Sekilas mungkin anda pernah mendengar istilah “saraf terjepit”. Hanya saja mungkin tidak jelas bagaimana mekanismennya. Yang jelas akibatnya bisa sangat mematikan. Ketidaktahuan inilah yang perlu dipahami terlebih dahulu, agar tahu cara mengatasinya.

Faktanya, saraf terjepit bukanlah kondisi saat bagian-bagian saraf saling menjepit. Ya, betul memang ada saraf yang terjepit atau tertekan, tetapi bukan karena saling menjepit.

Lebih tepatnya, saraf terjepit adalah nama lain dari hernta nucleus pulposus atau HNP. Hernia diskus ini adalah situasi dimana bagian dalan bantalan diskus yang terletak di antara tulang belakang keluar dari posisi semula dan menjepit saraf di belakangnya.

Mari kita bayangkan bentuk rangkaian tulang belakang manusia (vertebra). Tulang punggung ini terdiri atas 24 tulang yang pada masing-masing disambung oleh diskus berbentuk bantalan kenyal. Setiap bantalan berisi cairan lembut seperti jeli dengan lapisan luar berupa selubung yang kuat.

Nah, pada setiap rangkaian tingkatan diskus ini, sepasang saraf tulang belakang keluar dari sumsum tukang belakang dan bercabang pada tubuh manusia. Sumsum tulang belakang dan saraf tulang belakang inilah yang bertindak sebagai penghubung, pengantar pesan, impuls antara otak dan tubuh. Pada bagian ini dikontroli sensasi dan gerakan tubuh.

“Ketika saraf tulang belakang ini terganggu, maka sangat mungkin nyeri akan terjadi,” ucap dr. Frandy Susatta, Sp.S dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta.

Hal apa pun yang menimbulkan penekanan disekitar saraf dapat menyebabkan saraf terjepit.

Mayo Clinic 2018

Salah satu penyebab gangguan contohnya ketika selubung bantalan atau diskus tadi robek atau menggelembung sehingga bagian dalam diskus meluber keluar. Bahan gel dalam diskus ini kemudian mengiritasi saraf tulang belakang, sehingga menyebabkan iritasi kimia. Tekanan herniasi diskus ini kemudian yang membikin timbul rasa sakit dan nyeri.

Sinyal-sinyal HNP

Sangat wajar kalau orang tidak langsung mengira, nyeri yang dirasakannya ialah HNP. Sebab gejalanya tidak selalu merujuk pada kondisi HNP. Walau begitu, bukan berarti kita tidak bisa menilainya.

Kebanyakan HNP terjadi di bagian punggung bawah alias tulang belakang lumbar (hernitasi lumbar). Kadang kala bisa juga terjadi di sekitar leher atas bagian tulang belakang leher (harniasi servikal). Beberapa kejadian, HNP bisa juga menyerang bagian punggung.

Ketika HNP terjadi, umumnya tubuh mengeluarkan sinyal-sinyal tak biasa. “Nyeri semakin menjadi ketika penderita batuk, bersin, atau bergerak pada posisi tertentu,” kata Frandy. Kadang diikuti pula dengan melemahnya fungsi otot sehingga tak hanya nyeri, penderita juga sakit untuk bergerak, membungkuk, dan memindahkan barang.

Hernia diskus ini juga membuat beberapa titik anggota tubuh mengalami sensasi kesemutan bahkan kaku di sekitar punggung, bahu, tangan, tungkak, dan kaki. Tergantung pada bagian mana diskus mengalami herniasi. Bagian yang berdekatan atau berhubungan dengan saraf tulang belakang yang terjepit pasti akan mengalami dampaknya.

Nyeri yang dirasakan, menurut Frandy juga dapat menjalar mulai dari bokong hingga ujung kaki. Beberapa kasus HNP pada tulang belakang bagian bawah malah bisa menyebabkan penderita sulit mengontrol buang air besar dan kecil, akibat terjepitnya saraf pada bagian yang berhubungan dengan fungsi itu.

Lain cerita kalau HNP terjadi pada bagian tulang belakang leher alias herniasi servikal. Umumnya penderita mulai merasakan nyeri pada tengkuk yang menjalar ke punggung dan bahu. “Jika gejala sudah berat bisa disertai dengan kelemahan pada satu lengan, rasa nyeri maupun rasa terbakar pada leher dan lengan,” jelas Frandy lagi.

Posisi duduk yang benar.

  1. Mata sejajar dengan monitor, upayakan meletakkan monitor persis didepan mata tanpa harus menekukkan leher
  2. Posisikan keyboard atau mouse sejajar dengan tangan sehingga tidak menggangu pergerakan lengan
  3. Telapak kaki menapak rata pada lantai
  4. Posisikan pinggul lebih tinggi dari lutut (pilih bantal lalu letakkan bantalan pada kursi)
  5. Pertahankan pundak yang baik dengan duduk tegak, jangan membungkuk. Kepala seimbang dengan leher dan lengan diletakkan di sisi kursi dengan santai.

Jadi, biasa disimpulkan, ketika terjadi nyeri ringan atau berat pada lehar atau punggung, patut dicurigai HNP. Termasuk juga bila terjadi mati rasa pada lengan, tangan, dan nyeri hebat pada leher. Paling sering mengalami herniasi diskus adalah bagian punggung bawah.

Persoalannya adalah bagaimana membedakan nyeri punggung bawah dengan HNP? Faktanya, sekitar 80% orang dewasa mengalami nyeri punggung bawah. Itulah sebabnya, sebut Frandy, tidak cukup mengenali HNP hanya melalui nyerinya. Karena bisa saja nyeri muncul bukan gara-gara HNP, tetapi ligamen robek, terkilir, dll.

Frandy menjelaskan, nyeri HNP bisa dibedakan dengan nyeri punggung akibat cedera otot. Pertama, dari intensitas nyerinya. Secara umum, HNP menyebabkan intensitas nyeri yang sama ketika membungkuk ke depan dan kembali ke posisi tegak seperti semula. Sedangkan cedera otot mengalami nyeri yang lebih parah ketika kembali dari posisi membungkuk ke posisi tegak.

Kedua, soal mati rasa dan kesemutan. HNP menyebabkan nyeri beserta mati rasa dan kesemutan yang menjalar ke salah satu kaki. Sedangkan cedera otot umumnya hanya nyeri di bagian pinggang saja.

Ketiga, HNP biasanya ditandai dengan kelemahan otot atau kaki, sedangkan cedera otot biasa tidak menimbulkan hal ini. Nyeri dari HNP juga biasanya memburuk ketika seeorang sangat aktif beraktivitas dan berkurang ketika ia beristirahat. Tetapi batuk, bersin, dan duduk dapat semakin menekan saraf yang tadinya terjepit sehingga rasa sakit meningkat.

Datangnya tak diduga

Kejadian HNP sebenarnya paling sering terjadi gara-gara penuaan atau degenarasi diskus. Seiring bertambahnya usia, penurunan kekuatan dan elastisitas bantalan diskus terjadi.

Kondisi ini membuat bantalan diskus yang semula fleksibel seperti jeli menjadi kurang fleksibel dan rentan untuk robek atau pecah. Sehingga tinggal menunggu waktu saja, diskus yang rentan tadi bisa menonjol keluar atau robek karena sedikit gerakan menegang dan memutar.

Ambil contoh, seorang penderita didiagnosis HNP setelah merasakan nyeri punggung akibat mengambil pulpen yang jatuh di lantai. Peristiwanya mungkin sederhana namun memang dari sono-nya, diskusnya yang telah bermasalah. Atau mungkin sebelumnya la pernah mengalami trauma pada bagian diskus namun tidak menimbulkan gejala.

KIAT BERGERAK

Posisi salah.

  1. Memutar pinggul
  2. Menarik
  3. Memanjangkan lengan
  4. Membungkukan punggung
  5. Berupaya menjangkau ketinggian
  6. Mengangkat beban terlalu rendah

Posisi benar

  1. Membalik arah
  2. Mendorong
  3. Menekuk lengan
  4. Menekuk lutut
  5. Menggunakan tangga
  6. Mengangkat beban sejajar torso

Selain faktor umur dan faktor cedera, kebiasaan buruk menggunakan otot punggung untuk mengangkat barang juga bisa menjadi penyebab. Ketika mengangkat barang/beban berat yang terletak di bawah, ada sebagian orang yang membungkuk kemudian menggunakan kekuatan otot punggung sepenuhnya untuk mengangkat barang. Padahal gerakan ini salah!

Tugas mengangkat beban itu harusnya dibebankan pada otot kaki dan paha. Sehingga sebaiknya sebelum mengangkat barang, kaki yang ditekuk bukan punggung yang membungkuk. Faktanya, kata Frandy, kebiasaan buruk membungkukkan punggung untuk mengangkat beban berat bisa menyebabkan herniasi diskus.

 

==

SARAF TERJEPIT DI TANGAN

Sebenarnya saraf terjepit bukan istilah untuk HNP saja. Salah satu kondisi yang menandakan adanya saraf terjepit pada tangan adalah carpal tunnel syndrome atau sindrom lorong karpal.

Penderita sindrom lorong karpal biasanya mengalami nyeri di tangan karena adanya saraf yang terjepit di pergelangan tangan. Masalah ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti cedera. Gangguan anatomi pergerakan tangan, dan pada penggunaan tangan yang salah.

Tangan organ karpal adalah bagian sempit yang terletak di antara telapak tangan. Ia berfungsi untuk melindung saraf utama pada tangan dan semua jari. Nah, apabila terjadi tekanan pada saraf ini tangan menjadi mati rasa, sakit, bahkan terjadi kesemutan tangan.

Gejala paling kentara dari sindrom terowongan karpal antara kesemutan atau mati rasa di bagian ibu jari dan telunjuk, maupun di seluruh tangan. Biasanya terjadi nyeri yang menjalar dari pergelangan tangan sampai dengan bahu. Tangan juga menjadi keram sehingga penderitanya cenderung menjatuhkan benda.

Tahap pemulihan saraf terjepit sejenis ini disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Hubungi langsung dokter apabila anda mengalami gejala yang disebutkan tadi.

==

 

Orang-orang yang memiliki riwayat HNP dalam keluarganya berisiko mengalami hal yang sama karena diturunkan. Risiko yang sama juga dimiliki oleh orang obesitas. Hal ini disebabkan oleh penekanan pada tulang punggung akibat berat badan yang berlebih.

“Para perokok juga wajib waspada terhadap HNP, sebab asap rokok dapat menurunkan kadar oksigen pada cakram tulang dan meningkatkan risiko pengikisan pada tulang punggung,” ungkap Frandy. Begitu pula dengan orang-orang yang sering beraktivitas dengan mengangkat atau menarik beban berat berulang kali dengan postur tubuh yang salah.

Pertu diketahui, HNP biasanya terjadi pada usia produkif 30-an hingga 40-an. Orang yang lebih tua juga lebih berisiko apalagi jika mereka terlibat dalam aktivitas fisik yang berat.

Wajib ke dokter

Untuk mengenal HNP memang tidak mudah dilakukan sendiri. Harus ada pemeriksaan dari dokter. Kasusnya bisa saja sangat personal untuk menentukan penyebab pasti dari herniasi diskus yang dialami.

Pemeriksaan fisik bisa dilakukan untuk menemukan sumber rasa sakit dan nyeri yang mengganggu. Untuk mengatasi rasa sakit, tentu titik yang pas dari sumber sakit harus ditemukan.

Menemukan saraf yang terjepit atau bagian diskus yang rusak memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti melalui x-ray, MRI, dan EMG. Dengan alat pencitraan medis itu maka akan terlihat bahan jeli yang keluar dari diskus, posisi kerusakan diskus dan saraf yang terjepit.

Apabila tidak diobati, HNP yang berat dapat menimbulkan kerusakan saraf permanen. Kalau HNP menekan saraf cauda equine yang terletak di punggung bawah, komplikasi serius mungkin saja terjadi. Antara lain disfungsi pengeluaran cairan dari kandung kemih, di mana penderita akan sulit untuk mengeluarkan urine atau tinja.

Komplikasi lainnya, menurunnya kemampuan beraktivitas. Karena tidak banyak beraktivitas gejala HNP seperti nyeri hebat, otot melemah, atau kaku semakin memburuk. Parahnya, HNP juga bisa membuat penderitanya mengalami anestesi sadel, tidak mampu merasa di titik tertentu seperti pada bagian dalam, tungkai belakang, dan sekitar dubur.

Berenang merupakan jenis latihan yang dapat digunakan membantu penderita HNP tetap aktif tanpa memperparah rasa sakitnya.

Sportraccom, 2017

Dalam penanganan HNP, perawatan dengan istirahat, obat pereda nyeri, suntikan tulang belakang, dan terapi fisik/fisioterapi adalah langkah utama untuk pemulihan. “Kebanyakan orang membaik dalam enam minggu dan kembali beraktivitas” tutur Frandy.

Memang penanganan HNP harus disesuaikan betul dengan tingat keparahan dan gejala yang dirasakan penderita. Akan berbeda cerita apabila ternyata gejala berlanjut dan tak kunjung mereda.

Tidak semua kasus HNP harus dioperasi. Sebagian besar bisa pulih dari obat-obatan. Umumnya dokter akan meresepkan obat pereda nyeri untuk pasien dalam kategori HNP ringan. Bagi pasien yang mengalami nyeri hebat bahkan nyeri yang tidak mereda dokter umumnya memberikan golongan obat oploid yang hanya dapat dikonsumsi jangka waktu pendek.

Penderita HNP yang mengalami kejang otot dapat mengonsumsi obat relaksasi otot sebagai bagian penanganan HNP. Untuk meredakan nyeri saraf yang terjepit golongan obat antikovulsan bisa diberikan. Termasuk pula obat-obatan untuk meredakan peradangan dan pembengkakan seperti obat kortikasteroid oral.

Selain terapi obat, terapi fisik (fisioterapi) untuk pasien HNP juga bermanfaat. Misalnya olahraga peregangan otot dan latihan posisi tertentu yang diawasi oleh dokter. Beberapa olahraga seperti jalan santai dan yoga bisa dilakukan di rumah.

“Hanya sebagian kecil kasus HNP memerlukan tindakan operasi, yaitu mereka yang gejalanya berlanjut lebih dari enam minggu, otot melemah, susah berdiri atau berjalan, dan tidak dapat mengontrol kemih,” ujar Frandy lagi. Tindakan operasi yang dimaksud adalah mikrodisektomi yaitu pemotongan dan pengangkatan sebagian atau seluruh bantalan yang menjepit saraf.

Apabila dilakukan pengangkatan seluruh diskus, maka tulang belakang dapat disangga dengan pemasangan logam atau cakram buatan sebagai penggantinya. Perkembangan teknologi juga semakin memudahkan kinerja dokter. Terbaru, HNP dapat diatasi dengan operasi invasif minimal dengan endoskopi yaitu perculaneous endoscople lumbar disectomy (PKLD). Operasi ini hanya menimbulkan luka kecil dan pemulihannya juga lebih cepat.

Bisa dicegah

Karena bagian tulang belakang tidak mendapat pemeriksaan rutin, kita tidak bisa menebak adakah kerusakan diskus atau tidak. Tetapi demi menjaga agar tidak mengalami nyerinya HNP, kita bisa mencegahnya melalui berbagai cara.

Olahraga-olahraga yang menguatkan otot, sendi, dan tulang perlu ditingkatkan. Selain itu, perhatikan postur tubuh yang benar ketika beraktivitas. Misalnya posisi duduk dan berdiri harus tegak dan tidak membungkuk. Hal ini dilakukan untuk menjaga postur alami punggung dan mencegah penekanan pada tulang punggung.

Perhatikan pula cara mengangkat barang yang benar (lihat inilah cara mengangkat yang benar). Jangan biasakan diri membebani punggung dengan gerakan yang tidak sesuai dengan postur yang benar. Pastikan pula untuk menjaga berat badan yang ideal agar tulang tidak terbebani dari berat badan yang berlebih. Terakhir, sesuaikan akitvitas dengan kekuatan tubuh kita. Hindari pergerakan mendadak yang mengakibatkan cedera pada area tulang punggung.

 

Sumber: Intisari, Januari 2019