Ciputra University Opens Obstetrics and Gynaecology and Surgery Specialist Programs

January 24, 2026

jatim.jpnn.com, SURABAYA – Ciputra University (UC) officially opened the Specialist Doctor Education Program (PPDS) for two strategic fields: Obstetrics and Gynaecology (Obgyn) and Surgery, as a step to strengthen the distribution of specialist doctors in Indonesia, particularly in Eastern Indonesia.

 

The Faculty of Medicine (FK UC) received approval to open the program on January 23, 2026.

Dean of FK UC, Prof. Dr Hendy Hendarto, SpOG Subsp FER, stated that the presence of these two specialist programs is part of UC’s commitment to meeting the high national demand for specialist doctors.

“For Obgyn specialists, we have a major mission to increase the number of specialist doctors in Eastern Indonesia. Currently, the need is still very high, while the distribution of doctors is uneven,” said Prof. Hendy.

As a concrete form of support for equitable healthcare services, the Faculty of Medicine, University of Indonesia (UCI) is also offering a special scholarship program for prospective students from Eastern Indonesia.

This program is accompanied by a commitment to ensure graduates return to their home regions after completing their specialist education.

“We want graduates to not only excel academically, but also to truly impact communities in regions where specialist medical personnel are still lacking,” he explained.

Meanwhile, the Surgical Specialist Education Program at the Faculty of Medicine, University of Indonesia (UCI), is designed to keep pace with the latest medical technology. Participants will be equipped with minimally invasive surgical skills, which are now standard in modern surgical practice.

“Surgical technology continues to advance. Specialist doctors must be able to master minimally invasive techniques for more effective services and faster patient recovery,” he said.

According to data from the Ministry of Health, Indonesia still experiences a shortage of specialist doctors, especially outside Java. The national specialist doctor ratio is also below the World Health Organisation (WHO) ideal standards, particularly for obstetrics and surgical services.

The establishment of the Specialist Education Program at Ciputra University is also supported by the construction of the UCI Faculty of Medicine tower as a modern educational facility.

“This is a manifestation of the impact campus has on providing strategic national solutions to improve the quality and equity of healthcare services in Indonesia,” concluded Prof. Hendy. (mcr12/jpnn)

Kampus Skrining Mahasiswa dan Dosen untuk Cegah Gangguan Kesehatan Mental

13 Januari 2026

Kampus menyiapkan sistem pencegahan dini dan penanganan gangguan kesehatan mental. Di Unesa dan di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, dosen dan mahasiswa wajib mengikuti skrining untuk mendeteksi jenis gangguan yang dialami. Pihak universitas juga menyediakan psikolong profesional untuk membantu penyembuhan.

Proses Asesmen

Di Unesa, penanganan kesehtan mentak dijalankan Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS). Direktur PPIS Unesa Prof Dr Mutimmatul Faidah mengatakan, seluruh mahasiswa baru (maba) dan dosen mengikuti asesmen menggunakan instrumen Self Reporting Questionnare (SRQ-20). Hasilnya untuk memetakan tingkat kerentanan stress mahasiswa, dari ringan hingga berat.

Mahasiswa dengan kerentanan ringan dan sedang diarahkan mengikuti konselor sebaya serta kelas kesehatan mental berbasis komunitas. Sementara, yang kondisinya berat, mendapatkan pendampingan intensif, mulai konseling profesional, pemanggilan langsung, hingga home visit bila diperlukan. “Pendampingan tidak berhenti pada asesmen, tapi ada tindak lanjut sesuai tingkat risikonya,” kata Mutimmatul.

Masalah Dominan

Masalah yang paling dominan ditangani Unesa bukan persoalan akademik. Tantangan adaptas maba, persoalan keluarga, relasi sosial, hingga tekanan ekonomi, justru lebih sering muncul. Untuk menguatkan jangkauan layanan, PPIS bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan, serta membuka akses konseling bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Sistem Mentoring

UC Surabaya menempatkan isu kesehatan mental sebagai bagian dari sistem pembinaan mahasiswa sejak awal. Skrining kondisi psikologis dilakukan secara online saat orientation week maba. Head of Student Welfare UC Stevany Livia Prajogo menyebut, hasil asesmen menjadi dasar pendampingan lanjuta selama masa studi. Pihak kampus menerapkan sistem mentoring wajib di mana dosen pembimbing dan mentor mahasiswa secara rutin memantau kondisi akademik dan psikologis maba. Salah satu sesi mentoring secara khusus mebahas kesehatan mental, adaptasi kampus, serta strategi menghadapi tekanan kuliah. Mahasiswa juga didorong aktif memanfaatkan layanan konselor sebaya.

Layanan Konseling

Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, UC menyediakan layanan konseling profesional dengan menerjunkan psikolog kampus. Layanan itu dibuka felksibel dari Senin hingga Sabtu, termasuk sesi daring dan malam hari, “Kami ingin memastikan mahasiswa mudah mengakses bantuan tanpa rasa takut atau stigma,” ujar Stefany. (omy/aph)