IKA UC Dorong Surabaya Jadi Kota Percontohan Gedung Tahan Bencana

9 November 2025

Kami ingin Surabaya jadi contoh kota yang tidak hanya tumbuh secara vertikal, tapi juga tangguh terhadap bencana dan efisien energi. Kolaborasi ini adalah langkah nyata menuju properti yang lebih aman dan berkelanjutan.” drg Edra Brahmastya Susila Ketua IKA Universitas Ciputra.

SURABAYA-Peringatan potensi gempa megathrust yang dikeluarkan BMKG mengundang perhatian kalangan pengelola properti di Surabaya. Kota metropolitan dengan ratusan gedung tinggi ini dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi guncangan besar jika potensi megathrust di selatan Jawa benar-benar terjadi. Hal itu disampaikan dalam seminar nasional bertajuk Best Practices for Ope rating Multistorey Buildings yang digelar Ikatan Alumni Universitas Ciputra (IKAUC) bersama BOMA Indonesia di Dian Auditorium UC, kemarin (8/11).

Ketua Tim Kerja Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menging atkan bahwa ancaman Megathrust bukan lagi isu teoretis. Surabaya yang berada di kawasan padat bangunan

vertikal harus mulai memiliki sistem building preparedness yang konkret, berbasis data, simulasi, dan standar teknis terbaru.

“Gempa besar dengan magnitudo di atas 8 itu punya potensi merambat jauh dari pusatnya. Maka kesiapsiagaan bukan hanya soal struktur, tapi juga tata kelola dan manajemen penghuni gedung,” ujarnya.

Antisipasi Sejak Dini

Peringatan itu diamini Irwan Sendjaja, Presiden BOMA Indonesia, yang menilai banyak gedung di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta belum memenuhi standar efisiensi energi dan keamanan struktural berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). “Masih banyak gedung tinggi di kota metropolitan yang tidak punya kebijakan keberlanjutan dan mitigasi bencana. Kalau tidak segera beradaptasi, dampaknya bukan hanya biaya operasional yang membengkak, tapi juga hilang nya daya saing,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, para pakar dari Savills Indonesia, BMKG, dan praktisi keberlanjutan menyoroti pentingnya penerapan ESG dalam operasional gedung bertingkat.

Rujukan Standar

Ketua IKA Universitas Ciputra drg Edra Brahmastya Susila menegaskan kolaborasi IKA UC dengan BOMA Indonesia diharapkan bisa melahirkan best practices nasional dalam pengelolaan gedung bertingkat. Ke depan hasil seminar ini akan disusun sebagai rujukan teknis bagi manajemen gedung di kawasan urban. Surabaya dinilai punya posisi strategis untuk menjadi pilot project penerapan standar baru tersebut, mengingat pertumbuhan propertinya yang pesat dan posisinya sebagai pusat bisnis Jawa Timur. “Kalau Surabaya bisa jadi model, maka kota lain akan ikut,” tambah Edra. (omy/gal)