3-Generasi-1-Atap.Ayahbunda-eds-11.01-14-Jun.2015.pg-86

Pola asuh nenek kakek yang cenderung memanjakan cucu, kerap menjadi masalah hubungan dua generasi. Misalnya nih, ibunya sudah wanti-wanti agar tidak diberi es krim sebelum makan, tetapi nenek yang sayang cucu, melanggar aturan itu. Pertikaian dua generasi tak terhindarkan, cucupun bingung. “Itu akan terus terjadi jika kedua belah tidak saling beradaptasi, “ujar Dra. Bunda Sri Sugiri M.Hum. Dosen mata kuliah kesejahteraan sosial bagi manusia lanjut usia, fakultas ilmu sosial Univrsitas Indonesia, Depok. Menurut bunda, pemerintah Indonesia pernah menawarkan program “tiga generasi dalam satu atap”. Tujuan program ini agar nenek kakek yang tinggal dengan anak cucunya lebih sehat dan bahagia. “ namun ini masih pro dan kontra. Mereka yang kontra mengaku merasa di bully jika tinggal bersama anak. Karena memang bedakebiasaan dan nilai yang dianut.”tutur nenek tiga cucu, anggota tim inti bidang pengabdian masyarakat di center for ageing studies Universitas Indonesia (CAS UI) pusat studi kelanjut usiaan UI.

Bunda mencontohkan, ada nenek kakek yang tidak happy menyaksikan cucunya “ditelantarkan” orang tuanya yang pulang malam. Itu karena nenek kakek sulit memahami sekarang ini jalanan sangat macet. Nenek kakek membandingkannya dengan zaman dulu, saat pekerja bisa pulang jam 3 sore. Sebaliknya anak bisa tersinggung jika ditanya mengapa pulang malam. “tetapi menurut sebuah penelitian, lansia di sebuah desa di Bantl, Yogyakarta mengaku bahagia tinggal bersama anaknya, “lanjut Bunda.

“Tahun 2020 Indonesia menjadi Negara dengan penduduk lanjut usia terbanyak nomor 4 di dunia”.

Ditengah pro dan kontra konsep tersebut. Apa solusi terdekat yang bisa dilakukan? Yang muda perlu memahami orang tua yang 20 tahun lalu segar dan gampang diajak berdiskusi, kini berubah, pendengaran berkurang, emosi lebih sensitif. Jadi, jika ingin bicara, mendekat lalu jelaskan dengan jernih. “papar bunda. Para lansia pun perlu memahami adanya perubahan dan harus beradaptasi dengan kebiasaan masa kini. “Maknya bagi lansia saya sarankan untuk bergabung dengan komunitas lansia agar bisa berbagi cerita dan solusi. Teruslah berkegiatan agar tetap sehat dan bahagia,” tutur bunda sambil menceritakan pengalamannya sebagai nenek yang sayang cucu, namun ternyata sang cucu mempertanyakan rasa sayang, “cucu saya Kiska (4) ikut lomba di mall. Dia mengadu dengan sedih karena tidak juara dan tidak dapat hadiah, hati nenek mana yang tidak runtuh, “kisah bunda.

Bunda akhirnya meminta Kiska memilih selembar handuk dan membungkusnya dengan kado cantik. Kiska gembira. Bunda pun lega. Tapi bunda mendengar teman Kiska berkta, “kok, kamu dapat hadia? “tidak tega melihatnya, Bunda membelikannya hadiah juga. Eh Kiska mengadu kepada ayahnya. “Mide (panggilan untuk nenek). Itu sayang tidak sih sama aku. Masa membelikan kado buat anak itu. Dia bukan sahabatku. “Persoalannya ternyata tidak sesederhana seperti yang saya duga, “Bunda tersenyum.

 

Sumber: Ayahbunda-eds-11.01-14-Jun.2015.pg-86