ANGKUTAN umum ini pernah sangat booming dan digemari di periode tahun 1990-an. Angkutan serba guna atau yang lebih dikenal dengan sebutan Angguna merupakan angkutan umum legendaris di Kota Surabaya. Transportasi umum ini bisa mengangkut barang sekaligus penumpang .
Angguna merupakan kendaraan model wagon. Namun di bagian belakang ada bak terbuka layaknya mobil pengangkutan barang. “Angguna di Surabaya sudah beroperasi sejak tahun 1988,” ujar Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika.
Chris mengatakan, dulu tarif Angguna lebih murah dibandingkan dengan taksi. Tak heran jika dulunya angkutan umum ini jadi pilihan favorit bagi masyarakat ketika bawa barang banyak. “Tapi sekarang sudah tidak pernah dijumpai di jalan umum,” katanya.
Data Dinas Perhubungan Surabaya menunjukan pada tahun 1992 jumlah Angguna 150 unit. Namun kini jumlahnya menyusut, bahkan tidak ada.
Penyusutan jumlah Angguna ini bukan karena dilarang beroperasional oleh Dishub Surabaya, melainkan kalah bersaing dengan angkutan lain yang muncul belakangan. Dari sisi persyaratan fisik, Angguna juga banyak kekurangan karena sebagai besar dipastikan tak lolos uji kir.
“Kalau kondisinya kurang bagus hampir pasti tidak lolos. Selain itu, syarat lainnya adalah perpanjangan STNK dan buku kir harus hidup. Kalau tak ada itu maka izin trayek tidak akan keluar,” jelas Kepala Dishub Surabaya Tundjung Iswandaru.
Menurutnya, tahun 2000 ada rencana peremajaan taksi di Surabaya. Saat itu direncakan model station wagon oleh sebuah koperasi. “Namun tidak ada minat masyarakat untuk investasi membeli Angguna model baru ini,” pungkasnya (mus/nur)

