Penyakit seperti lambung maag dan asam lambung bisa disebabkan beberapa faktor. Diantaranya pola makan yang kurang teratur, stres, atau penyakit tertentu dan beberapa efek dari obat-obatan.
Ginanjar Elyus Saputra
Wartawari Padar Surabaya
UNDAANGAN Dokter Umum RS Aa. Husada (RSAH) Undaan Wetan Surabaya, dr. Lili Soet- jipto, M. Si menjelaskan, agar seseorang tidak ingin mengalami sakit maag atau asam lambung, salah satu caranya harus melakukan manjemen stres.
Bila seseorang memiliki karyawan tertentu, yang harus dihindari adalah meminum obat yang dapat menopang kejadian maag atau lambung. “Kalau pun harus diminum obatnya, harus sesuai dengan anjuran dokter. Misanya, sesudah ma- kan, ditambahi dengan obat yang bisa untuk mengobati lambungnya,” kata dr. Lili, Jumat (5/2).
Biasanya, lanjut dr. Lili, obat yang bisa menyebabkan asam lambung adalah obat-obatan yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada penyakit tertentu. “Kalau seperti sakit gigi, itu kan nyeri ya. Biasanya dokter mengaruhi harus sudah makan obat maag dulu kemudian minum obat penghilang nyerinya,” tutur dr. Lili.
Seseorang mengalami gejala psikis, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan obat penenang. Kemudian setelah mendapatkan resep obat dari dokter, caranya tetap sama makan kemdudian minum obat maag setelah itu minum obat penenang.
Untuk pantangannya, seseorang yang memiliki maag dan asam lambung harus dihindari makanan mengandung kefein seperti kopi. Selain itu juga dihindari konsumsi santan dan ketan berlebihan. “Kalau habis minum kopi, orang tertentu bisa naik asam lambungnya,” ujarnya.
Yang terpenting, imbuhnya, kalau seseorang mengalami gangguan lambung makan teratur. “Jangan sampai nanti semakin paruh lambung- nya tidak diperhatikan bisa muntah darah, Itu harus segera ditangani di RS untuk rawat inap dan sialis. ditaangani dokter sampai ditunggu parah ya.” sakit jangan tandasnyn. (*rak)
Sumber: Radar Surabaya.6 Februari 2021. Hal.2

