Kasus GERD Meningkat, Dokter Universitas Ciputra Imbau Masyarakat Kenali Gejala dan Jaga Pola Makan Saat Puasa

Surabaya, 6 Maret 2026 — Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) menjadi salah satu gangguan pencernaan yang semakin banyak dialami masyarakat. Kondisi ini kini tidak lagi hanya terjadi pada kelompok usia tertentu, tetapi juga mulai sering dirasakan oleh kalangan muda hingga usia produktif. Gejala yang muncul umumnya berupa sensasi panas di dada, nyeri pada ulu hati, hingga rasa asam yang naik ke tenggorokan.

Data Global Burden of Disease (GBD) 2021 menunjukkan bahwa jumlah penderita GERD secara global mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika pada tahun 1990 jumlah kasus tercatat sekitar 450 juta, maka pada tahun 2021 angkanya telah melampaui 825 juta kasus. Sejumlah studi epidemiologi juga memperkirakan sekitar 10–20 persen populasi orang dewasa di dunia pernah mengalami gejala GERD, menjadikannya salah satu gangguan saluran cerna yang paling umum terjadi.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, dr. Putu Anisya Purnamasari, Sp.PD, dalam siaran langsung TikTok @universitasciputra melalui program Halo UC Dok, menjelaskan bahwa banyak masyarakat masih menganggap keluhan asam lambung sebagai masalah kesehatan yang sepele. Padahal, menurutnya kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama jika keluhan muncul secara berulang.

“Sering kali pasien datang dengan keluhan sensasi panas di dada atau nyeri di ulu hati yang muncul setelah makan. Jika keluhan tersebut terjadi berulang, kemungkinan itu merupakan tanda GERD sehingga sebaiknya diperiksa lebih lanjut,” jelas dr. Putu.

Ia menerangkan bahwa GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup yang memisahkan lambung dan esofagus. Beberapa faktor dapat memicu kondisi ini, di antaranya pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan berlemak atau pedas, stres, kurangnya waktu istirahat, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

“Siapa pun bisa mengalami GERD, termasuk kelompok usia muda. Oleh karena itu, penting untuk mulai memperhatikan pola makan dan gaya hidup agar keluhan tidak semakin sering terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Putu menjelaskan bahwa terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah kambuhnya GERD. Langkah tersebut antara lain menjaga pola makan tetap teratur, menghindari makanan pemicu seperti makanan pedas, berlemak, dan asam serta minuman berkafein, tidak langsung berbaring setelah makan, menjaga berat badan tetap ideal, serta mengelola stres dengan baik.

Menjelang bulan Ramadan, tidak sedikit penderita GERD yang bertanya apakah mereka masih dapat menjalankan ibadah puasa. Menurut dr. Putu, pada sebagian besar kasus, penderita GERD tetap dapat berpuasa selama kondisi penyakitnya terkendali dan pola makan saat sahur maupun berbuka diperhatikan dengan baik.

Jika kondisi GERD stabil, umumnya puasa tetap dapat dijalankan. Yang perlu diperhatikan adalah memilih makanan yang lebih bersahabat bagi lambung saat sahur dan berbuka, makan dalam porsi yang tidak berlebihan, serta menghindari langsung tidur setelah makan,” terangnya.

Ia juga menyarankan agar saat berbuka puasa, penderita GERD memulai dengan makanan ringan terlebih dahulu. Selain itu, makanan yang terlalu pedas atau berlemak sebaiknya dihindari, serta penting memberi jeda waktu sebelum tidur setelah makan malam.

Namun demikian, apabila selama berpuasa muncul keluhan seperti nyeri ulu hati yang berat, muntah berulang, atau sensasi terbakar di dada yang semakin sering terjadi, dr. Putu menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter.

“Apabila gejala GERD semakin sering muncul atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri agar dapat memperoleh penanganan yang tepat,” katanya.

Melalui berbagai kegiatan edukasi kesehatan yang rutin dilakukan, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya berharap masyarakat semakin memahami bahwa GERD bukan sekadar keluhan ringan. Kondisi ini perlu dikenali sejak dini dan dikelola dengan baik agar tidak berdampak pada kualitas hidup sehari-hari.

Wujudkan impian kuliahmu di Universitas Ciputra!

Klik tombol di bawah untuk tahu lebih banyak tentang beasiswa & promo pendaftaran terbaru.

Artikel lain
WhatsApp