Sumber : https://www.kawalsurabaya.com/gaya-hidup/3312413983/tak-hanya-desain-visual-mahasiswa-vcd-uc-ditempa-empati-melalui-simulasi-disabilitas

Tak Hanya Desain Visual, Mahasiswa VCD UC Ditempa Empati melalui Simulasi Disabilitas

4 Maret 2026

KAWALSURABAYA.COM – Di tengah nuansa Ramadan yang sarat nilai kepedulian, mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra mengikuti simulasi disabilitas sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan empati mendalam agar setiap karya desain yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Simulasi ini bagian dari proses design research dengan Xi’an Jiaotong Liverpool University.

Selama satu setengah jam, mahasiswa menggunakan penutup mata, penutup telinga, kruk, tongkat, hingga kursi roda untuk merasakan langsung keterbatasan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus.

Data dan insight yang diperoleh dari pengalaman tersebut akan digunakan untuk merumuskan usulan solusi desain yang lebih inklusif di masa depan.

Kegiatan ini menjadi relevan dengan nilai Ramadan yang menekankan empati dan kepedulian sosial. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa diajak memahami bahwa desain bukan sekadar estetika, melainkan alat untuk menghadirkan kemudahan dan kesetaraan akses bagi semua kalangan.

Ketua Program Studi VCD Universitas Christian Anggrianto, S.Sn., M.M., Ph.D., menegaskan bahwa empati adalah fondasi utama dalam future thinking.

“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sesama. Dalam Future Design, mahasiswa belajar bahwa solusi masa depan harus berangkat dari pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman manusia. Dengan merasakan langsung keterbatasan fisik, mereka memperoleh insight autentik untuk merancang desain yang inklusif dan berdampak,” ujar Christian.

Dari simulasi tersebut, mahasiswa mengidentifikasi berbagai tantangan, mulai dari kesulitan navigasi ruang, keterbatasan akses informasi visual dan audio, hingga hambatan mobilitas di area publik. Hasil observasi ini akan dikembangkan menjadi rekomendasi desain komunikasi visual, sistem informasi, hingga konsep ruang yang lebih ramah difabel.

Christian berharap melalui pendekatan ini,  VCD UC mampu mencetak desainer masa depan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan tanggung jawab terhadap isu inklusivitas.

Di bulan Ramadan yang identik dengan refleksi dan kepedulian, pembelajaran ini menjadi pengingat bahwa desain memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan setara. (*)