Drum berkapasitas 200 liter itu berubah fungsi. Pagiat akuaponik di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Muhidin Chatib, memodifikasi drum menjadi akuaponik mini. Muhidin memotong bagian atas drum sepanjang 7 inci atau 17,78 cm lalu memasangnya terbalik untuk dijadikan grow bed atau wadah tanaman. Bagian bawah dilubangi sebagai fish tank atau tangki ikan.
Muhidin terinspirasi praktikus akuaponik mancanegara. Pagiat akuaponik sejak 2016 itu juga memasang lembaran akrilik pada sisi depan drum sehingga pergerakan ikan terpantau dari luar layaknya akuarium. Itulah salah satu daya tarik akuaponik kreasi ayah lima putra itu. Tak heran anak-anaknya pun antusias mengikuti hobi sang ayah.
Modifikasi
Volume tangki ikan sekitar 100 liter dengan kedalaman 50 cm. itu mampu menampung 20 ikan nila Oreochromis niloticus. Muhidin merekomendasikan padat tebar 50 ekor bibit nila atau setara 15 ekor nila dewasa. Muhidin juga mencoba lele di perangkat akuaponik mini kreasinya. Namun, hasilnya tidak terlalu cocok. Sebab, ikan anggota keluarga Clariidae itu lebih menyukai air keruh, adanya resirkulasi tak berperan signifikan pada pertumbuhan ikan.
Di dalam tangki terdapat pompa yang dapat menaikkan air setinggi 1,6 meter dengan daya 20 watt. Ada pula pipa bypass atau pipa pemintas untuk menjaga debit air yang mengalir ke wadah tanam di atasnya. Muhidin juga memodifikasi lubang-lubang kecil pada pipa bypass. Air mengucur seperti pancuran sehingga terbentuk banyak gelembung udara. Secara tak langsung fungsinya mirip aerator. “Sebenarnya ada aerator tapi tidak saya pasang sebab bypass sudah bisa menjalankan fungsi aerator,” kata pria 43 tahun itu.
Ukuran wadah tanam sepertiga tangka ikan, tujuannya menjaga tangka tetap bisa mengalirkan air ke atas tanpa kehabisan air. Wadah tanam memiliki 15 titik tanam dengan ketebalan media tanam sekitar 15 cm. Media tanam berupa campuran pasir malang dan kerikil. Muhidin pun tengah mencoba media tanam batu apung yang berbobot lebih ringan. Wadah tanam dapat dimodifikasi dengan menambahkan pipa untuk media tanam vertikal setinggi satu meter.
Mikroorganisme menjadi salah satu komponen penting dalam akuaponik. Bakteri nitrifikasi seperti Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. mengurai ammonia menjadi nitrat. Bakteri itu hidup pada media tanam yang selalu tergenang. Itulah fungsi bell siphon yang membuat kondisi pasang surut pada wadah tanam. “Biasanya pengisian air 3-5 menit lalu mengalir kembali ke fish tank,” kata Muhidin.
Hemat tempat
Akuaponik mini itu juga hemat tempat. Hanya memerlukan luasan 60 cm x 60 cm untuk satu unit. Muhidin mengelola 2 unit akuaponik mini di halaman berukuran 4 m x 4 m. Perawatannya pun amat mudah, hanya perlu rutin mengecek beberapa komponen seperti pompa, bell siphon, dan media tanam. Selain itu pemberian pakan ikan menjadi hal wajib.
Muhidin kerap mencoba beragam sistem tanam akuaponik, antara lain nutrient flow technique (NFT), deep flow technique (DFT), dan deep water culture (DWC). Alumnus Teknik Sipil Universitas Indonesia itu gemar mengutak-atik akuaponik. “Saya buat di rumah sebagai riset small scale aquaponic atau akuaponik skala mini. Ada banyak hal yang saya teliti di rumah,” katanya. Di sela pekerjaannya sebagai karyawan swasta, Muhidin menyempatkan berkebun setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Setiap akhir pekan ia merakit akuaponik mini pesanan konsumen.
Menurut Muhidin akuaponik mini rakitannya mewakili sistem paling sederhana yang mudah dipahami sekalipun oleh orang yang belum pernah mengenalnya. “Bagaimana caranya memperkenalkan akuaponik ke masyarakat umum dengan sistem paling mudah. Saya ingin nantinya banyak orang yang bercocok tanam dengan sistem akuaponik,” katanya.
Peglat akuaponik di Kota Tangerang Selatan, Ifa Yulisti, salah satu yang menggunakan sistem akuaponik mini kreasi Muhidin. Ifa menanam beragam sayuran pada akuaponik mini. Menurut Ifa, sistem akuaponik mini kreasi Muhidin mudah digunakan pemula. Contohnya Ifa, tanpa kendala berhasil memanen beragam sayur dari perangkat mini itu. Jenisnya antara lain daun poko, seledri, rosmarin, dan bayam. Ada pula sayuran buah seperti tomat, cabai, dan terung.
Menurut Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., akuaponik mini rakitan Muhidin cocok bagi pemula. Musababnya model itu tidak bergantung pada biofilter yang kadang sulit ditangani pemula. Kelebihan lainnya, pegiat dapat menanam beragam tanaman tanpa khawatir kekurangan nutrisi atau keracunan amonia pada tangka ikan. Yudi mengatakan kunci perawatan akuaponik kreasi Muhidin rutin memeriksa kerja bell siphon. Musababnya siphon yang macet dapat menyebabkan media kekeringan atau justru terendam.
Sumber: Trubus, Februari 2021

