Pengguna Media Sosial Berubah! Ini Kebiasaan Baru yang Harus Kamu Ketahui di 2025

Pengguna internet global rata-rata menghabiskan 2 jam 21 menit per hari di media sosial. Indonesia termasuk salah satu negara dengan durasi akses tertinggi, mencapai 3 jam 8 menit per hari. Platform yang paling populer di kalangan pengguna tetap didominasi oleh TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts karena tren konsumsi konten berbasis video pendek yang terus meningkat. Sementara itu, Facebook dan X (Twitter) mengalami perubahan pola penggunaan, di mana pengguna lebih sering mengaksesnya untuk berita atau komunitas spesifik dibandingkan sekadar bersosialisasi.

Perilaku Generasi Z dan Millennials

Generasi Z dan Millennials menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan dalam perilaku bermedia sosial. Generasi Z lebih cenderung menjadi konten kreator aktif dibandingkan sekadar konsumen, dan mereka cepat mengikuti tren serta lebih selektif terhadap brand yang mereka dukung. Di sisi lain, Millennials lebih fokus pada penggunaan media sosial untuk networking profesional dan mendapatkan informasi terbaru. Namun, kedua generasi ini sama-sama mengalami peningkatan kesadaran terhadap dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental, di mana 67% pengguna mengaku mengalami kecemasan atau tekanan sosial akibat media sosial.

Tren Konten: AI, Interaksi, dan Authenticity

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten semakin meningkat, dengan 83% profesional media sosial menggunakan AI untuk mengoptimalkan strategi pemasaran mereka. Tren utama di tahun ini adalah konten yang lebih personal, interaktif, dan autentik. Pengguna semakin tertarik dengan konten yang menampilkan realitas tanpa filter, dibandingkan konten yang terlalu dikurasi atau terlihat dibuat-buat. Fitur-fitur seperti live streaming, polling, dan format interaktif menjadi kunci dalam meningkatkan engagement.

Social Commerce dan Konsumsi Digital

Media sosial tidak hanya menjadi tempat interaksi, tetapi juga semakin berkembang sebagai pusat e-commerce. Social commerce (perdagangan melalui media sosial) diprediksi akan tumbuh hingga 30% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pengguna semakin nyaman melakukan pembelian langsung dari platform seperti Instagram Shop, TikTok Shop, dan Facebook Marketplace. Konsumen juga lebih tertarik dengan brand yang memiliki nilai keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab sosial.

Privasi dan Etika Digital

Dengan meningkatnya kesadaran akan keamanan data, banyak pengguna yang lebih berhati-hati dalam berbagi informasi pribadi di media sosial. Permintaan akan transparansi algoritma dan regulasi perlindungan data semakin meningkat. Bahkan, beberapa pengguna mulai mengadopsi detoks digital atau membatasi waktu penggunaan media sosial demi kesehatan mental mereka.

Secara keseluruhan, kebiasaan pengguna media sosial terus berkembang dengan fokus yang lebih besar pada interaksi bermakna, transparansi, serta dampak psikologis dan sosial. Brand dan konten kreator yang mampu memahami tren ini akan lebih mudah membangun komunitas yang loyal dan berdaya saing di pasar digital yang terus berubah.