Sumber:https://kilasjatim.com/ika-uc-boma-indonesia-dorong-standar-baru-gedung-tangguh-megathrust/

IKA UC – BOMA Indonesia Dorong Standar Baru Gedung Tangguh Megathrust

8 November 2025

KILASJATIM.COM, Surabaya – Peringatan terbaru dari BMKG mengenai potensi gempa Megathrust di selatan Jawa menggugah perhatian dunia properti. Dalam seminar nasional bertema: Best Practices for Operating Multistorey Buildings yang digelar Ikatan Alumni Universitas Ciputra (IKA UC) bersama BOMA Indonesia di Universitas Ciputra Surabaya, para ahli menekankan pentingnya penerapan standar baru pengelolaan gedung bertingkat yang berorientasi pada ketahanan bencana dan prinsip keberlanjutan ESG (Environmental, Social, Governance).

Kepala Pusat Nav/Praikaram BMKG, Dr. Wijayanto, menegaskan bahwa risiko Megathrust tidak lagi bersifat hipotetis. “Potensi Megathrust di selatan Jawa nyata dan memerlukan langkah kesiapsiagaan berbasis data, simulasi, serta pembaruan standar teknis bangunan. Ini bukan hanya soal konstruksi, tapi kesiapan sistem manajemen gedung menghadapi skenario ekstrem,” ujarnya.

Selain mitigasi bencana, forum ini juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip ESG dalam pengelolaan gedung bertingkat. Presiden BOMA Indonesia, Irwan Sendjaja, menilai sebagian besar gedung di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya masih tertinggal dalam penerapan efisiensi energi dan kebijakan tata kelola yang berkelanjutan. “Jika industri properti tidak segera beradaptasi dengan standar ESG, dampaknya akan luas. Mulai dari meningkatnya biaya operasional, turunnya nilai aset, hingga berkurangnya kepercayaan investor global,” ungkap Irwan.

Para pakar dari Savills Indonesia, BMKG, dan praktisi keberlanjutan yang hadir dalam seminar tersebut memaparkan sejumlah risiko bila perusahaan tidak mengintegrasikan ESG dan kesiapsiagaan bencana dalam pengelolaan gedung, di antaranya meningkatnya kerentanan infrastruktur, lonjakan biaya energi, risiko litigasi, serta penurunan nilai pasar bangunan.

Acara yang berlangsung di Integrity Hall Universitas Ciputra ini menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi rujukan nasional dalam peningkatan ketahanan gedung, penghematan energi, serta tata kelola properti yang transparan.

Ketua IKA Universitas Ciputra, Drg. Edra Brahmastya Susila, M.M., menegaskan bahwa inisiatif bersama ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun sistem properti yang tangguh dan berkelanjutan. “Saya menyambut baik kolaborasi strategis antara IKA UC dan BOMA Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan pandangan terkini soal kesiapsiagaan Megathrust dan penerapan ESG, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menciptakan ekosistem properti yang lebih aman, efisien, dan berdaya saing global,” ujar Edra.

Seminar ini sekaligus menandai langkah penting menuju pembentukan standar nasional pengelolaan gedung berbasis ESG dan ketahanan bencana, terutama di kawasan urban dengan risiko tinggi seperti Surabaya dan Jakarta.(tok)