4 Gejala Penyakit Sinusitis.Kompas.21 Februari 2017.Hal.36

Kualitas lingkungan yang buruk, paparan udara tak sehat, serta daya tahan tubuh kurang bugar bisa membuat siapa saja terkena penyakit sinusitus. Gangguan pada saluran pernapasan akibat virus atau bakteri ini dalam jangka panjang bisa mengganggu kerja organ mata dan otak.

Seperti dikutip dari Kompas.com, penyakit sinusitus bisa ditandai dengan keluhan adanya riak terus-menurus di tenggorokan, hidung tersumbat sangat sering, dan sakit kepala. Alergi atau infeksi bisa menjadi penyebab munculnya sinusitus karena memicu inflamasi atau peradangan dari amandel di belakang hidung. Umumnya banyak orang sulit membedakan antara batuk-pilek biasa dengan gejala sinusitus. Sebagai gambaran berikut ini, beberapa indikasi jika Anda terkena sinusitus. Pertama, gejala flu lebih dari seminggu. Biasanya sinusitus berawal dari gejala klasik flu, seperti hidung gatal, meriang, tenggorokan gatal, dan lemas. Setelah tiga atau empat hari, gejala tersebut makin memburuk, tetapi di hari kelima atau ketujuh akan membaik. Jika sudah seminggu gejalanya masih muncul kemungkinan sudah terjadi infeksi bakteri.

Kedua, perhatikan perubahan pada watna cairan yang keluar dari hidung. Berbeda dengan pilek biasa, gejala sinusitus akan lebih berfokus pada sinus. Indikasinya, yaitu cairan dari hidung akan bertambah banyak dan warnanya menjadi kuning hingga hijau. Ketiga batuk berdahak. Karena banyaknya lendir, terkadang cairan tak bisa keluar melalui hidung dan dialirkan ke tenggerokan. Hal ini mengakibatkan lendir akan menumpuk dan bisa menyebabkan batuk berdahak. Keempat, tekanan di sinus. Infeksi sinusitus bisa membuat wajah dan area sinus terasa lebih tertekan hingga terkadang menyebabkan sakit kepala. Ada juga orang yang merasa bagian sinusnya membengkak.

Untuk mengatasi sinusitis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan cara mengatasi peradangan pada sinus. Selain itu, pemberian antibiotik bisa dilakukan. Untuk sinusitus yang disebabkan dampak dari alergi, pemicu alergi harus ditemukan dan diselesaikan. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalani tes alergi. Selain itu, perilaku hidup sehat, seperti olahraga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kebuguran tubuh. Lingkungan tempat tinggal yang sehat, seperti kamar tidur yang harus tersinari matahari dan penggantin seprai sepekan sekali juga harus diperhatikan.

Sumber: Kompas.21-Februari-2017.Hal_.361