu infeksi mata pada bayi yang ditandai dengan mata merah, nyeri, berair, hingga luka (ulkus).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><b>KOMPLIKASI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gonore dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius serta masalah sosial dan ekonomi jika tidak terdeteksi atau tidak diobati dengan benar. Pada wanita, infeksi yang tidak ditangani bisa menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan radang panggul, nyeri panggul berkepanjangan, sulit hamil, keguguran pada awal kehamilan, hingga kehamilan di luar kandungan. Dalam kasus yang jarang terjadi, bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi pada sendi atau bahkan jantung. Gonore juga dapat menyebabkan peradangan pada selaput hati (sindrom Fitz-Hugh-Curtis) dan berujung pada perlengketan di dalam perut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pria, komplikasi yang bisa terjadi antara lain peradangan pada saluran sperma (yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan), peradangan kelenjar prostat, dan infeksi pada area rektum. Selain itu, setelah infeksi gonore, sebagian orang dapat mengalami reaksi peradangan pada sendi, saluran kencing, dan mata secara bersamaan. Pada ibu hamil, gonore dapat menular ke bayi saat proses persalinan melalui kontak dengan cairan kelamin. Hal ini bisa menyebabkan infeksi mata pada bayi yang berisiko menimbulkan kebutaan jika tidak segera diobati. Infeksi gonore juga meningkatkan risiko seseorang tertular atau menularkan HIV.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah lain yang menjadi perhatian adalah bakteri penyebab gonore yang semakin kebal terhadap antibiotik. Semakin sering dan tidak tepat penggunaan antibiotik di suatu daerah, semakin besar kemungkinan bakteri menjadi kebal, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit. Negara dengan penggunaan antibiotik yang lebih terkontrol cenderung memiliki tingkat kekebalan bakteri yang lebih rendah.<\/span><\/p>\n<p><b>TATALAKSANA<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gonore dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik, berupa minum atau suntik. Dokter akan mempertimbangkan jenis antibiotik sesuai dengan kebutuhan. Sampaikan kepada dokter bila terdapat riwayat alergi obat atau bila sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Kepatuhan pengobatan sangat diperlukan sampai dokter menyatakan bahwa infeksi sudah sembuh. Tanyakan pada dokter kapan waktunya kontrol untuk memastikan pengobatan sudah tuntas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika gonore tidak diobati secara tuntas, gonore\u00a0 maka dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan kesehatan reproduksi atau kesuburan. Bila infeksi gonore terjadi pada kondisi tubuh yang menurun infeksi dapat meluas ke seluruh badan sehingga bahkan dapat menyebabkan demam, kelainan kulit berupa ruam, dan nyeri sendi. Pengobatan gonore pun juga menjadi lebih panjang. Selain itu, penting bagi pasien gonore untuk mengobati pasangan seksualnya dan mencegah terjadinya infeksi berulang. Karena Infeksi gonore dan juga sering disertai infeksi menular seksual lainnya yaitu chlamydia. hampir selalu bersamaan, maka dalam pengobatan gonore sebaiknya juga diperiksa\/diagnosis dan diberikan pengobatan untuk chlamydia.<\/span><\/p>\n<p><b>PENCEGAHAN<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya pencegahan gonore berfokus pada pemutusan rantai penularan bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebar melalui kontak seksual. Mengingat meningkatnya kasus resistensi bakteri ini terhadap antibiotik, langkah pencegahan menjadi jauh lebih krusial dibandingkan pengobatan. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan kondom berbahan lateks secara benar dan konsisten setiap kali melakukan hubungan seksual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan praktik seks setia pada satu pasangan (monogami) yang sudah diketahui status kesehatannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berganti-ganti pasangan seksual guna meminimalkan risiko terpapar infeksi menular seksual lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pemeriksaan atau skrining kesehatan seksual secara rutin, terutama bagi individu yang aktif secara seksual atau memiliki pasangan baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari hubungan seksual sementara waktu apabila muncul gejala luka atau cairan tidak normal pada organ intim, baik pada diri sendiri maupun pasangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan pasangan seksual juga mendapatkan pengobatan jika kita terdiagnosa positif gonore untuk mencegah terjadinya infeksi berulang (ping-pong effect).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini untuk meningkatkan kesadaran akan resiko infeksi menular seksual.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk gonore, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin tertentu untuk bakteri lain (seperti meningitis) mungkin memberikan perlindungan silang terbatas, namun penelitian ini masih terus dikembangkan.<\/span><\/p>\n<p><b>SUMBER :\u00a0<\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pengertian dan Faktor Resiko :<br \/>\n<\/b>World Health Organization. (2025, October 22). <i style=\"letter-spacing: 0em;\"><span>Gonorrhoea (Neisseria gonorrhoeae infection).<\/span><\/i><span style=\"letter-spacing: 0em;\"> <\/span><a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/gonorrhoea-(neisseria-gonorrhoeae-infection)\"><span>https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/gonorrhoea-(neisseria-gonorrhoeae-infection)<\/span><\/a><br \/>\nJasmine, A., &amp; Verawaty, L. (2025). Gonorrhea in Adolescents: Risk Factors and Prevention: A Literature Review. <i style=\"letter-spacing: 0em;\"><span>Journal of Diverse Medical Research: Medicosphere<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i style=\"letter-spacing: 0em;\"><span>2<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1), 1-8.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Tanda dan Gejala :<br \/>\n<\/b>World Health Organization. (2025). <i style=\"letter-spacing: 0em;\"><span>Gonorrhoea (Neisseria gonorrhoeae infection). <\/span><\/i><a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/gonorrhoea-(neisseria-gonorrhoeae-infection)\"><span>https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/gonorrhoea-(neisseria-gonorrhoeae-infection)<\/span><\/a><span style=\"letter-spacing: 0em;\"> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Komplikasi :<br \/>\n<\/b>Springer, C. dan Salen, P., 2023. <i style=\"letter-spacing: 0em;\"><span>Gonore<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. [online] Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Tersedia di: NCBI Bookshelf <\/span><a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK558903\/\"><span>https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK558903\/<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Tatalaksana :<br \/>\n<\/b>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, Desember 23). Gonore (kencing nanah). <a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/1985\/gonore-kencing-nanah\"><span>https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/1985\/gonore-kencing-nanah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pencegahan :<br \/>\n<\/b>Bennett, J. E., Dolin, R., &amp; Blaser, M. J. (2020). Mandell, Douglas, and Bennett&#8217;s Principles and Practice of Infectious Diseases (9th ed.). Elsevier. (Bagian: Neisseria gonorrhoeae).<br \/>\nKasper, D. L., &amp; Fauci, A. S. (2022). Harrison&#8217;s Principles of Internal Medicine (21st ed.). McGraw-Hill Education.<br \/>\nUnemo, M., et al. (2021). Gonorrhoea. Nature Reviews Disease Primers, 7(1), 1-22.<br \/>\nWorkowski, K. A., et al. (2021). Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines, 2021. MMWR Recommendations and Reports, 70(4), 1-187.<br \/>\nWorld Health Organization (WHO). (2023). Multi-drug resistant gonorrhoea: Global surveillance and treatment guidelines.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENGERTIAN\u00a0 Gonore (kencing nanah) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks oral, vaginal, atau anal.\u00a0 FAKTOR RESIKO\u00a0 Faktor Individual Usia muda (&lt; 25 tahun) Aktivitas seksual sejak usia dini Berganti-ganti pasangan seksual \/ multiple partners Status belum menikah Riwayat infeksi gonore sebelumnya (reinfection tinggi) Pekerja seks&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4002,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-4001","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>STD Gonore (Kencing Nanah) - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"STD Gonore (Kencing Nanah) - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PENGERTIAN\u00a0 Gonore (kencing nanah) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks oral, vaginal, atau anal.\u00a0 FAKTOR RESIKO\u00a0 Faktor Individual Usia muda (&lt; 25 tahun) Aktivitas seksual sejak usia dini Berganti-ganti pasangan seksual \/ multiple partners Status belum menikah Riwayat infeksi gonore sebelumnya (reinfection tinggi) Pekerja seks...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-20T03:45:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-20T03:46:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"436\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ardtech\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ardtech\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ardtech\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946\"},\"headline\":\"STD Gonore (Kencing Nanah)\",\"datePublished\":\"2026-04-20T03:45:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-20T03:46:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/\"},\"wordCount\":1020,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/std-gonore.jpg\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/\",\"name\":\"STD Gonore (Kencing Nanah) - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/std-gonore.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-20T03:45:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-20T03:46:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/std-gonore.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/std-gonore.jpg\",\"width\":800,\"height\":436},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/std-gonore-kencing-nanah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"STD Gonore (Kencing Nanah)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946\",\"name\":\"ardtech\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ardtech\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/author\\\/ardtech\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"STD Gonore (Kencing Nanah) - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"STD Gonore (Kencing Nanah) - Universitas Ciputra","og_description":"PENGERTIAN\u00a0 Gonore (kencing nanah) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks oral, vaginal, atau anal.\u00a0 FAKTOR RESIKO\u00a0 Faktor Individual Usia muda (&lt; 25 tahun) Aktivitas seksual sejak usia dini Berganti-ganti pasangan seksual \/ multiple partners Status belum menikah Riwayat infeksi gonore sebelumnya (reinfection tinggi) Pekerja seks...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2026-04-20T03:45:58+00:00","article_modified_time":"2026-04-20T03:46:18+00:00","og_image":[{"width":800,"height":436,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ardtech","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ardtech","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/"},"author":{"name":"ardtech","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#\/schema\/person\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946"},"headline":"STD Gonore (Kencing Nanah)","datePublished":"2026-04-20T03:45:58+00:00","dateModified":"2026-04-20T03:46:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/"},"wordCount":1020,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/","name":"STD Gonore (Kencing Nanah) - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg","datePublished":"2026-04-20T03:45:58+00:00","dateModified":"2026-04-20T03:46:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#\/schema\/person\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/std-gonore.jpg","width":800,"height":436},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/std-gonore-kencing-nanah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"STD Gonore (Kencing Nanah)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#\/schema\/person\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946","name":"ardtech","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","caption":"ardtech"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/author\/ardtech\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4001"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4004,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001\/revisions\/4004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}