POSBELITUNG.CO, SURABAYA – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya dibawah bimbingan dosen Hilda Yunita Wono terjun ke lapangan memberikan pelatihan bagi para buruh pabrik.
Workshop Digital Campaign yang dibawakan berisi teknis mengenai cara membuat campaign digital melalui sosial media dengan memberikan materi tentang strategi, dan juga publikasi petisi melalui konten yang menarik.
Wadas adalah sebuah devisi dibawah naungan YKBS (Yayasan Kasih Bangsa Surabaya) yang
berfokus pada pendampingan kepada buruh yang ada di sekitar Provinsi Jawa Timur.
Program kerja Wadas memiliki tema yang mengangkat tentang jurnalistik, bertujuan memberikan wadah untuk para buruh menyuarakan pendapat mereka melalui tulisan yang akan disebarkan melalui akun sosial media milik Wadas.
Masalah yang dihadapi saat ini adalah bagaimana cara mereka menuangkan pendapat ke dalam
sebuah tulisan digital dengan konten yang menarik masyarakat luas dengan target audien yang sesuai.
Tujuannya adalah agar pelatihan yang diberikan dapat terus dilanjutkan dan dipraktikkan serta memberikan kemudahan bagi para buruh untuk menyalurkan suara mereka melalui platform digital.
Tindak lanjut kegiatan yang akan dilakukan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang cukup menjadi pertimbangan saat pemilihan kegiatan.
Workshop Digital Campaign yang diadakan pada 3 Desember 2022 di tempat milik YKBS Jl.
Simo Pomahan II No.2A, Sukomanunggal, Surabaya, mendatangkan akademisi Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Bisnis Media Dr. Cosmas Gatot Haryono, S.SOS., M.Si
dari Universitas Ciputra Surabaya untuk menjadi pembicara.
“Semoga pelatihan ini dapat membantu teman-teman pergerakan dalam menyuarakan aspirasinya,” kata Cosmas.
Pelatihan dan Workshop bertujuan untuk membantu para buruh berdemonstrasi atau
menyuarakan pendapat dengan cara yang lebih efektif dan efisien.
Harapan dari kegiatan ini adalah antusiasme semua peserta baik buruh, pihak Wadas, dan para mahasiswa yang turut hadir dalam mempelajari cara melakukan kampanye secara digital di era teknologi saat ini dan mampu membuat petisi secara efektif dengan memahami taktik dan strategi yang tepat.

