Bagi yang baru pertama kali mengunjungi Eropa, rasanya wajib memilih destinasi-destinasi yang telah menjadi ikon. Destinasi terkenal itu tersebar dibeberapa negara. Saat mendarat di Eropa melalui Paris, Perancis, misalnya, segera datangi tempat-tempat yang mungkin selama ini hanya kita lihat melalui media massa. Di Paris, datangi Place de la Concorde, gerbang kemenangan Arc de Triomphe, champs Elysees, Ktedral Notre Dame, dan Menara Eiffel. Melakuakan swafoto dengan latar belakang bangunan-bangunan tadi tentu keren sekali.

Dari Paris, perjalanan bisa dilanjutkan ke wilayah Jerman Selatan. Kita akan sampai di Danau Titise yang berada diketinggian 858 meter diatas permukaan laut. Danau ini dalamnya mencapai 40 meter. Danau ini berada diantara lereng hutan Black Forest Feldberg dan Hochfirst. Danau Titise sudah banyak dikunjungi wisatawan sejak awal abad ke-20.

Selanjutnya, kita bisa menuju Zurich untuk merasakan atmosfer kota pos-industrial, serta sungani dan danau yang menjadi latar atraktif. Kita juga bisa “mendaki” Gunung Titlis dengan menggunakan cable car untuk menatap pemandangan salju abadi.

Jangan lupa pula untuk mampir di Italia. Saat singgah di Roma, contohnya; kita bisa melihat kemegahan Basilika Santo Petrus di Vatikan. Lalu rangkai perjalanan ini dengan mengunjungi Sungai Tiber, Monumento Vittorio Emmanuele, atau melempar koin di air mancur Trevi.

Nah, jika datang ke Eropa pada Maret hingga Mei Negeri Kincir Angin harus dikunjungi. Hal ini karena pada bulan-bulan tersebut, Belanda menawarkan hamparan bunga warna-warni tang penuh pesona, terutama tulip, yakni di Taman Bunga Keukonhof. Ini adalah salah satu obyek wisata dunia yang hanya buka secara musiman.

Taman Bunga Keukenhof letaknya diantara Amsterdam dan Den Haag, tepatnya di kota Lisse. Tulip yang bermekaran pada Maret-Mei telah menjadi kekhasan Negeri Kincir Angin selama puluhan tahun. Taman ini telah menyandang predikat sebagai The Largest Flower Garden In  Europe, The Most Photographed Place In The World, dan Europe’s Most Value Attraction.

Menurut beberapa sumber, arti harfiah keukenhof  adalah kebun dapur. Taman ini didirikan sekitar abad ke-14. Pada mulanya, taman ini berfungsi sebagai lahan menanam rempah-rempah, tanaman ini berfungsi sebagai lahan menanam rempah-rempah, tanaman obat-obatan, dan beraneka jenis sayuran. “Konsumen” saat itu adalah keluarga kerajaan. Baru pada 1949 Keukenhof boleh dikunjungi masyarakat sebagai taman wisata yang sekaligus mempromosikan kota Lisse sebagai sentra penyedia bunga segar di Belanda.

Luas Taman Bunga Keukenhof mencapai 32 hektar dan menjadi rumah untuk sekitar 7 juta bunga. Selain tulip, kita juga bisa menikmati keindahan begenvil, anggrek, mawar, gerbera, lili, anyelir, dan hortensia. Taman bunga ini juga bisa menjadi wahana edukasi yang menyenangkan untuk anak-anak. Disini, sikecil bisa mengenal hewan peliharaan lebih dekat, semisal sapi, domba, dan ayam.

Jika mata kembali segar usai memandang keindahan bunga, kita bisa berfoto disekitar rumah kincir angin (windmolen) . tempat ini juga sering menyuguhkan pertunjukan musik khas Belanda. Sebagai suvenir, kita bisa membeli klompen atau sepatu kayu khas Belanda yang workshop pengrajinnya juga terdapat di Keukehof.

Padang bunga keukenhof menampilkan tema yang berbeda setiap tahunnya. “Romance in Flowers” menjadi tema tahun ini dan taman akan dibuka pada 22 Maret hingga 13 Mei 2018. Selama di Amsterdam, lakukan juga wisata keliling kota. Masuklah ke National Monument, Damrak Square, Central Station, Royal Palace, atau tempat pengasahan berlian Coster Diamond. Tak jauh dari Amsterdam, ada kota nelayan Volendam. Ini menjadi perhentian banyak turis karena keunikan rumah-rumah kayunya yang berwarna-warni. Penduduk lokalnya masih kerap menggunakan pakaian tradisional. Kita pun bisa berfoto dengan pakaian tradisional ini.

Beragam destinasi di Eropa bisa dikunjungi bersama Bayu Buana Travel Services. Biro perjalanan ini telah berpengalaman menemani para turis untuk berlibur secara menyenangkan.

 

Sumber: Kompas-Klasika.1-Maret-2018.Hal_.34