Kreasi dan inovasi desain tidak hanya dilakukan untuk menjawab tuntutan kebutuhan pasar, lebih dari itu, nilai dari sebuah desain fashion terletak dalam proses pemecahan masalah yang ada di masyarakat, sifatnya, suatu karya harus mempunyai prinsip sustainability (berkelanjutan). Seperti karya yang dibuat Mychella Yohanna Sancoko yang memanfaatkan sisik ikan kakap untuk dijadikan pernik sebagai pelengkap busana yang dia desain. Tidak hanya untuk busana, remaja yang akrab di sapa Mychel ini juga bereksperimen mengolah sisik ikan menjadi aksesoris seperti, anting, bros dan japitan rambut. Hasilnya pun menawan. Tidak sedikit masyarakat yang berkunjung di booth brand Lullaby saat pameran tugas akhir mahasiswa di Ciputra World Mall, Minggu (13/5).

“Kebetulan orangtua saya punya resturan shusi di Bali yang mana bahan utama nya ini ikan kakap yang mana juga akan berpengaruh pada hasil limbah sisik ikan. Di lain sisi, dalam TA (tugas akhir) ini juga dituntut untuk membuat sesuatu yang inovatif,” papar dia. Untuk membuat olahan sisik ikan menjadi pernik, Mychel terlebih dahulu mencuci sisik ikan hingga berwarna putih. Kemudian dilakukan eksperimen dengan merendam pakai cuka agar tekstur sisik ikan lebih lentur sehingga mudah untuk dirapikan, dibentuk dan diamplas. Setelah itu dilakukan pewarnaan dengan menjemur selama 5 hari kemudian di cuci kembali hingga bersih. “Jika sudah kering, dan menghasilkan warna yang indah, sisik bisa di aplikasikan di busana. Lama pengaplikasian payet tergantung dari tingkat kerumitan dan tergantung sisik yang diaplikasikan di baju. Paling cepat sehari,” ujar dia.

Ke depan, ia berencana untuk mengeksplorasi sisik ikan. Sehingga tidak hanya dari sisik ikan kakap saja, melainkan juga sisik ikan lain yang juga bisa di aplikasikan. “Lebih pada eksplorasi desain dan marketnya untuk bisa nyaman digunakan sehari-hari,” kata dia.