Inovasi Kolagen Membran Cangkang Telur: Solusi Strategis Peneliti Universitas Ciputra Tekan Impor

SURABAYA, 3 Februari 2026 – Di balik konsumsi jutaan butir telur setiap harinya, tersisa persoalan limbah cangkang yang kerap luput dari perhatian. Menjawab tantangan lingkungan tersebut, tim peneliti dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya berhasil mengungkap “harta karun” tersembunyi berupa kolagen dari eggshell membrane (ESM) atau lapisan tipis di dalam cangkang telur.

Inovasi ini lahir bukan sekadar sebagai riset laboratorium, melainkan sebagai solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kolagen impor yang selama ini mendominasi pasar domestik.


Sinergi Akademisi dan Industri: Menjembatani Laboratorium ke Pasar

Keberhasilan riset ini merupakan buah kerja keras tim peneliti UC yang terdiri dari Dr. Joko Sulistyo, M.Sc. , Mitha Ayu Pratama Handojo, S.TP., M.Sc., dan Agoes Tinus Lis Indrianto, S.S., M. Tourism., Ph.D. Melalui skema Riset Sinergi dari Program Hilirisasi Riset Prioritas Kemdiktisaintek, inovasi ini berhasil menjembatani celah antara pengembangan sains dan kebutuhan pasar.

Untuk memastikan hasil riset dapat dirasakan masyarakat, tim UC berkolaborasi erat dengan mitra strategis:

  • PT Andara Cantik Indonesia: Dipimpin oleh Fanny Lia Sutanto, perusahaan ini berperan sebagai mitra hilirisasi sekaligus lokasi validasi produk untuk aplikasi serum dan skincare.

  • PT Farming Jaya Bandung: Menjamin keberlanjutan produksi dengan menyuplai hingga 3.500 cangkang telur setiap harinya.

Kolaborasi lintas sektor ini telah diakui secara luas, bahkan sukses menyabet penghargaan bergengsi Inovasi Suroboyo Award 2025.


Fungsi Medis dan Estetika: Harapan Baru Pemulihan Jaringan

Dr. Joko Sulistyo menaruh harapan besar pada manfaat medis kolagen ESM ini. Selain menjaga elastisitas kulit dalam produk kecantikan premium, kolagen ini memiliki potensi besar dalam mempercepat regenerasi jaringan tubuh yang rusak.

“Harapan kami, produk kolagen ESM ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan jaringan kulit intensif, seperti menyamarkan bekas luka operasi atau luka bakar,” ungkap Joko.

Efektivitas kolagen lokal ini dinilai mampu bersaing dengan produk global, menjadikannya pilihan utama untuk aplikasi farmasi dan kesehatan kulit.


Murah, Mudah, dan Terjamin Halal

Selain aspek keberlanjutan, kolagen dari membran cangkang telur memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan sumber konvensional seperti sapi atau ikan. Proses ekstraksinya lebih efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

“Produk ini mudah diproduksi, murah, dan yang paling penting bagi konsumen Indonesia adalah jelas kehalalannya,” tambah Joko.

Dengan kualitas yang setara dengan produk luar negeri, inovasi ini menjadi langkah besar bagi Indonesia untuk menciptakan ekosistem industri kesehatan dan kecantikan yang mandiri. Tim peneliti UC menyatakan keterbukaan mereka untuk menjalin kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak demi memperluas manfaat kolagen ESM ini di seluruh Indonesia.

Wujudkan impian kuliahmu di Universitas Ciputra!

Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.

Artikel lain
WhatsApp