Stasiun Gubeng Pernah Sepi

Radar Surabaya. 17 Januari 2024

PEMINAT MENURUN: Di awal masa kemerdekaan Stasiun Gubeng sempat sepi dari penumpang dan lalu lintas barang.

Siapa sangka kondisi Stasiun Gubeng yang selalu ramai penumpang dan lalu lalang kereta dulu pernah sepi. Tepatnya di abad ke-20 atau saat kemerdekaan sempat mengalami penurunan penumpang.

“Pada akhir abad 19 dan 20 angkutan dengan kereta api menjadi sarana yang penting. Baik angkutan barang dan manusia. Ketika kemerdekaan abad 20 peran kertas api menurun. Sehingga Stasiun Gubeng merana,” tutur pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika.

Di akhir abad 20 karena padatnya lalu lintas jalan peran kereta api menjadi hidup kembali. Kota mulai berkembang pesat. Sehingga letak stasiun diperkirakan dengan baik.

Bahkan menurutnyta, sama seperti halnya di Eropa setelah revolusi industri perletakkan stasiun sebagai suatu jenis bangunan baru menjadi sangat penting dalam tata ruang kota. Dengan semakin majunya perkeretaapian, maka penempatan stasiun api di kota besar maupun kabupaten menjadi sangat penting.

“Karena fungsinya yang sama bangunan stasiun kereta api banyak menggunakan prototipe yang sama. Seperti di Surabaya peron Stasiun Gubeng yang berstatus gementee. Supaya tidak terjadi perpotongan atau persilangan yang berbahaya bagi pengendara dibuatkan jalan layang (viaduk),” pungkasnya. (rmt/nur)