Sumber: https://www.rri.co.id/iptek/659963/hackfest-aplikasi-bermanfaat-bagi-kebun-binatang-surabaya

KBRN, Surabaya : Program Studi Informatika Universitas Ciputra Surabaya kembali menggelar HACKFEST. Event tahunan Tingkat nasional diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia ini digelar selama 1 minggu yaitu 22-28 April 2024. Dari 40 tim peserta mengikuti babak seleksi secara online untuk diambil 16 tim terbaik sebagai finalist. Evan Tanuwijaya, S.Kom., M.Kom, Dosen Pembina, menjelaskan bahwa output dari HACKFEST ini harus bisa bermanfaat bagi Masyarakat.

“Aplikasi yang di create oleh para finalist jangan hanya berhenti sampai akhir lomba saja, namun harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu kami bekerjasama dengan School Entrepreneurship dan Humaniora (SEH) UC untuk menggandeng pihak Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai tempat eksplorasi Finalist. Pada Jumat 26 April, Finalist diajak field trip ke KBS. Kami ingin mendorong mereka untuk punya rasa peduli dan kritis terhadap lingkungan dan punya inisiatif memberikan ide-ide dengan kemampuan bidang teknologi yang mereka miliki. Langsung terjun ke lapangan yaitu KBS, melihat secara langsung dan merasakan secara langsung lebih baik daripada panitia menjelaskan melalui paparan, jadi kita pilih kegiatan Filed Trip sebelum finalist di karantina selama 36 jam di UC,” terang Evan, Minggu (28/4/2024).

Evan menjelaskan bahwa tiap tim yang terdiri dari 4-5 orang dalam masa karantina bisa secara bergantian menyelesaikan aplikasi. “Kami sampaikan kepada tiap tim untuk mengatur jadwal istirahatnya sehingga tidak ada yang sampai sakit karena kurang tidur. Anggota tim harus bergantian untuk istirahat,” terang Evan.

Menyambung pernyataan Evan, Bryan Anthony, Mahasiswa IT UC dan Wakil Ketua Acara, menjelaskan bahwa dalam masa karantina tiap tim diberikan fasilitas yang baik seperti tempat tidur, ISOMA, bahkan disiapkan fasilitas kesehatan juga.

Beberapa topik aplikasi menarik yang sedang dikembangkan oleh peserta diantaranya Kelompok Bersyukur (Universitas Surabaya) membuat zonasi-zonasi dan mengarahkan pengunjung ke zona-zona yang jarang dikunjungi dan dilengkapi dengan informasi terkait hewan hewan didalam zona tersebut. Kelompok Spontan (Universitas Brawijaya) membuat aplikasi management keeper zoo dengan fitur menjaga keberlangsungan hidup hewan-hewannya dilengkapi cerita tentang latar belakang hewan, Kelompok Ronde 4 (Institut teknologi sepuluh november) membuat Game edukasi tentang hewan-hewan dengan cara scan QR maka pengunjung mendapat misi untuk diselesaikan untuk mendapatkan vrtual pet jika berhasil. Tujuannya tidak hanya eksplorasi KBS tetapi juga edukasi karena pertanyaannya dari informasi di kebun binatang tersebut. Bryan memaparkan bahwa banyak ide ini dikarenakan Tim KBS menyambut baik saat 16 tim finalist saat melakukan Field Trip.

“Tim KBS membertikan penjelasan lengkap tentang kondisi KBS bahkan membawa kami keliling melihat suasana,” terang Bryan.

Rafie Ramadhan Al Aziz Zein salah satu tim dari Universitas Brawijaya mengaku senang dan tertantang untuk bisa menghasilkan aplikasi yang bermanfaat bagi KBS.

“Kami senang bisa masuk menjadi finalist. Kami dibekali pengetahuan cara menemukan ide kreatif, pemetaan lean canvas sampai menjadi business model canvas. Dari kelompok Rawr In Glory kami membuat aplikasi untuk membuat komunitas yang peduli dengan KBS,” terang Zein.

Dengan kegiatan ini diharapkan semakin banyak generasi muda yang ikut ambil peran dalam pengembangan yang dibutuhkan sekitarnya dengan keilmuan yang mereka punya.