Bagi Dirk Schuler, bali bukan hanya sekedar pulau indah tetapi juga sebagai tempat memulai bisnis yang patut diekplorasi.

Bali memang cukup menjual bagi pasar luar negeri. Tidak hanya karena merupakan destinasi wisata populer dunia tetapi iklim juga mendukung kegiatan berbisnis, bahkan untuk belajar coding atau  pemrograman, seperti membuat website atau sejumlah aplikasi.

Bagaimana tidak. Peserta pembelajaran pemrogramanatau coding di Bali tidak hanya berkutat menambah ilmu dalam kelas, tapi bisa melakukan praktek materi yang diajarkan instruktur sambil menikmati eksotisme pemandangan Bali.

Jangan kaget, jika berkesempatan mengunjungi Le Wagon Bali, sejumlah kegitan belajar, siswanya mengutak – atik laptop yang dibawanya tidak di dalam kelas, tapi  di teras sambil memandang pesona alam daro lantai atas. Maklum saja, saat ini, siswa pesertanya sebagian besar merupakan orang asing.

Dirk yang berasal dari jerman mengelola pembelajaran coding dengn merek Le Wagon  Bali sejak januari 2018.

Dia tidak menyangka kedatangan keduanya ke bali bersama sang ieteri yang berkewargaan Malaysia, pada akhirnya berujung tidak hanya untuk menetap tapi juga berbisnis. Pilihannya adalah membuka kelas belajar coding bootcamp.

Le Wagon sebagai tempat pembelajaran membuat aplikasi web memang sudah dikenal dunia. Le Wagon merupakan perusahaan multinational yang telah ada di 29 negara. Kencangnya ekpansi perusahaan tersebut, seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di bidang pemrograman.

Dirk mengatakan untuk menjadi seorang programmer tidak mesti melalui pendidikan formal atau menjali kelas perkuliahan. Dengan kursus secara intesif selama 2 bulan seperti halnya dilakukan di Le Wagon, bisa mencetak tenaga ahli di bidang aplikasi web.

Untuk itu, Dirk terpikir untuk memboyong jasa pembelajaran program ilmu informatika yang bsia diterapkan dalam dunia usaha atau disebut coding bootcamp ke Indonesia. Le Wagon Bali merupakan yang pertama di Tanah Air.

Sebelumnya dia menetap di Barcelona, Spanyol. Di negara tersebut, Dirk menjadi salah satu siswa Le Wagon. Seiring berjalannya waktu dan adanya perubahan cuaca, Dirk yang berprofesi sebagai prgrammer memutuskan untuk pindah dan menetap di Bali.

Dia melihat Bali memiliki potensi bisnis yang besar, dan mempunyai banyak komunitas yang digagas orang asing seperti kelompok wisatawan yang ada di Ubud maupun Canggu.

“kami perlu membuat [Le Wagon] di Bali, karena dengan pemandangan [yang indah ], membuat peserta belajar dengan baik,” kantanya kepada Bisnis.

Le Wagon Bootcamp yang, yang merupakan web developer walaupun baru hadir sejak bulan pertama tahun ini, sudah mampu merekrut 14 siswa, dan 90%  diantaranya merupakan orang asing yang memang ingin belajar pemrograman sekaligus berwisata ke bali/

Menurut Dirk, Le Wagon merupakan salah satu coding bootcamp terbesar yang banyak dicari di dunia. Ide coding bootcamp pertama kali tercetus di Eropa dan saat ini memang menyasar pasar Asia untuk pembelajaran selama 2 bulan dikenakan biaya US 6.500 atau 85 juta bagi setiap peserta.

“Ada dua pilihan jika ingin bekerja sebagai web developer yakni kuliah komputer science selama 2 tahun, atau mengikuti  bootcamp selama 3 bulan. Saat ini perusahaan lebih mencari lulusan bootcamp,”katanya.

Dirk optimis kursus coding akan laris manis. Lulusan kursus programmer mendapat pelatihan rutin selama 2 bulan. Sementara seorang sarja belum tentu mendapat pelatihan serupa, dan cenderung lebih banyak menerima teori daripada praktik.

Dengan keyakinan tersebut, Dirk selanjutnya akan membuat empat kelas. Adapun kapasitas murid dalam satu kelas, maksimal sebanyak 20 siswa.

Dia berharap makin banyak orang lokal yang tertarik kursus programmer. Dalam waktu dekat, dia juga akan membuka Lee Wagon di Jakarta.

“Indonesia memiliki banyak migran, mereka bekerja di mana pun, sehingga ide bootcamp [programmer] ini cocok bagi orang asing yang tinggal di Indoensia,” katanya.

Untuk mendaftar program coding bothcamp di Le wagon Bali, cukup membuka alamat websitenya di www.lewagon.com/bali atau mendapatkan informasi melaui Instagram @lewagonbali.

 

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.11-Maret-2018.Hal_.6