SURABAYA – Perayaan Natal tahun ini dimanfaatkan Universitas Ciputra untuk menarik kembali mahasiswa ke perpustakaan. Caranya dengan membuat pohon Natal dari 1.000 buku bertema entrepreneur di Corepreneur sebagairuang santai mahasiswa. “Di pohonnya, kami tempelkan QR code berisi informasi tentang perpustakaan,” jelas Kepala Perpustakaan UC Yehuda Abiel kemarin (15/12) Informasi itu memberikan petunjuk arah ke perpustakaan dan layanan apa saja yang disediakan perpustakaan. Setelah kembali sepenuhnya secara offline ke kampus, banyak mahasiswa yang belum mengenal perpustakaan.

Karena itu, pihaknya menggagas cara unik untuk menarik mahasiswa ke perpustakaan. Bertepatan dengan perayaan Natal, instalasi pohon Natal tersebut menjadi pilihan unik. “Ini kali pertama bagi kami bikin instalasi pohon Natal dengan bahan yang berbeda,” ucapnya.

Mereka menggunakan 1.000 buku bertema entrepreneur yang sudah lama menjadi koleksiperpustakaan. Ukuran yang digunakan juga bervariasi. Mulai A5 hingga hampir A3. “Namun, yang digantungkan bukan buku beneran ya. Kami pakai buku dummy,” jelas pria yang akrab disapa Abi itu. Dummy yang dimaksud adalah styrofoam yang dilapisi dengan tiruan sampul buku koleks. Jadi judul dan ukurannya benar-benar seperti buku asli.

Selain demi menjaga keawetan buku asli, dummy jelas lebih ringan daripada buku asli. Perakitannya pun lebih mudah. “ini makan waktu sekitar satu pekan,” Jeasnya. Buku-buku disusun dan dihias dengan lampu dan beberapa ornamen pohon natal pada umumnya.

Pengunjung dan mahasiswa tetap bisa membaca buku yang asli. Abi dan timnya meninggalkan puluhan buku itu di bagian bawah pohon. “Lewat QR code yang disediakan, mereka juga bisa mengecek buku mana saja yang masih tersedia untuk dipinjam,” tambahnya.

Pembuatan pohon Natal ini digagas sebagai aplikasi bentuk gerilya marketing. Yaitu, pemasaran dengan cara yang nonkonvensional dan unik. (dya/c7/may)