Art-Deco-dalam-Gaun.-Jawa-Pos.17-Juni-2015.-Hal.36

Surabaya – Arsitektur dan interior bangunan pada era art deco bisa diaplikasikan dalam desain gaun. Janet Teowarang, 38, membuktikan hal itu dalam rancangan terbarunya.

“Saya ambil arsitekturnya, interiornya. Saya masukkan ke motif-motif,” jelas Janet. Dia menggunakan laser cutting untuk mengaplikasikan motif yang diinginkan. Dia juga mengombnasikan dengan style khasnya, edgy dan androgyny.

Tidak hanya mengemas dengan tetap mempertahankan ciri khasnya, Janet juga menyesuaikan desain tersebut dengan selera masyarakat Indonesia. “Lebih wearable lah,” imbuhnya. Untuk women’s wear, ada gaun panjang dan pendek, atasan, serta bawahan. Untuk men’s wear ada atasan, bawahan, sampai slim fit jacket.

Warna-warna yang digunakan untuk koleksi itu adalah warna-warna cerah. “Tapi, terangnya itu bukan terang yang loud. Bukan yang shocking,” ucap desainer lulusan Raffles Institute Design Singapore itu. Salah satunya warna emas yang identic dengan zaman art deco.

Kali ini Janet memakai batik Marrakech. Untuk menghasilkan motif art deco yang diharapkan, dia mengombinasikan kulit domba asli ke atas kain batik dengan menggunakan teknik draperi. Selain itu, Janet menggunakan duchess dan thai silk.

Janet menyatakan, koleksinya tersebut dapat pada semua jenis pesta formal dan semiformal. “Ke acara wedding bisa, cocktail party juga bisa,” ujarnya.

Pemilihan make up cukup dengan riasan nude. Untuk tatanan rambut, model updo akan serasi jika dikombinasikan dengan smokey eyes. “Karena bajunya itu sendiri udah punya karakter, paling ngelengkapin pakai clutch, small handbag, pakai high heels. Gitu aja udah cukup,” tegas Janet.

Sumber : Jawa Pos , 17 Juni 2015 , Hal.36