Metro Jogja.8 Oktober 2013.Hal.1,7

JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan sudah saatnya sekolah membudayakan pendidikan entrepreneurship. Dengan pendidikan kewirausahaan ini masalah pengengguran dan kewirausahaan bisa teratasi, karena melahirkan generasi pencipta lapangan kerja bukan pencari kerja.

“Sistem pendidikan di Indonesia cenderung pada learning to know (belajar untuk tahu). Lulusannya kurang memiliki keterampilan untuk masuk dunia kerja. Jika sistem pendidikan terus dibiarkan seperti ini banyak lulusan SMA dan SMK tidak memiliki kompetensi,” ujarnya melalui sambutan tertulis dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs Sulistyo SH CN Msi pada forum internasional The 13th Annual SEA AIR Conference “Entrepreneurship in Higher Education and Institutional Effectiveness”, Senin (7/10) kemarin, di Jogjakarta Plaza Hotel.

SEA AIR marupakan kegiatan tahunan yang mengumpulkan para akademisi dari pendidikan tinggi dan para praktisi di Asia Tenggara untuk melakukan diseminasi hasil penelitian di berbagai bidang ilmu pendidikan. Jogja sebagai tempat penyelenggaraan acara sekaligus untuk mempromosikan Kota Budaya ini. Adapun penyelenggara kegiatan ini Universitas Ciputra dengan sponsor PT Sido Muncul.

Dikatakan Sultan, dunia pendidikan harus melakukan transformasi diri. Sistem dan budaya pengelolaan sekolah yang bercirikan birokrasi dirombak menjadi sistem dan budaya yang entrepreneurial. Contoh, dengan budaya baru ini jajaran sekolah mendapatkan kesempatan penghargaan jika mereka melakukan inovasi untuk kemajuan sekolah.

Mengutip pernyataan Ir Ciputra “Di tangan entrepreneur sampah dan kotoran bisa jadi emas” lebih lanjut disampaikan, sukses belum tentu dicapai sekali jalan. Bahkan seringkali harus melalui proses jatuh bangun dulu.

Tapi yang penting adalah menarik hikmah dari setiap kegagalan dan pemahaman kegagalan adalah sukses yang tertunda karena kegagalan selalu mengandung benih-benih kemajuan. Dengan semangat seperti itu akan memiliki semangat tak kenal putus asa dalam usaha menjadi seorang entrepreneur sejati.

Rektor Universitas Ciputra Ir Tony Antonio M Eng menyampaikan memasukkan entrepreneuirship ke dalam sistem pendidikan tinggi memang tidak mudah. Melalui event SEA AIR International Conference inilah dilakukan sharing untuk kemajuan kewirausahaan.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini selain Direktur Utama (Dirut) PT Sido Muncul Irwan Hidayat, juga hadir Menaging Director of Ciputra Group Harun Hajadi MBA, Prof Dr Djoko Susanto (Senior Accountant, Consultant, Lector and Entrepreneur), Antonius Tanam MBA MSc selaku President of Universitas Ciputra Entrepreneurship Center).

Ada 70 paper yang di presentasikan pada SEA AIR 2013 serta lebih dari 100 partisipan hadir. Acara itu dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs Sulistyo SH CN Msi mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, ditantai pemukulan gong.

Turut mendampingi Denny Bernardus dari Yayasan Ciputra, Teay Shawyun Ph D selaku President SEA AIR serta Yusak Anshori (Chairman of Local Committe SEA AIR 2013).

Sebanyak 15 kelompok project business mahasiswa Universitas Ciputra memamerkan produknya di sela-sela acara berlangsung. Universitas Ciputra berdiri pada tahun 2006 dan memiliki visi menjadi universitas yang menciptakan entrepreneur kelas dunia yang berkarakter dan dapat mengubah dunia. (hul)

 

Sumber: Metro-Jogja.8-Oktober-2013.Hal_.17