Perempuan di desa-desa.  pedalaman Timor biasanya memiliki keterampilan yang diwariskan oleh orang tua mereka.  Adriana Tamonof Noemleni mendorong para perempuan itu memaksimalkan keterampilan mereka untuk keluar dari kemiskinan.

OLEH KORNELIS KEWA AMA

Adriana ditemui di Desa Tesi- ayofanu, 80 kilometer dari Soe, Kecamatan Kie, Kabupaten T- mor Tengah Selatan, Sabtu 10/6), la bercerita, perempuan-perempuan di desa-desa pedalaman di Tengah Selatan keterampilan dasar, warisan, yakni  menenun dan beternak Sa- yangnya.  Timor memiliki perempuan tidak banyak yang menggmakan keterampilan itu.

Adriana melihat potensi besar yang dimiliki perempuan la pun mendo- rong para perempuan untuk mem- berdayakan diri dengan membentuk kelompo Nama kelompok usaha itu Tenun kat Wanita Kasih. usaha bersama pada 2005.

Kelompok ini terpusat di Desa “Tesiayofama. Anggotanya ber- jumlah 85 perempuan dari De- a Tesiayofanu dan Desa Fatu Ulan. Selain membuat te- nun ikat, anggota kelom- pok dilibatkan dalam saha peternakan dan usaha lain.

Setahun berselang, paya pemberdayaan perempuan desa itu telah membuahlan hasil.  Saat lomba terasering pertani- an lahan menjelang menjelang Agustus 2006, 17 kelompok usaha keluar sebagai juara satu tingkat kabupaten dengan menying- kirkan 15 kelompok tani.  Tiga tahun kemudian, kelompok usaha bentukkan itu jadi juara pertama lomba embung mini desa Adriana tingkat kabupaten.

Seiring dengan itu, banyak perempusan dari desa tetang- ga, yakni Enonapi, Nekmese, dan Be- le, yang minta dilibatkan dalam ke- kelompok usaha.  Mereka bahkan minta Adriana membentuk kelompok usaha wanita di desa mereka.  Namun, Adri- ana ajakan mereka bergabung dengan da- lam kelompok usaha yang su- dah ada.  Maka, terbentuk- kelompok usaha wa- nita kasih “Tefacben” Re CTesiayofanu, Nekamese) pada 2011. Fatu Ulan, Enopani, Bele.

itu kalau.  Tesiayofanu bera- empat desa lain Secara geografis, letak kelima desa da di tengah, tetapkan jarak dari 4-7 kilometer.  Kantor pusat kelompok usaha itu ada di Desa Tesiayofanu, tetapi memiliki kantor perwakilan di lueempat desa itu Kepengurusan ke- lompok usaha wanita lasih Tefaeben ini terpilih dari lima desa tersebut.  Mereka secara mendampingi ang gota di desa masing-masing.

Bertanggung jawab pada 2012, kelompok usaha wanita kasih Tefaeben berganti nama men- jadi Koperasi Serba Usaha (KSU) Wa- nita Kasih Timor.  Seiring dengan status pergantian, jumlah anggota perempuan dari 335 perempuan dari ningkat lima desa.  Padahal, anggota diseleksi secara ketat oleh Plan International Indonesia menyebut- Cabang NTT.  kan, seleksi itu mirip ujian masuk perguruan tinggi.

Anggota KSU dari tiap-tiap desa menunjuk dua pengurus yang bertanggung jawab langsung ke- pada Adriana Adriana setiap akhir pekan secara bergilir berkunjung ke setiap desa untuk mempelajari dan membahas rencana kerja kelompok KSU di desa itu.

“Kami terlibat di berbagai usaha, sesuai yang dinmiliki desa dan kemampuan Selain tenun dan ter- nak, juga bidang pertanian, pengada- an embung untuk air bersih, kios sembako desa, dan pembibitan ta- naman hortikultura. Kami memba- ngun lorong-lorong.  dalam desa agar indah dipandang “tutur Adriana.

Istri Kepala Desa Tesiayofanu ini mengarahkan mereka untuk meren- canakan kegiatan sesuai dengan ke- butuhan di desa.  Setiap kegiatan dapat mendukung modal dari KSU Wa- nita Kasih Timor.  Kini, modal usaha termasuk aset KSU senilai Rp 1,2 miliar.

Ratusan sapi

Dengan dukungan dana itu, melalui kesepakatan semun anggota KSU Wa- 50 sapi jantan.  Sebanyak 45 sapi nita Kasih Timor membeli 92 sapi, yang terdiri dari 85 sapi betina dan 7 sapi jantan.  Kini, jumlah ternak KSU berkembang menjadi 200 sapi betina betina sedang urung.

KSU juga mengadakari 20 perang- kat alat tenun ikat untuk dibawa ke lima desa, masing-masing empat perangkat.  Koperasi juga memiliki kebutuhan pokok libat dalam pembanganan infrastruktur air bersih, pembangunan sekolah, ma pusat usaha tenun ikat di setiap desa dan di lima desa.  Kelompok ini juga ter- dan lorong-lorong di desa.

Anggota KSU yang sudah berusia di atas 50 tahun diarahkan untuk me nenun.  Anggota berusia 20-49 talun dilibatkan di bidang pertanian, peternakan, pembangunan rumah anggota secara bergotong royong dan pem- bangunan lorong-lorong desa.

Seiring dengan perkembangan pengguna, koperasi yang mampu membantu biaya pendidikan anak-anak sekolah dari bantu memberikan makanan tam- hahan hagi anak sekolah yang bekerja anggota khunusnya di pergaruan tinggi.  Selain itu, lkoperasi jugA mem- sama dengan posyandu setempat.

“Melalui KSU ini, ekonomi rumah tangga anggota mulai bangkit secara perlahan. Kasus gizi buruk menurun. Anggota juga sudah bisa menyeko lahkan anak di perguruan tingg, membeli pakaian seragam siswa SD dan SMP.  dan memperbaiki rumah yang rusak termasuk membahgun numah.  Saya terus mendoron saya bekerja.  Jangan cepat puas de- ngan tunduk sekarang “tutur Adriana.

Apa yang dicapai KSU sekarang tanpa keamanan.  Adriana awalnya, awalnya dirinya stlit menggerakkan 335 anggota jaringan KSU tidak semua ansggota bisa mem- baca dan menulis.  Bahkan, sebagian dari mereka terbatas kemampuannya dalam beibahasa Indonesia.  Adriana harus menggunakan bahasa daerah, Untuk menjelaska Semua kegiatan yang terkait dengan KSU Wanita Kasih Timor.

Kesabaran Adriana membuahkan hasil.  Kini, para perempuan desa anggota KSU tersebut mulai mengerti apa Arti membangun kemandirian.  Saya- bisa mendatangkan uang Me- reka juga betemak ayam kampung dan beternak babi di dalam kandang reka memanfaatkan pekarangan ru- mah dengan tanaman sayur-mayur, bumbu dapur, dan tanaman lain.

“Anak sekolah mulai diberi sarapan pagi.  Hal ini jarang dilakukan Jadi, kegiatan koperasi hampir men- hatan, ekonomi, pendidikan, hinggasebelum mereka bergabung dengan koperasi.  cakup semua hal, mulai dari kese- menurun.  pola hidup bersih, “ujar Adriana.

perempuan dari desa pedalaman di lahan menata ekonomi keluarga dan kehidupan yang lebih baik.  Bersama KSU Wanita Kasih, kaum Timor Tengah Selatan bangkit.

 

Sumber: Kompas 4 Juli 2017. Hal 16