Klik Berita: https://beritajatim.com/ragam/824-persen-anak-muda-berstatus-pemakai-narkoba-begini-kata-dosen-farmakologi-universitas-ciputra/

Surabaya (beritajatim.com)

Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu hal yang berbahaya. Berdasarkan data Kominfo 2021, sejumlah 82,4% anak muda berusia 15-35 tahun berstatus sebagai pemakai narkoba. Selain itu, sebesar 47,1% berperan sebagai pengedar dan 31,4% sebagai kurir.

“Ini bisa dicegah dengan cara sosialisasi dan talkshow. Menggugah semua pendengar dan pemirsa untuk lebih waspada dengan narkoba,” kata Dosen Farmakologi Ciputra, Florence Pribadi dalam acara Bincang Sehat di kantor Beritajatim.com.

Wanita yang akrab disapa dr. Flo ini menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba perlu diwaspadai, khususnya bagi para remaja yang sedang dalam masa transisi perubahan hormonal.

“Masa transisi pra remaja mulai dari 9 tahun atau pada usia 17 tahun. Jadi yang diwaspadai adalah remaja. Berangkat dari itu ada perubahan hormonal, fisik dan emosi sehingga rentan terjadi penyalahgunaan,” ungkap dr. Flo.

Adapun jenis narkoba terbanyak yang sering digunakan menurut data Indonesia Drugs Report 2022 adalah ganja 41,4%, sabu 25,7%, nipam 11,8%, dan dextro 6,4%.

Menurut dr. Flo, Indonesia merupakan negara tropis sehingga ada beraneka ragam tanaman yang tumbuh dengan baik, salah satunya yaitu ganja.

“Negara kita (Indonesia) itu negara tropis sehingga tanaman itu mudah untuk tumbuh. Ada di daerah tertentu yang melimpah,” kata dr. Flo.

Selanjutnya, dr. Flo juga menjelaskan cara menangani para pecandu narkoba. Dia mengungkapkan, tahapan rehabilitasi bagi pecandu narkoba tidak langsung dihentikan begitu saja pemakaiannya, melainkan diturunkan dosisnya terlebih dahulu. Sebab, jika narkoba langsung dihentikan maka bisa menimbulkan gejala putus obat.

Selain rehabilitasi medis, dr. Flo juga mengungkapkan pentingnya rehabilitasi secara mental untuk mengembalikan para pecandu ke masyarakat agar bisa kembali beraktivitas.

Menurut dr. Flo, mengembalikan kepercayaan lingkungan terhadap seorang pecandu narkoba bukanlah hal yang mudah. Sebab, hal tersebut membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Yang perlu direhab bukan pecandu narkoba saja, yang mendampingi juga perlu direhab karena pernah disakiti dan dikecewakan berkai-kali,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Charles Siahaan menyampaikan perlunya mengetahui penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda.

“Jadi, pasti ada penyebabnya kenapa anak-anak muda larinya ke Napza. Biasanya karena masalah keluarga atau faktor internal lainnya,” sambungnya.

Lebih jauh, Charles menyebutkan, mahasiswa kedokteran Universitas Ciputra telah terjun ke lapangan dengan memberikan edukasi kepada para remaja untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.

“Kita sudah ke lapangan. Saya berharap mahasiswa bisa belajar dan mengetahui lebih dalam terkait ini,” pungkasnya. (nap)