{"id":4014,"date":"2026-04-20T12:49:51","date_gmt":"2026-04-20T05:49:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/?p=4014"},"modified":"2026-04-20T12:49:51","modified_gmt":"2026-04-20T05:49:51","slug":"demam-tifoid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/","title":{"rendered":"Demam Tifoid"},"content":{"rendered":"<p><b><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4015\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"436\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg 800w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid-300x164.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid-200x109.jpg 200w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid-100x55.jpg 100w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid-75x41.jpg 75w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid-50x27.jpg 50w, https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid-400x218.jpg 400w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/b><\/p>\n<p><b>PENGERTIAN<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demam tifoid adalah infeksi\u00a0 oleh bakteri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella Typhi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang biasanya melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Setelah tertelan, bakteri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Salmonella Typhi <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan bertambah banyak didalam tubuh dan menyebar melalui aliran darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>FAKTOR RESIKO<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tifoid memiliki resiko yang lebih tinggi pada populasi yang tidak memiliki akses air bersih yang cukup dan sanitasi yang baik. Risiko infeksi juga meningkat pada orang dengan kadar asam lambung rendah, misalnya karena penggunaan obat penurun asam lambung atau kondisi lambung tertentu, karena asam lambung berperan sebagai pelindung awal yang membantu membunuh bakteri yang masuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>TANDA DAN GEJALA<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam setiap hari hingga mencapai 39\u00b0 &#8211; 40\u00b0C<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lemah dan lelah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyeri otot<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkeringat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Batuk kering<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan nafsu makan dan menurunkan berat badan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit perut<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diare atau sembelit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik kecil berwarna merah muda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perut yang membengkak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>KOMPLIKASI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komplikasi demam tifoid biasanya muncul pada minggu ke-2 hingga ke-3 setelah gejala awal, terutama pada pasien yang tidak mendapat pengobatan cepat. Sekitar seperempat pasien yang dirawat di rumah sakit dapat mengalami komplikasi. Komplikasi paling sering adalah gangguan pada saluran pencernaan, seperti diare berat, dehidrasi, perdarahan usus, dan usus bocor yang memerlukan operasi segera karena dapat menyebabkan infeksi berat dan berbahaya. Selain itu, demam tifoid dapat menimbulkan gangguan pada otak seperti mengigau, kebingungan, atau kejang, terutama pada anak-anak. Komplikasi lain meliputi anemia, infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh, gangguan paru-paru, serta peningkatan risiko keguguran pada ibu hamil. Setelah sembuh, sebagian kecil pasien dapat kambuh kembali atau menjadi pembawa kuman jangka panjang yang tetap bisa menularkan penyakit meskipun tidak bergejala.<\/span><\/p>\n<p><b>TATALAKSANA<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu perawatan umum dan tidak selalu dirawat (rawat inap) di rumah sakit. Indikasi rawat inap bila pasien muntah berulang serta demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas, serta badan lemas tak bertenaga.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Antibiotik pilihan utama golongan chloramphenicol. Antibiotik berikutnya kelompok Fluoroquinolone yakni Ciprofloxacin dan Levofloxacin.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak peneliti yang menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini yaitu nasi dengan aman pada pasien demam tifoid seawal mungkin. Sebagian pasien demam tifoid tidak menyukai bubur, begitu diberi kesempatan makan nasi langsung meningkat selera makannya. akibatnya , meningkatkan proses kesembuhan pasien dan menjadi cepat sembuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>PENCEGAHAN<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa upaya pencegahan demam tifoid yang mencakup intervensi perilaku harian, kesehatan lingkungan, dan perlindungan imunologis (vaksinasi):<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan sabun dan air mengalir setelah dari toilet, sebelum menyiapkan makanan, dan sebelum makan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan prinsip cook it, boil it, peel it, or forget it. Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna dan hindari mengkonsumsi buah atau sayuran mentah yang tidak bisa dikupas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan sumber air minum bebas dari kontaminasi limbah domestik. Jika ragu, air harus direbus hingga mendidih (100\u00b0C) selama minimal 1 menit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memastikan jamban dan sistem pembuangan kotoran manusia terisolasi dengan baik agar tidak mencemari tanah atau sumber air tanah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin Polisakarida Vi (Injeksi) untuk anak di atas usia 2 tahun dan orang dewasa. Memerlukan penguatan (booster) setiap 3 tahun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vaksin Oral (Ty21a), yaitu vaksin hidup yang dilemahkan, berbentuk kapsul.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Typhoid Conjugate Vaccine (TCV), yaitu vaksin terbaru yang memberikan perlindungan lebih lama dan dapat diberikan kepada anak-anak sejak usia 6 bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks industri atau penyedia jasa boga, pemeriksaan kesehatan berkala bagi penjamu makanan (food handlers) sangat krusial untuk mendeteksi adanya pembawa bakteri tanpa gejala (carrier).<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>SUMBER :\u00a0<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u200cDapus pengertian :<br \/>\n<\/span>World Health Organization. (2023). Typhoid: Fact Sheet and Prevention Guidelines. WHO Institutional Repository<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapus faktor resiko :<br \/>\n<\/span>Boakye Okyere, P., Twumasi-Ankrah, S., Newton, S., Nkansah Darko, S., Owusu Ansah, M., Darko, E., &#8230; &amp; Owusu-Dabo, E. (2025). Risk factors for typhoid fever: systematic review. JMIR Public Health and Surveillance, 11, e67544.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapus tanda dan gejala :<br \/>\n<\/span>Bhandari, J., Thada, P. K., Hashmi, M. F. dan DeVos, E. (2024) \u2018Typhoid Fever\u2019, in <i style=\"letter-spacing: 0em;\"><span>StatPearls<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Available from : <\/span><a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK557513\/\"><span>https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK557513\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapus komplikasi :<br \/>\n<\/span>Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan [Internet]. Kemkes.go.id. 2024. Available from: <a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/3492\/mengenal-demam-tifoid\"><span>https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/3492\/mengenal-demam-tifoid<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span>Brusch, J. L. (2025, September 4). Typhoid fever. Medscape. <a style=\"letter-spacing: 0em;\" href=\"https:\/\/emedicine.medscape.com\/article\/231135-overview%E2%81%A0\"><span>https:\/\/emedicine.medscape.com\/article\/231135-overview\u2060<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapus tatalaksana :<br \/>\n<\/span>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Penanganan demam tifoid (PD03). https:\/\/kms.kemkes.go.id\/contents\/1721895179009-PD03DEMAMTIFOID.pdf<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapus pencegahan :<br \/>\n<\/span>Bennett, J. E., Dolin, R., &amp; Blaser, M. J. (2020). Mandell, Douglas, and Bennett&#8217;s Principles and Practice of Infectious Diseases (9th ed.). Elsevier.<br \/>\nMeiring, J. E., Khanam, F., Qadri, F., &amp; Pollard, A. J. (2023). Typhoid Conjugate Vaccines: A Review of Efficacy, Safety, and Strategic Recommendations. The Lancet Global Health, 11(4), e597-e608.<br \/>\nRyan, K. J. (2022). Sherris Medical Microbiology (8th ed.). McGraw-Hill Education.<br \/>\nWorld Health Organization. (2023). Typhoid: Fact Sheet and Prevention Guidelines. WHO Institutional Repository.<br \/>\nYousafzai, M. T., et al. (2022). Ceftriaxone-Resistant Salmonella Typhi: A Growing Threat to Global Health. Journal of Infectious Diseases, 224(Supplement_7), S802-S810.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENGERTIAN\u00a0 Demam tifoid adalah infeksi\u00a0 oleh bakteri Salmonella Typhi yang biasanya melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Setelah tertelan, bakteri Salmonella Typhi akan bertambah banyak didalam tubuh dan menyebar melalui aliran darah.\u00a0 FAKTOR RESIKO\u00a0 Tifoid memiliki resiko yang lebih tinggi pada populasi yang tidak memiliki akses air bersih yang cukup dan sanitasi yang baik. Risiko&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4015,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-4014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Demam Tifoid - Universitas Ciputra<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Demam Tifoid - Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PENGERTIAN\u00a0 Demam tifoid adalah infeksi\u00a0 oleh bakteri Salmonella Typhi yang biasanya melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Setelah tertelan, bakteri Salmonella Typhi akan bertambah banyak didalam tubuh dan menyebar melalui aliran darah.\u00a0 FAKTOR RESIKO\u00a0 Tifoid memiliki resiko yang lebih tinggi pada populasi yang tidak memiliki akses air bersih yang cukup dan sanitasi yang baik. Risiko...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Ciputra\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-20T05:49:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"436\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ardtech\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ardtech\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"ardtech\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946\"},\"headline\":\"Demam Tifoid\",\"datePublished\":\"2026-04-20T05:49:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/\"},\"wordCount\":751,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/demam-tifoid.jpg\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/\",\"name\":\"Demam Tifoid - Universitas Ciputra\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/demam-tifoid.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-20T05:49:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/demam-tifoid.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/kedokteran\\\/2026\\\/04\\\/demam-tifoid.jpg\",\"width\":800,\"height\":436},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/demam-tifoid\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Demam Tifoid\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/\",\"name\":\"Universitas Ciputra\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946\",\"name\":\"ardtech\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"ardtech\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/fk\\\/author\\\/ardtech\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Demam Tifoid - Universitas Ciputra","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Demam Tifoid - Universitas Ciputra","og_description":"PENGERTIAN\u00a0 Demam tifoid adalah infeksi\u00a0 oleh bakteri Salmonella Typhi yang biasanya melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Setelah tertelan, bakteri Salmonella Typhi akan bertambah banyak didalam tubuh dan menyebar melalui aliran darah.\u00a0 FAKTOR RESIKO\u00a0 Tifoid memiliki resiko yang lebih tinggi pada populasi yang tidak memiliki akses air bersih yang cukup dan sanitasi yang baik. Risiko...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/","og_site_name":"Universitas Ciputra","article_published_time":"2026-04-20T05:49:51+00:00","og_image":[{"width":800,"height":436,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ardtech","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ardtech","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/"},"author":{"name":"ardtech","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#\/schema\/person\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946"},"headline":"Demam Tifoid","datePublished":"2026-04-20T05:49:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/"},"wordCount":751,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/","name":"Demam Tifoid - Universitas Ciputra","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg","datePublished":"2026-04-20T05:49:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#\/schema\/person\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/kedokteran\/2026\/04\/demam-tifoid.jpg","width":800,"height":436},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/demam-tifoid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Demam Tifoid"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/","name":"Universitas Ciputra","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/#\/schema\/person\/8698974234a0ad0e7b093de981cad946","name":"ardtech","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/777d8f1135a5f87904da88c788eb66994b255320bdea4dadd595c846af3eb794?s=96&d=mm&r=g","caption":"ardtech"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/author\/ardtech\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4014"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4016,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4014\/revisions\/4016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/fk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}