Keren Nih! Cegah Jerat Pinjol UC Surabaya Gelar Workshop Literasi Keuangan Digital bagi UMKM Medan
15 Agustus 2024
PR SURABAYA – Universitas Ciputra Surabaya menginisiasi serangkaian workshop untuk meningkatkan literasi keuangan digital bagi para pelaku UMKM di Kota Medan. Program ini dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya kasus UMKM yang terjebak pinjaman online (pinjol) dengan alasan kebutuhan modal usaha, namun seringkali tanpa kemampuan untuk melunasi. Dr. Romauli Nainggolan, S.E., M.Si., CFDM, dosen International Business Management (IBM) Universitas Ciputra, menyatakan bahwa maraknya modus penipuan keuangan digital seperti phising dan penggunaan identitas serta akun pemilik usaha secara ilegal sangat memprihatinkan.
“Sudah saatnya perguruan tinggi berperan dalam meningkatkan literasi keuangan digital untuk mengurangi risiko kerugian yang dialami masyarakat, khususnya UMKM,” tegas Romauli. Bersama dengan Dr. Metta Padmalia, S.Si., M.M., CPM (Asia), dan Gladys Greselda Gosal, S.M., M.M., AWP., CWM, Romauli menggagas workshop yang diikuti oleh 60 wirausahawan mikro di Medan. Workshop ini digelar bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal Kota Medan, dan akan berlangsung dalam 6 sesi mulai Juli hingga Agustus 2024.
Dua sesi dilaksanakan secara langsung (onsite) dan empat sesi lainnya secara daring. “Kami mengutamakan UMKM yang telah menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Fokus utama workshop ini adalah membantu UMKM melek teknologi keuangan digital, sehingga terhindar dari penipuan serta kejahatan keuangan digital seperti pinjol. Selain itu, diharapkan mereka juga mampu mencapai kinerja keuangan yang lebih baik melalui pengelolaan keuangan usaha yang benar,” tambah Romauli. Nurbaiti Harahap, S.Sos, M.AP, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, menyambut baik inisiatif ini.
“Kami berterima kasih kepada Universitas Ciputra Surabaya yang telah membantu pengembangan kewirausahaan di Medan. Kondisi UMKM di Medan saat ini masih minim literasi keuangan, sehingga sangat rentan terhadap penipuan dan kejahatan keuangan digital seperti pinjol,” ujarnya. Peserta workshop, seperti Aldha Musi, pemilik toko buku bekas ODELIA, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Saya jadi lebih melek keuangan digital, memahami berbagai fitur dan program di platform pembayaran digital, serta tahu cara mengantisipasi penipuan yang sering terjadi,” kata Aldha.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memperluas jaringannya dengan pelaku usaha lain, yang penting untuk meningkatkan kerjasama dan pengembangan usaha. Romauli berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memiliki literasi keuangan digital yang baik, sehingga risiko kerugian akibat penipuan dapat diminimalisir.
Universitas Ciputra berkomitmen untuk terus memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM agar mereka bisa bertahan dan berkembang di era digital ini.***
Timothy Lie

