Pada Senin, 9 Oktober lalu telah dilaksanakan iTalk (Innovation Talk) Mencicipi Sila ke-V dalam Ragam Pangan Nusantara: Pemutaran dan Bincang Film Dokumenter HULA-KETA yang menunjuk Produser Film Dokumenter “HULA-KETA: Bukan Maluku Tanpa Sagu” (2023) sebagai narasumbernya, antara lain Dr. Daya N. Wijaya (Ketua Departemen Sejarah FIS Univ. Neg. Malang) dan Produser Pelaksana Andhika Y. Pratama, M. Si. (Dosen PPKn FIS Univ. Neg. Malang). Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB dan dilaksanakan di Library Lounge, Universitas Ciputra Main Building lantai 2A ini juga menunjuk Ralph Owen Christianto (Mahasiswa CBZ UC) dan Aryo Bagaskoro (Mahasiswa FIKOM UC) sebagai pemantik diskusi dan dipandu oleh Hadjar Chanissa Nur Malika (Mahasiswa FIKOM UC) sebagai moderatornya.
UKM band Abstrak hadir di awal acara dan membawakan lagu Indonesia Pusaka dan Timur dari Glenn Fredly yang mengantar peserta yang hadir memasuki sesi pemutaran film dan diskusi bersama.
Dalam iTalk kali ini dibahas mengenai Maluku yang dalam sejarah sering ditulis dan identik dengan perdagangan rempah-rempah yang begitu mendunia pada abad perniagaan.
Di sisi lain, sedikit yang menunjukkan bahwa sekalipun bangsa Iberia-Eropa seperti Portugis dan Spanyol merapat ke Maluku Utara justru bisa bertahan beberapa abad dengan mengkonsumsi pangan lokal seperti sagu.
Sampai hari ini, sagu dan teknik pengolahan tradisinya yang kurang diperhatikan dalam narasi besar kejayaan abad perniagaan nusantara tersebut tetap menjadi identitas yang mengurat-nadi bagi masyarakat Maluku. Pada diskusi kali ini lebih menyoroti bagaimana kedaulatan pangan pokok yang beragam melalui telaah Sila ke-V dalam Pancasila.