Apa Kaitan Gemuk & Hipertensi. Intisari. Juli 2017. Hal.25 001-page-001

Menyandang berat badan berlebih, tidak selalu berarti bakal hipertensi. Walau gemuk, bisa saja tekanan darah akan normal. Hanya saja, kelebihan berat badan akan secara signifikan meningkatkan risikonya.

Penelitian pada 1998 terhadap 82.000 orang wanita menemukan bahwa mereka yang naik berat badannya 5-10 kg selama usia dewasa risiko hipertensi meningkat 70%. Itu bila dibandingkan dengan wanita yang tidak meningkat berat badannya sejak usia 18 tahun.

Jika wanita berat badannya meningkat berat badannya sejak usia 18 tahun.

Jika wanita berat badannya meningkat lebih dari 10 kg, risikonya lebih besar. Penelitian lain yang melibatkan pria juga menyimpulkan hal yang sama.

Penelitian juga menunjukkan, penurunan berat badan akan menurunkan risiko itu. Wanita yang kehilangan berat badan 5-10 kg risikonya akan turun 15%. Jika lebih dari 10 kg maka risikonya berkurang 25%.

Apa kaitannya antara berat badan dan hipertensi? Berat badan yang meningkat akan meningkatkan pula jumlah jaringan lemak. Seperti bagian tubuh yang lain, jaringan ini tergantung pada oksigen dan zat makanan dair darah supaya tetap dapat hidup. Dengan meningkatnya kebutuhan oksigen dan zat-zat makanan maka jumlah darah yang melalui arteri semakin besar tekanan terhadap dinding arteri.

Ada pula alasan lain. Peningkatan berat badan secara khusus meningkatkan kadar insulin dalam darah. Peningkatan ini terkait dengan retensi natrium dan air sehingga volume darah meningkat. Kelebihan berat badan juga menyebabkan denyut jantung meningkat dan mengurangi kapasitas pembuluh darah untuk mengangkut darah.

 

Sumber : Intisari. Juli 2017. Hal 25.