Surabaya, perempuan sungguh digdaya. Mereka mampu bekerja di kantor, mengasuh anak, mencuci dan pekerjaan domestik lainnya. Mereka melalui kesenangan, impitan, dan penderitaan. Campur aduk. Itulah tema yang dipilih delapan perupa perempuan yang mengusung pamerean in your hands di galeri orasis mulai kemarin.
“Perempuan mengerjakan banyak hal. Hal sekecil apapun dikerjakan lewat tangan kita,”ungkap Dyan angraini, pelukis Jogjakarta yang ikut unjuk karya.
Tak hanya dyan yang tampil dan menyuarakan ekspresi lewat karyanya. Kartika affandi, putri tunggal maestro affandi pun ikut andil. Kali ini karya patung miiliknya terinspirasi oleh dirinya sendiri. “ini saya ambil potret wajah saya. tentang perjuangan,”kata perempuan yang disapa mami itu. Menurut mami, perempuan itu tak hanya bekerja namun ikut menjaga nama baik keluarga.
Keduanya jelas menggambarkan lekuk tubuh perempuan dengan cipratan warna cerah. Bagi alumnus jurusan pendidikan seni rupa unesa itu gambaran kebebasan melakukan segala hal.
Selain mereka bertiga, ada bilaningsing Lucia Hartini, Jenny Lee, Nunung W.S, dan Wara Anindyah. Delapan seniman itu membawa 89 karya. Kemarin juga di gelar pasar seni lukis Indonesia (PSLI) ke 7. Acara itu menyuguhkan 230 lukisan dari 171 pelukis di JX Internasional. Acara kemarin sekaligus pelucuran website PSLI. “Web site ini bisa menjembatani para pelukis dengan kolektor baik dalam maupun luar negeri,”ujar ketua acara PSLI, Muhammad Anis.
Acara yang dibuka wagub saifullah yusuf itu berlangsung 10 hari. Selama itu, penghujung pun bisa leluasa memilih goresan karya anak negeri. “namanya juga pasar pasti bisa di-nyang (tawar, red). Lukisan ini ngak ada standar harganya. Tiap pelukis beda harga,”katanya
Selain itu, tiga pelukis nasional akan melakukan demo lukis pada 5.8 dan 10 oktober. Yakni djoko pekik, nasrium, dan kartika affandi. (bir/dos)
Sumber: JAWA POS, 4 Oktober 2014

