{"id":3070,"date":"2019-01-09T06:00:35","date_gmt":"2019-01-08T23:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/?p=3070"},"modified":"2019-01-09T10:18:52","modified_gmt":"2019-01-09T03:18:52","slug":"filosofi-lawar-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/","title":{"rendered":"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3073\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/lawar-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p>Jika mendengar kata \u201c Bali \u201c hal pertama yang akan anda bayangkan adalah panas, pantai, eksotik, pura dan lainnya. Bali berasal dari kata \u201cBal\u201d yang berarti kekuatan sedangkan \u201cBali\u201d berarti pengorbanan. Bali merupakan kepulauan nomor 2 terbaik di dunia dan termasuk destinasi yang paling disukai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi yang cukup terkenal di Indonesia karena merupakan salah satu aset devisa negara Indonesia yang cukup tinggi di bidang pariwisatanya. Memiliki keindahan alam dan budaya yang memukau membuat Bali dikenal oleh Dunia. Selain itu, Bali juga memiliki citra rasa kuliner tradisional\u00a0 yang lezat dan menggugah selera. Kuliner tradisional Bali memiliki berbagai macam variasi, jenis dan kandungan gizinya beragam, bahan baku yang digunakan dalam pengolahan tersedia secara lokal dan memiliki citra rasa yang disukai oleh sebagaian besar masyarakat di Bali. Potensi yang dimiliki oleh pangan tradisional bali ini nantinya akan dijadikan dasar pengembangan saat ini dan dimasa mendatang.<\/p>\n<p>Nilai-nilai yang terkandung dalam pangan tradisional adalah Nilai Religius, Nilai Seni, Nilai Kolektif, Nilai Ekonomis, Nilai Kesehatan, Nilai Kenikmatan (sirtha, 1998).<\/p>\n<p>Dengan adanya nilai-nilai tersebut diharapkan kuliner tradisional Bali bisa dikembangkan dan lebih menarik minat wisatawan untuk datang ke Bali.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3071\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/nasibalimenweti-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"377\" height=\"283\" \/><\/p>\n<h6><em>Sumber gambar : jarangpanas.com<\/em><\/h6>\n<p>Makanan ini adalah salah satu makanan khas dan unik yang dimiliki oleh Bali. Uniknya makanan ini menggunakan\u00a0 darah hewan dimana darah tersebut akan dicampurkan ke bumbu-bumbu tertentu. Biasanya darah yang digunakan adalah darah yang setengah matang untuk menambah kelezatan makanan tersebut. Lawar biasanya disajikan di pesta adat Bali dan dirumah tangga masyarakat Bali. Lawar adalah campuran antara sayur-sayuran, bumbu khas Bali, Kelapa, Terasi dan daging cincang. Lawar memiliki banyak sebutan tergantung jenis daging dan sayur yang digunakan. Salah satu contohnya adalah Lawar Penyu, disebutkan demikian karena daging yang digunakan adalah daging penyu. Lawar Nangka karena sayur yang digunakan berasal dari nangka. Disebut Lawar Putih jika tidak menggunakan darah hewan. Karena menggunakan darah hewan, Lawar Bali hanya bertahan setengah hari jika ditempatkan di ruang terbuka. Orang Bali mengatakan bahwa Lawar merupakan makanan yang memiliki simbol sebagai keharmonisan dan keseimbangan.<\/p>\n<p>Darah berwarna merah melambangkan Dewa Brahmana, Kelapa berwarna putih melambangkan dewa Iswara, terasi berwarna hitam melambangkan Dewa Wisnu. Selain itu, Lawar Bali memiliki\u00a0 citarasa yang khusus dimana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas, amis, asam dan bau terasi. Karena Lawar Bali memiliki simbol yang sangat mendalam biasanya Lawar Bali, digunakan untuk acara pengangkatan Gubernur\/Kepala daerah supaya orang yang jadi pemimpin tersebut bisa memaksimalkan potensi-potensi rakyat yang berbeda-beda sehingga menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3072\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/Resep-dan-Cara-Membuat-Lawar-300x240.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"240\" \/><\/p>\n<h6><em>sumber gambar : masakandapurku.com<\/em><\/h6>\n<p>Lawar khas Tabanan dengan Lawar Karangasem memiliki citrarasa yang berbeda-beda. Contohnya di kabupaten Badung dan Gianyar, sayur dalam lawar menggunakan kacang panjang sedangkan daerah Buleleng, sayur dalam Lawar menggunakan nangka muda dan\u00a0 daun pepaya. Warga Kabupaten Buleleng lebih menyukai Lawar merah yang menggunakan banyak darah hewan.<\/p>\n<p>Proses pembuatan Lawar dibagi menjadi 3 bagian, proses pembuatan bumbu utama \/ basa gede ( dalam bahasa Bali ), proses pembuatan bumbu penggurih \/ basa penyangklung dan proses pembuatan bumbu embe.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Reference :\u00a0<\/strong><br \/>\nSeri Travel Writing-Filosofi Makanan Tradisional Indonesia<\/p>\n<p><strong>Disusun Oleh :<\/strong><br \/>\nMahasiswa Travel Writing- Kelas A Hospitality &amp; Tourism Business, Universitas Ciputra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Jika mendengar kata \u201c Bali \u201c hal pertama yang akan anda bayangkan adalah panas, pantai, eksotik, pura dan lainnya. Bali berasal dari kata \u201cBal\u201d yang berarti kekuatan sedangkan \u201cBali\u201d berarti pengorbanan. Bali merupakan kepulauan nomor 2 terbaik di dunia dan termasuk destinasi yang paling disukai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Provinsi Bali merupakan salah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":178,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-3070","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-latest-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan - Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lawar Bali yang memiliki cita rasa khusus di mana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas dan asam menjadikannya sebagai makanan khas yang memiliki simbol mendalam. Karenanya Lawar Bali digunakan untuk acara pengangkaran Gubernur \/ Kepala Daerah supaya orang tersebut dapat menjadi pemimpin yang memaksimalkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan - Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lawar Bali yang memiliki cita rasa khusus di mana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas dan asam menjadikannya sebagai makanan khas yang memiliki simbol mendalam. Karenanya Lawar Bali digunakan untuk acara pengangkaran Gubernur \/ Kepala Daerah supaya orang tersebut dapat menjadi pemimpin yang memaksimalkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-01-08T23:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-01-09T03:18:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin HTB\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin HTB\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin HTB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/edea44ebf28958e93534216918b76322\"},\"headline\":\"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan\",\"datePublished\":\"2019-01-08T23:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-09T03:18:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/\"},\"wordCount\":509,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/htb\\\/2019\\\/01\\\/lawar-300x200.jpg\",\"articleSection\":[\"Latest News\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/\",\"name\":\"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan - Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/htb\\\/2019\\\/01\\\/lawar-300x200.jpg\",\"datePublished\":\"2019-01-08T23:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2019-01-09T03:18:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/edea44ebf28958e93534216918b76322\"},\"description\":\"Lawar Bali yang memiliki cita rasa khusus di mana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas dan asam menjadikannya sebagai makanan khas yang memiliki simbol mendalam. Karenanya Lawar Bali digunakan untuk acara pengangkaran Gubernur \\\/ Kepala Daerah supaya orang tersebut dapat menjadi pemimpin yang memaksimalkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/htb\\\/2019\\\/01\\\/lawar-300x200.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/htb\\\/2019\\\/01\\\/lawar-300x200.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/filosofi-lawar-bali\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/\",\"name\":\"Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism\",\"description\":\"Universitas Ciputra\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/edea44ebf28958e93534216918b76322\",\"name\":\"Admin HTB\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2445b50ec676b8a611f6f3a417e70ce1294844ea8cbf0da934ec2ee5eafa7fb0?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2445b50ec676b8a611f6f3a417e70ce1294844ea8cbf0da934ec2ee5eafa7fb0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2445b50ec676b8a611f6f3a417e70ce1294844ea8cbf0da934ec2ee5eafa7fb0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin HTB\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/htb\\\/author\\\/adminhtb\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan - Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism","description":"Lawar Bali yang memiliki cita rasa khusus di mana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas dan asam menjadikannya sebagai makanan khas yang memiliki simbol mendalam. Karenanya Lawar Bali digunakan untuk acara pengangkaran Gubernur \/ Kepala Daerah supaya orang tersebut dapat menjadi pemimpin yang memaksimalkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan - Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism","og_description":"Lawar Bali yang memiliki cita rasa khusus di mana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas dan asam menjadikannya sebagai makanan khas yang memiliki simbol mendalam. Karenanya Lawar Bali digunakan untuk acara pengangkaran Gubernur \/ Kepala Daerah supaya orang tersebut dapat menjadi pemimpin yang memaksimalkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/","og_site_name":"Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism","article_published_time":"2019-01-08T23:00:35+00:00","article_modified_time":"2019-01-09T03:18:52+00:00","author":"Admin HTB","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin HTB","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/"},"author":{"name":"Admin HTB","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/#\/schema\/person\/edea44ebf28958e93534216918b76322"},"headline":"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan","datePublished":"2019-01-08T23:00:35+00:00","dateModified":"2019-01-09T03:18:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/"},"wordCount":509,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/lawar-300x200.jpg","articleSection":["Latest News"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/","name":"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan - Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/lawar-300x200.jpg","datePublished":"2019-01-08T23:00:35+00:00","dateModified":"2019-01-09T03:18:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/#\/schema\/person\/edea44ebf28958e93534216918b76322"},"description":"Lawar Bali yang memiliki cita rasa khusus di mana terdapat rasa manis, asin, pahit, pedas dan asam menjadikannya sebagai makanan khas yang memiliki simbol mendalam. Karenanya Lawar Bali digunakan untuk acara pengangkaran Gubernur \/ Kepala Daerah supaya orang tersebut dapat menjadi pemimpin yang memaksimalkan potensi yang dimiliki dan menghasilkan suasana yang harmonis dan seimbang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/lawar-300x200.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/htb\/2019\/01\/lawar-300x200.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/filosofi-lawar-bali\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lawar Bali : Simbol Kerhamonisan dan Keseimbangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/","name":"Hotel &amp; Tourism Business Creative &amp; Digital Tourism","description":"Universitas Ciputra","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/#\/schema\/person\/edea44ebf28958e93534216918b76322","name":"Admin HTB","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2445b50ec676b8a611f6f3a417e70ce1294844ea8cbf0da934ec2ee5eafa7fb0?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2445b50ec676b8a611f6f3a417e70ce1294844ea8cbf0da934ec2ee5eafa7fb0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2445b50ec676b8a611f6f3a417e70ce1294844ea8cbf0da934ec2ee5eafa7fb0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin HTB"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/author\/adminhtb\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/users\/178"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3070"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3078,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3070\/revisions\/3078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/htb\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}