Sumber berita: https://jatim.jpnn.com/jatim-terkini/34859/uc-ajarkan-budaya-indonesia-kepada-20-mahasiswa-op-jindal-global-university-india
UC Ajarkan Budaya Indonesia Kepada 20 Mahasiswa OP Jindal Global University India
20 Januari 2025
jatim.jpnn.com, SURABAYA – School of Business Management Universitas Ciputra (UC) menggelar program bertajuk Discover Indonesia: Business, Innovation, and Culture yang melibatkan 20 mahasiswa dari OP Jindal Global University, India.
Program tersebut berlangsung selama tiga minggu mulai 6-25 Januari 2025 dengan fokus pada eksplorasi keindahan, budaya, dan bisnis di Jawa Timur.
Penanggung jawab kegiatan Dr Gracia Ongkowijoyo, S.E., M.Sc., CSBSP., CIPE., CLS., menjelaskan program itu bertujuan membuka peluang kolaborasi antara Universitas Ciputra dan OP Jindal Global University melalui kunjungan ke pameran proyek bisnis mahasiswa UC dan budaya Jawa Timur.
“Dalam tiga minggu ini, mahasiswa asing diajak mengunjungi pameran di UMKM Desa Pakal dan Desa Pujon untuk melakukan observasi bisnis lokal serta mencicipi jajanan tradisional Indonesia,” ungkap Gracia, Senin (20/1).
Selain itu, mahasiswa juga menghadiri business exhibition produk mahasiswa UC. Mereka memberikan ulasan terkait potensi produk UC untuk diterima di pasar internasional, terutama pasar India. Hal itu diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara kedua universitas.
Selain fokus pada bisnis, para mahasiswa OP Jindal diajak menjelajahi keindahan Jawa Timur melalui program wisata edukatif. Lokasi yang dikunjungi antara lain Desa Pujon, Gunung Bromo, dan situs arkeologi Trowulan.
Mereka juga mengikuti kegiatan seperti batik workshop, kunjungan ke peternakan susu, proses pengomposan, dan produksi produk susu.
“Kami juga mengajak mereka mengenal lebih dalam budaya Indonesia melalui kunjungan ke Jolotundo Temple, Gapura Wringin Lawang, serta Surabaya city tour yang meliputi daerah Kia-Kia, Kampung Arab, dan lainnya. Program ini dirancang secara kreatif oleh PT Jayalah, milik mahasiswa Magister Manajemen UC,” jelasnya.
Mahasiswa Jindal juga mendapatkan pengalaman belajar bermain gamelan di bawah bimbingan Dr Henry Susanto Pranoto, B.Sc.in Bible, B.Mus., M.Mus. Metode pengajaran yang diterapkan adalah Memayu Hayuning Bawana atau mengajar dengan cara menyenangkan sesuai minat peserta.
“Kami mengenalkan budaya Jawa dan tata krama sebelum mereka memulai bermain gamelan. Yang menarik, kami mengombinasikan tradisi India dengan permainan gamelan, seperti mengaransemen lagu Jawa dalam gaya India dan sebaliknya,” ujar Henry.
Henry mengakui tantangan terbesar adalah memaksimalkan potensi peserta dalam seni musik dan tari. Namun, pendekatan have fun yang diterapkan membuat mereka cepat memahami alat musik tradisional tersebut.

