Unesa Kukuhkan 11 Guru Besar
30 Desember 2025
Kampus di Surabaya Barat berupaya menambah guru besar (gubes) untuk meningkatkan kualitas akademik. Ada beragam cara yang disiapkan kampus. Itu mulai pendampingan, dukungan riset peningkatan kapasitas dosen, serta penguatan tata kelola pengurusan gubes yang etis.
Skema Percepatan
Unesa mengukuhkan 11 gubes kemarin (29/12). Rektor Unesa Prof Nurhasan mengatakan, idealnya, persentase profesor dikampusnya mencapai 10 persen dari jumlah dosen. Dia berharap, 11 gubes tersebut dapat menyiapkan SDM unggul yang mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Untuk menambah profesot kata Nurhasan, pihaknya menyiapkan skema percepatan. “Mulai dari pendampingan akademik hingga desain riset yang disesuaikan dengan bidang keilmuan dan regulasi kenaikan jabatan fungsional,” ucapnya.
Dana Penelitian
Tahun depan, Unesa menyiapkan dana riset sebesar Rp 50 miliar khusus untuk penelitian, di luar anggaran pengabdian masyarakat dan kegiatan akademik lainnya. Anggaran itu diarahkan untuk memperkuat penelitian dosen agar menghasilkan hasil konkret, termasuk publikasi bereputasi dan paten.
Pihak universitas juga bakal menambah gubes pada 2026. Rencananya, tahun depan ada 40 sampai 50 profesor baru. Target itu sekaligus untuk mengejar rasio ideal profesor setelah Unesa merekrut sekitar 500 dosen muda dalam beberap tahun terakhir. Para dosen muda itu tidak mungkin langasung menjadi profesor, namun disiapkan secara sistematis melalui riset berkelanjutan. Gubes yang sudah ada diharapkan berperan sebagai mentor.
Proses Pemetaan
UC Surabaya juga terus menambah jumlah gubes sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik. Rektor UC Surabaya Prof Dr Wirawan Endro Dwi Radianto mengungkapkan, penambahan profesor tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga menjaga etika dan mutu akademik agar sejalan dengan standar nasional maupun internasional.
Upaya tersebut ditempuh melalui dua jalur utama. Yaitu peningkatan kapasitas dosen dan penguatan tata kelola pengurusan gubes yang etis. “Sejak awal, UC telah memetakan dosen secara kepangkatan dan rekam jejak riset yang berpeluang menjadi profesor,” ucap Wirawan. Prosesnya disusun sejak dini, mulai dari perencanaan jabatan fungsional, publikasi ilmiah, hingga kesiapan akademik menuju pengusulan gubes.
Tumbuh Berkelanjutan
UC menyiapkan pendampingan intensif melalui Human Capitan Management (HCM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). HCM bertugas mengawal aspek administratif dan strategi karier dosen, sementara LPPM memastikan kualitas riset dan publikasi. Selurih karya ilmiah disaring ketat agar terhindar dari jurnal predator, diskontinuitas publikasi, maupun praktik tidak etis. Bahkan, sebelum diajukan ke kementrian, setia[ naskah harus lolos validasi ilmiah dan etik.
Saat ini, jumlah gbes di UC berkisar 15-16 orang. Tahun Depan, UC menargetkan penambahan minimal tuga profesor baru. Target tersebut duharapkan tercapai melalui sistem pembinaan yang terstruktur, berbasis riset bereputasi, serta komitmen menjaga integritas akademik. “UC menargetkan pertumbuhan guru besar berlangsung berkelanjutan, bukan sekadar musiman. (omy/aph)

