Luncurkan 23 aplikasi baru

Surabaya, Jawa pos – setelah menjalanan program intensif selama sepuluh bulan, Apple Developer Academy melangsungkan wisuda pertamanya di Univeritas Ciputra kemarin (11/12). Seratus orang yang di wisuda menghasilkan 23 aplikasi. Lima diantaranya langsung dipresentasikan dihadapan para tamu undangan kemarin.

Aplikasinya menjawab tantangan yang terjadi masyarakat. Misalnya, aplikasi Pi-tech yang sangat berguna untuk memantau dan mengontrol ternak dari jauh. Kemudian, ada aplikasi game interaktif yang terkoneksi lewat jam tangan. Aplikasi game Escape fit melibatkan pemainnya untuk bergerak. Selain itu, banyak aplikasi kreatif bidang pendidikan dan kesehatan serta bidang-bidang lain.

Rektor Universitas Ciputra Prof Yohanes Somawihardja mengatkan bahwa aplikasi-aplikasi itu tidak dirancang sembarangan. Tetapi lewat riset atas fakta-fakta lapangan. Para mahasiswa mengkaji kebutuhan masyarakat, lantas menjawab masalah itu dengan kreatif dan solutif lewat aplikasi-aplikasi yang mereka buat selama 10 bulan.

Yohanes menambahkan, setelah batch pertama selesai, Apple Developer Academy yang bekerja sama dengan UC bakal memulai program untuk batch kedua februari 2020 hingga desember. Program tersebut terbuka untuk seluruh generasi Indonesia.

Selama 10 bulan program itu, peserta dilatih mentor kelas dunia untuk mempelajari kombinasi pengkodean, desain, dan keterampilan professional untuk mempersiapkan peserta menjadi generasi pengembang aplikasi-aplikasi kreatif lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto  Dardak yang turut hadir dalam cara tersebut mengatakan bahwa pola pendidikan yang dihadirkan Apple Academy di Surabaya sangat mendukung kebutuhan masyarakat yang kini menghadapi era industry 4.0. “Lulusannya dapat mendorong kemajuan teknologi dan program-program di Jawa Timur,” tambahnya.

 

Ada Apliasi Deteksi Dini Kanker Payudara

Berdasar data yang dirilis Kementrian Kesehatan republic Indonesia per 31 januari lalu, penderita kanker payudara termasuk salah satu yang bterbanyak di Indonesia. Angka kejadian kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian17 per 100.000 penduduk. Banyak penderita yang tidak mengetahui gejala awal kanker tersebut.

Atas dasar itulah, empat lulusan Apple Developer Academy tersebut meluncurkan aplikasi untuk membantu masyarakat mendeteksi dini kanker payudara. Kitapink namanya. Aplikasi itu lahir dari tangan Dewi Salma Salsabila, Claudia Kenyta, Dhienalight, dan Fania Cercillia. “Aplikasinya sudah bisa di-Download di app store,” ujar Dewi Salma Salsabila selaku coder aplikasi tersebut.

Dewi menambahkan, kitapink dirancang khusus untuk deteksi kanker dan dilengkapi langkah-langkah pencegahannya. Didalamnya ada informasi seputar gejala-gejala awal kanker payudara serta tutorial tahapan mendeteksi dini kanker maupun treatment untuk pencegahannya. “nanti kalau kita lupa treatment, dihandphone langsung ada notifikasi pengingat,” ujar Claudia Kenyta, coder, dan desainer kitapink.

Sumber: Jawa Pos.12 Desember 2019